Mataredaksi.com, BOGOR – Bek sayap kiri Udinese Calcio, Hassane Kamara, buka suara terkait aksinya yang menuai kontroversi saat menghadapi Genoa Cricket and Football Club pada pertandingan pekan ke-30 Serie A Italia 2025/2026, Sabtu (21/3/2026) dini hari WIB.
Udinese Calcio menang 2-0, di Stadion Luigi Ferraris melalui gol Jurgen Ekkelenkamp (66′) dan Keinan Davis (90+6′). Kemenangan ini menjaga konsistensi performa tim dalam beberapa pekan terakhir, sekaligus memperkuat posisi mereka di papan tengah klasemen Serie A musim ini.
Reaksi Picu Ketegangan
Saat skor masih 1-0, Kamara keluar lapangan pada menit ke-84. Ia menjulurkan lidah ke arah tribun tuan rumah. Aksi ini langsung memancing reaksi keras dari penyerang Genoa C.F.C, Lorenzo Colombo, yang kemudian menerima kartu dari wasit.
Kamara menjelaskan insiden itu melalui media sosial. Ia menyebut responsnya muncul setelah menerima hinaan dan gestur tidak pantas dari Rossoblu suporter tuan rumah.
“Jika saya menjulurkan lidah, itu karena saya menerima penghinaan. Itu hanya respons santai tanpa niat memicu konflik”, tulisnya dilansir Mataredaksi dari laporan Footballitalia, Selasa (24/3/2026).
Ia juga menegaskan tidak pernah mencari masalah sepanjang kariernya. Menurutnya, situasi sempat memanas, tetapi pemain dan staf pelatih segera menenangkan keadaan sehingga pertandingan tetap berjalan hingga akhir tanpa insiden lanjutan.
Udinese Kecam Pelecehan
Insiden tidak berhenti setelah laga usai. Kamara dan Davis kemudian menerima serangan rasis melalui media sosial. Kamara mengunggah tangkapan layar pesan tersebut dan memperlihatkan identitas akun pengirim sebagai bentuk peringatan sekaligus edukasi publik.
Davis ikut membagikan ulang unggahan tersebut sebagai dukungan kepada rekan setimnya. Setelah itu, Udinese Calcio merilis pernyataan resmi dan mengecam keras tindakan rasisme tersebut.
Klub menilai perilaku itu tidak dapat diterima dan bertentangan dengan nilai sportivitas. Udinese juga menegaskan komitmen untuk terus melawan segala bentuk diskriminasi serta mendukung langkah tegas otoritas sepak bola dalam menangani kasus serupa.
Dukungan Meluas
Insiden tidak berhenti setelah laga usai. Kamara dan Davis kemudian menerima serangan rasis melalui media sosial. Kamara mengunggah tangkapan layar pesan tersebut dan memperlihatkan identitas akun pengirim sebagai bentuk peringatan sekaligus edukasi publik.
Davis ikut membagikan ulang unggahan tersebut sebagai dukungan kepada rekan setimnya. Setelah itu, Udinese Calcio merilis pernyataan resmi dan mengecam keras tindakan rasisme tersebut.
Kampanye Ternodai
Klub menilai perilaku itu tidak dapat diterima dan bertentangan dengan nilai sportivitas. Udinese juga menegaskan komitmen untuk terus melawan segala bentuk diskriminasi serta mendukung langkah tegas otoritas sepak bola dalam menangani kasus serupa.
Insiden tidak terpuji ini menjadi sorotan karena terjadi saat Lega Serie A tengah menjalankan kampanye “Keep Racism Out” (Jauhkan Rasisme- red).
Kasus ini kembali mengingatkan bahwa perjuangan melawan rasisme masih membutuhkan tindakan nyata dari semua pihak, termasuk suporter, pemain, dan penyelenggara kompetisi agar sepak bola tetap inklusif dan aman bagi semua. (MR-03)






