Juara Lagi! Inggris Kunci Gelar Usai Tumbangkan Spanyol

Euro 2025

TIMNAS Wanita Inggris sukses mempertahankan gelar juara Piala Eropa Wanita (UEFA Women’s Euro) 2025 usai menaklukkan Spanyol 3-1 lewat adu penalti dalam partai final yang digelar di Stadion St. Jakob-Park, Basel, Swiss, Minggu (27/7/2025) malam WIB. (Sumber Foto: X/@WEURO2025)

Mataredaksi.com, BASEL- TIGA tahun setelah menjuarai Euro 2022 dengan cara yang dramatis, Timnas Inggris kembali mencetak sejarah. Kali ini, mereka menaklukkan Spanyol lewat drama adu penalti dan sukses mempertahankan gelar juara di Euro 2025.

Dan lagi-lagi, nama Chloe Kelly jadi pahlawan. Pada Euro 2022, ia mencetak gol kemenangan di final di Stadion Wembley, London – momen ikonik yang terasa sulit tertandingi dalam laga final yang berlangsung di Stadion St. Jakob-Park, Basel, Swiss, Senin (28/7/2025) dini hari WIB.

Chloe Kelly menulis kisah heroiknya lagi dengan mengalahkan Spanyol 3-1 melalui adu penalti, setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit. Sepak bola pun, kembali “pulang ke rumah”.

Dua tahun lalu, Spanyol menaklukkan Inggris 1-0 di final Piala Dunia 2023. Kali ini, ‘La Roja’ nyaris mengulang mimpi buruk itu. Mariona Caldentey membuka skor lewat sundulan tajam di pertengahan babak pertama, hasil dari dominasi ‘Si Merah’ sejak awal laga.

Namun, peluang-peluang emas yang didapat Esther González, Salma Paralluelo, dan Mariona Caldentey berikutnya gagal dimaksimalkan – sebuah kegagalan yang mahal.

Inggris menolak menyerah. Meski tertekan, pressing tinggi mereka perlahan membalikkan momentum. Titik balik datang saat Chloe Kelly masuk menggantikan Lauren James yang cedera.

Dampaknya instan – umpan silangnya disambut sundulan Alessia Russo ke tiang jauh, mengecoh kiper dan mengubah skor jadi 1-1. Pertandingan terus berjalan intens.

Inggris yang sebelumnya sudah melewati dua laga perpanjangan waktu di fase gugur tampak kelelahan. Spanyol mencoba memanfaatkan situasi itu, tapi ‘The Lionesses’ justru tampil lebih gigih di menit-menit krusial.

Skor imbang bertahan hingga 120 menit. Final tak mengenal hasil seri, dan Inggris kembali harus mengandalkan adu penalti, seperti di perempat-final.

Kali ini, Hannah Hampton jadi penentu. Kiper Chelsea Football Club Wanita itu menggagalkan penalti dari Caldentey dan Aitana Bonmatí, sebelum Chloe Kelly, dengan penuh percaya diri, menghujamkan bola melewati Cata Coll.

Gol itu memastikan gelar kedua berturut-turut untuk Inggris, dan trofi Euro ketiga beruntun bagi pelatih Sarina Wiegman. Sepak bola benar-benar “coming home” lagi!.

Bagi pelatih Sarina Wiegman, ini adalah gelar Euro ketiganya secara beruntun – dua kali bersama Inggris (2022, 2025), dan sebelumnya bersama Belanda (2017). Sebuah pencapaian luar biasa dari pelatih yang kini telah menancapkan namanya di buku sejarah sepak bola wanita Eropa.

Usai laga, Pelatih ‘Singa Betina’ itu pun mengatakan, bahwa perjalanan timnya di Euro 2025, seperti sebuah film, saat mereka berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-90+6 melawan Italia dan kemudian memastikan diri ke final berkat sebuah gol di akhir babak perpanjangan waktu.

‘The Lionesses’ kembali terlambat panas saat melawan Italia, dengan gol penyama kedudukan dari Michelle Agyemang di menit-menit akhir yang cukup untuk memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.

Dan, Chloe Kelly kemudian mengonversi bola rebound dari tendangan penaltinya yang berhasil digagalkan di menit ke-119 untuk membawa Inggris ke final dengan kemenangan 2-1.

Ini merupakan gol penentu kemenangan terbaru dalam sejarah Euro Wanita, mengalahkan gol menit ke-102 yang dicetak Eve Perisset untuk Belanda saat melawan Prancis di perempat final 2022.

Ini merupakan perjalanan yang luar biasa, dan Wiegman mengatakan bahwa cara mereka melewati dua pertandingan ini ‘tidak dapat dipercaya’.

“Kami akan membuat sebuah film suatu hari nanti! Ini adalah sebuah film, ya ampun, ini tidak bisa dipercaya. Ini dia lagi, ini sangat, sangat istimewa”, kata Wiegman kepada BBC.

Ketika ditanya apakah dia menikmati film ini, dia berkata: “Ketika selesai seperti itu, saya menikmatinya tetapi sedikit dramatis”. (MR-1)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *