Harry Kane Bawa Bayern Singkirkan Leverkusen dan Lolos ke Final DFB-Pokal

Gol pembuka – Harry Kane (kiri) mencetak gol pertama Bayern München dalam kemenangan 2-0 atas Bayer 04 Leverkusen pada semifinal DFB-Pokal 2025/2026, di Stadion BayArena, Kamis (23/4/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini membawa Die Roten melaju ke final dan menjaga peluang meraih treble musim ini. (Sumber foto: @HQpcrt/X)

Mataredaksi.com, BOGOR – Harry Kane kembali menjadi pembeda saat membawa Fußball-Club Bayern München melangkah ke final Deutscher Fußball-Bund Pokal atau DFB-Pokal musim 2025/2026.

Striker timnas Inggris itu mencetak gol pembuka dalam kemenangan 2-0 atas Bayer 04 Leverkusen di Stadion BayArena, Kamis (23/4/2026) dini hari WIB, sebelum Luis Díaz memastikan kemenangan pada akhir pertandingan. Kemenangan ini menjaga peluang Bayern meraih treble musim ini.

Setelah mengunci gelar Bundesliga, pasukan Vincent Kompany kini tinggal menunggu pemenang duel VfB Stuttgart melawan SC Freiburg di final DFB-Pokal.

Final itu akan menjadi final pertama Bayern di ajang tersebut sejak 2020. Situasi ini membuat peluang Bayern menutup musim dengan tiga gelar semakin terbuka lebar.

Harry Kane Kembali Jadi Pembeda

Sejak menit awal, Bayern tampil menekan. Dayot Upamecano sempat mengancam, tetapi kiper Leverkusen Mark Flekken tampil sigap menggagalkan peluang dari Kane dan Díaz.

Dominasi Bayern akhirnya berbuah gol pada pertengahan babak pertama. Berawal dari pergerakan Jamal Musiala di sisi kanan, umpan tariknya disambar Kane dengan tendangan keras ke sudut atas gawang.

Gol tersebut menjadi gol ketujuh Kane di DFB-Pokal musim ini. Catatan itu menyamai torehan Robert Lewandowski pada musim 2018-2019 dan hanya kalah dari rekor Thomas Müller yang mencetak delapan gol pada musim 2013-2014.

Ketajaman Kane musim ini terus menjadi fondasi penting dalam perjalanan Bayern memburu gelar di berbagai ajang. Leverkusen berusaha bangkit, tetapi sulit menciptakan ancaman berarti. Tapi, Bayern tetap mengontrol jalannya pertandingan dan terus menekan pertahanan tuan rumah.

Mark Flekken bahkan harus bekerja keras untuk menggagalkan beberapa peluang tambahan, sementara Robert Andrich sempat menyapu bola di garis gawang demi menyelamatkan Leverkusen dari kebobolan kedua lebih cepat.

Gol kedua Bayern akhirnya datang pada masa tambahan waktu babak kedua. Leon Goretzka memberikan umpan matang yang diselesaikan Luis Díaz dengan tenang.

Gol sempat dianulir karena offside, tetapi tinjauan Video Assistant Referee atau VAR memastikan Díaz berada dalam posisi sah dan kemenangan Bayern pun terkunci.

Bayern Dominan dan Terus Jaga Momentum

Secara statistik, Bayern tampil dominan dengan expected goals 2,55 berbanding 0,29 milik Leverkusen. Kemenangan ini juga menjadi kemenangan ke-15 Bayern dalam 16 pertandingan terakhir di semua kompetisi.

Catatan itu menunjukkan solidnya lini pertahanan Bayern dalam laga penting ini. Sebaliknya, Leverkusen untuk pertama kalinya gagal mencetak gol dalam 42 laga DFB-Pokal.

Meski puas dengan kemenangan tersebut, Kompany menegaskan timnya tidak boleh terlena. Menurut dia, keberhasilan mencapai final memang penting, tetapi fokus Bayern harus segera beralih ke pertandingan berikutnya.

“Sejak hari pertama, semua orang berbicara tentang Berlin. Mampu membawa klub kembali ke sana adalah hadiah yang luar biasa”, ujar Kompany setelah pertandingan dilansir Mataredaksi dari bulinews.com.

Pelatih asal Belgia itu mengaku sulit menikmati kemenangan terlalu lama karena padatnya jadwal membuat tim harus segera bersiap menghadapi laga selanjutnya.

“Semuanya terasa cepat karena Anda harus fokus pada laga selanjutnya. Itulah bagian tersulit dalam sepak bola, Anda tidak punya banyak waktu menikmati keberhasilan”, kata arsitek asal Belgia tersebut.

Kompany Ingin Bayern Tetap Fokus

Kompany menilai Bayern bermain sangat baik terutama pada babak pertama dengan intensitas tinggi yang membuat Leverkusen kesulitan berkembang.

Meski lawan tampil lebih agresif setelah jeda, Bayern tetap mampu mengendalikan keadaan. “Kami bermain sangat baik di babak pertama, sangat intens dan tidak memberi mereka ruang. Leverkusen tampil lebih baik di babak kedua, tetapi kami mampu mengatasinya”, ucapnya.

Menurut Kompany, kekuatan utama Bayern musim ini adalah kebersamaan tim. Ia menyebut persatuan skuad menjadi modal utama untuk bersaing di semua ajang. “Kami masih bersaing untuk gelar di berbagai kompetisi, tetapi bagi saya kebersamaan tim selalu menjadi hal utama”, katanya.

Selain telah menjuarai Bundesliga, Bayern juga akan menghadapi Paris Saint-Germain FC di semifinal UEFA Champions League. Meski peluang meraih treble terbuka lebar, Kompany menegaskan timnya harus tetap fokus dan tidak terpengaruh pujian dari luar.

Bayern kini berada di fase terpenting musim ini, saat konsistensi akan menentukan apakah mereka mampu mengakhiri musim dengan kejayaan sempurna.

Dengan tiket final DFB-Pokal di tangan dan semifinal Liga Champions di depan mata, Die Roten kini tinggal selangkah lagi menuju musim yang sempurna. (MR-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *