KJRI Harnovinsah Himbau WNI di Luar Negeri Harus Pandai Kelola Keuangan

Kemandiri Ekonomi

KJRI Malaysia, Harnovinsah menyerahkan cinderamata kepada salah seorang komunitas ekonomi WNI, di Community Learning Centre (CLC) Cerdas, Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia, Minggu (20/7/2025). (Sumber Foto: Dokumen-KJRI Malaysia)

Mataredaksi.com, BOGOR – Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pancasila (UP) Harnovinsah menyebut, komunitas Warga Negara Indonesia (WNI) di Luar Negeri harus diperkuat.

Hal ini penting dalam upaya peningkatan pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan kemandirian ekonomi untuk meningkatkan kualitas hidup mereka dan keluarganya. “Penguatan kapasitas ini jadi modal penting dalam membangun ketahanan ekonomi diaspora Indonesia secara kolektif”, ucap Harnovinsah.

Hal disampaikannya dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) bertaraf internasional, di Community Learning Centre (CLC) Cerdas, Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia, Minggu (20/7/2025).

Karena itu, sebagai bentuk semangat kerja sama pendidikan lintas negara melalui inisiatif University Social Responsibility (USR), FEB-UP bersama University College Sabah Foundation (UCSF) dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kota Kinabalu siap untuk memfasilitasi sesi edukatif yang menyoroti pentingnya pola pikir finansial yang sehat, pengelolaan arus kas keluarga, pembangunan aset, hingga penggunaan teknologi digital dalam memperkuat ekonomi rumah tangga.

Program tersebut, lanjut dia, mengangkat dua tema utama yakni Kecerdasan Finansial: Kunci Menuju Kebebasan Finansial dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Hebat: Meningkatkan Kapasitas dan Kompetensi Diri di Era Digital.

“Kedua topik ini mencerminkan komitmen UP dalam mendorong pembangunan SDM serta kemandirian ekonomi komunitas WNI di luar negeri, melalui edukasi praktis dan pemberdayaan berbasis literasi digital dan keuangan”, kata Harnovinsah dalam keterangan yang diterima Mataredaksi.com, Senin (21/7/2025).

Kepedulian sosial juga ditunjukkan delegasi FEB UP melalui penyaluran bantuan kebutuhan pokok dan transportasi kepada para peserta sebagai wujud solidaritas dan gotong royong UP kepada komunitas WNI di Sabah.

Ia menambahkan, partisipasi aktif dari pemimpin komunitas seperti Yohanis Solo (Ketua Kelompok Keluarga Katolik Indonesia Kota Kinabalu) dan Santi Dewi (Ketua Komunitas Toraja Sabah) turut memperkuat semangat kolektif dalam membangun jejaring sosial yang produktif dan berdaya.

“Program ini sekaligus menunjukkan arah strategis UP dalam memperluas dampak pengabdian masyarakat ke tingkat global”, ujar Harnovinsah.

Kegiatan ini pun mendapat sambutan positif dari peserta yang merupakan bagian dari SDM diaspora Indonesia. Mereka berharap, program tersebut dapat membangun ketahanan ekonomi diaspora Indonesia secara kolektif.

Menurutnya, pendidikan berbasis pengabdian seperti ini merupakan bentuk nyata kepedulian bangsa terhadap warganya di luar negeri.

Sementara itu, Rektor UCSF, Datuk Rafiq Idris menekankan, pentingnya kerja sama antar institusi pendidikan tinggi dalam membentuk jembatan transformasi sosial dan peningkatan taraf hidup masyarakat. “UCSF terbuka untuk berkerja sama lebih lanjut, khususnya dalam peningkatan literasi keuangan masyarakat lintas negara”, kata dia.

Sekedar informasi, Kali ini, delegasi FEB-UP dipimpin Dekan FEB-UP, Harnovinsah bersama Erwin Permana (Wakil Dekan II), Gunawan Baharuddin (Direktur Kerja Sama dan Hubungan Institusi), serta Rafrini Amyulianthy (Ketua Program Studi S1 Akuntansi).

Kegiatan ini turut dihadiri Irhamna Fithriya, Konsul Pelaksana Fungsi Konsuler merangkap Kepala Chancellery KJRI Kota Kinabalu. Ia mengapresiasi UP atas dedikasi dalam memberdayakan diaspora. (MR-3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *