Juli 2025: Ekspor Nonmigas Naik Signifikan, Impor Anjlok

ILUSTRASI - Foto udara aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Kendari New Port, Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (9/4/2025). (Sumber foto: Istimewa)

Mataredaksi.com, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor-impor Indonesia pada Juli 2025. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menyampaikan sepanjang Januari–Juli 2025, Indonesia mengekspor barang senilai US$160,16 miliar atau Rp2.635,93 triliun (kurs Rp16.458). Angka ini naik 8,03% dibanding periode sama tahun lalu.

Kinerja Ekspor Migas dan Nonmigas

Ekspor migas tercatat US$7,97 miliar (Rp131,09 triliun), turun 14,56%, sementara ekspor nonmigas naik 9,55% menjadi US$152,20 miliar (Rp2.506,37 triliun). Pudji menyebut sektor industri pengolahan menyumbang kenaikan tertinggi, 12,81%, diikuti sektor pertanian.

Ekspor Juli 2025

Indonesia mengekspor barang senilai US$24,75 miliar (Rp407,47 triliun) pada Juli, naik 9,86% dibanding Juli 2024. Nilai ekspor migas turun 34,13% menjadi US$940 juta (Rp15,47 triliun), sedangkan ekspor nonmigas naik 12,83% menjadi US$23,81 miliar (Rp391,98 triliun).

Kenaikan ekspor nonmigas Juli 2025 terutama ditopang komoditas lemak dan minyak hewan/nabati, yang naik 82,72% dan menyumbang 7,08% terhadap total ekspor. Komoditas mesin dan perlengkapan mekanis naik 69,02%, memberikan andil 1,76%, sedangkan logam mulia dan perhiasan naik 47,41% dengan andil 1,66%.

Penurunan Impor

Nilai impor Juli turun menjadi US$20,57 miliar (Rp338,54 triliun), turun 5,85%. Impor migas anjlok 29,36% menjadi US$2,51 miliar (Rp41,34 triliun). Impor nonmigas turun 1,29% menjadi US$18,06 miliar (Rp297,20 triliun). Pudji menyebut penurunan ini terutama karena menurunnya impor migas, yang menyumbang 4,78% terhadap total impor.

Kinerja Impor Januari–Juli 2025

Sepanjang Januari–Juli, Indonesia mengimpor barang senilai US$136,51 miliar (Rp2.246,94 triliun), naik 3,41% dibanding periode sama tahun lalu. Impor migas tercatat US$18,38 miliar (Rp302,29 triliun), turun 14,79%, sedangkan impor nonmigas naik 6,97% menjadi US$118,13 miliar (Rp1.944,64 triliun).

Kenaikan impor terutama berasal dari bahan baku penolong dan barang modal. Impor barang modal mencapai US$27,38 miliar (Rp450,83 triliun), naik 20,56%, menyumbang 3,45% terhadap total impor. (MR-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *