Kelangkaan Beras Premium di Ritel Modern, Pemerintah Terus Koordinasi dengan Produsen

Sinergi Perum Bulog, Ritel, dan Produsen

ILUSTRASI penjulan beras di ritel. (Sumber Foto: Istimewa)

Mataredaksi.com, BOGOR – Kementerian Perdagangan menyatakan Perum Bulog, ritel modern, dan produsen beras aktif berkoordinasi untuk memastikan ketersediaan beras premium dan medium di ritel modern. Langkah ini muncul menyusul keluhan konsumen tentang kelangkaan beras premium.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Iqbal Shoffan Shofwan, menjelaskan, “Kami berharap Perum Bulog dan produsen beras dapat memperluas jangkauan pemasaran melalui ritel modern di seluruh Indonesia. Dengan begitu, penyaluran beras premium dan medium bisa berjalan lancar”.

Imbauan untuk Pelaku Usaha

Pemerintah meminta seluruh pelaku usaha perberasan tetap fokus meningkatkan produksi dan menyediakan beras berkualitas di pasar. Mereka juga diminta menjual beras sesuai ketentuan yang berlaku.

Iqbal menambahkan, “Selain memastikan pasokan beras tetap tersedia, pelaku usaha juga harus memberi perlindungan kepada masyarakat. Harga dan kualitas beras harus sesuai yang diterima konsumen”.

Keluhan Konsumen

Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) mencatat kelangkaan beras premium menimbulkan keresahan di masyarakat. Ketua FKBI, Tulus Abadi, menilai penyebab utama bukan kekurangan produksi. Ia menyebut gangguan distribusi muncul akibat ketidakjelasan regulasi pasca pengusutan kasus beras oplosan oleh Satgas Pangan Bareskrim Mabes Polri.

Tulus menambahkan, penarikan produk secara masif oleh ritel besar seperti Alfamart dan Indomaret, serta penahanan stok oleh produsen dan distributor, menyebabkan rak kosong. Situasi ini juga memicu panic buying di sejumlah daerah. Ia menilai langkah kehati-hatian ini justru merugikan konsumen.

Fokus Pemerintah

Pemerintah dan pelaku usaha terus bekerja sama menstabilkan pasokan beras premium. Mereka menargetkan gangguan distribusi bisa segera teratasi, sehingga masyarakat tetap memiliki akses beras berkualitas dengan harga wajar. (MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *