Mataredaksi.com, BOGOR – Pelatih Gian Piero Gasperini menegaskan pentingnya kejelasan internal di AS Roma agar tidak terjadi “kesalahpahaman” pada musim 2026/2027. Ia ingin memastikan bisa bekerja dengan ide-idenya sendiri demi menjaga arah tim.
Pernyataan itu muncul setelah AS Roma meraih kemenangan meyakinkan 4-0 atas ACF Fiorentina dalam lanjutan Serie A, di Stadio Olimpico, Selasa (5/5/2026) dini hari WIB. Hasil tersebut menjaga peluang Giallorossi untuk finis di zona Liga Champions.
Klub yang berjuluk I Lupi (Serigala) kini hanya terpaut satu poin dari Juventus di peringkat keempat dengan tiga pertandingan tersisa. Situasi itu membuat persaingan menuju empat besar semakin ketat.
Gasperini Puji Mentalitas dan Persatuan Tim
Gasperini menilai para pemain menunjukkan komitmen tinggi sepanjang musim. Ia melihat adanya perkembangan dalam hal mentalitas dan kebersamaan di ruang ganti. “Saya selalu menerima respons penting dari para pemain. Mereka ingin terus berkembang”, ujar Gasperini kepada media Italia.
Menurutnya, Roma mampu bertahan dalam tekanan meski tidak memiliki target awal yang jelas. Tim kemudian menetapkan standar mereka sendiri dan terus menjaga konsistensi. “Kami tidak pernah menyerah. Kami menetapkan target sendiri dan berusaha mencapainya”, katanya.
Ia juga menilai kembalinya beberapa pemain dari cedera memberi dorongan signifikan dalam fase krusial musim ini.
Soroti Komunikasi Internal Klub
Meski puas dengan performa tim, Gasperini tidak menutup mata terhadap masalah komunikasi di dalam klub. Ia menilai perlu ada pembahasan serius di akhir musim. “Pada akhir musim, kami harus berbicara untuk menghindari kesalahpahaman. Kami membutuhkan kejelasan”, tegasnya.
Pernyataan itu muncul di tengah perubahan struktur internal AS Roma. Klub baru saja berpisah dengan Claudio Ranieri dari peran penasihat senior.
Selain itu, direktur olahraga Frederic Massara juga dikabarkan akan meninggalkan klub. Sebelumnya, Gasperini mengakui adanya perbedaan pandangan dengan manajemen sepanjang musim ini.
Gasperini Tegaskan Prinsip Kepelatihan
Pelatih Gian Piero Gasperini menegaskan ingin tetap berpegang pada prinsip dan filosofi kepelatihannya. Ia menilai hal tersebut penting untuk menjaga konsistensi performa AS Roma. “Kami ingin melampaui ekspektasi. Tim ini memiliki fondasi yang kuat dan nilai-nilai yang harus dijaga”, ujarnya.
Ia juga menolak bekerja di bawah tekanan ide pihak lain. “Saya menghormati semua pendapat, tetapi saya harus bekerja dengan ide saya sendiri. Jika tidak, saya lebih memilih mencari tempat lain”, kata Gasperini.
Derby Roma vs Lazio Jadi Penentu
Roma selanjutnya akan menghadapi SS Lazio dalam laga derby yang krusial. Pertandingan diperkirakan berlangsung di Stadio Olimpico pada 17 Mei. Laga ini berpotensi menentukan posisi akhir Roma dalam perebutan tiket Liga Champions UEFA.
Jadwal Kick-off Picu Kontroversi
Namun, waktu kick-off yang direncanakan menuai kritik. Pelatih Lazio, Maurizio Sarri, sempat menunjukkan ketidakpuasan terhadap jadwal tersebut.
Gasperini memahami situasi itu, tetapi menilai tidak banyak pilihan tersedia. “Tidak ada yang benar-benar senang dengan waktu tersebut. Namun, kami harus menyesuaikan diri”, ujarnya.
Gasperini Santai Tanggapi Sarri
Ia juga menanggapi kemungkinan absennya Sarri di bangku cadangan dengan santai. “Anda akan lihat, dia tetap akan hadir”, tegas Gasperini.
Fokus Roma di Sisa Musim
Selain faktor teknis, lanjut Gasperini menilai konsistensi menjadi kunci dalam perebutan tiket Liga Champions UEFA. Ia tidak ingin timnya kehilangan fokus pada momen krusial.
Menurutnya, tiga laga tersisa harus dimanfaatkan maksimal oleh Roma. Ia meminta pemain menjaga intensitas hingga akhir musim. “Kami sudah sampai di titik ini dengan kerja keras. Sekarang kami harus menutupnya dengan cara yang sama”, tutup Gasperini. (MR-02)






