Manchester United Samai Rekor Buruk, Pemain Bersatu Usai Kekalahan Telak dari City

BERI aplaus- Kapten Manchester United Bruno Fernandes memberi aplaus kepada fans dan penonton usai Derby Manchester pada matchday keempat Premier League 2025/26, di Etihad Stadium, Minggu (14/9/2025) malam WIB. Gelandang asal Portugal ini mencetak gol dalam tiga kemenangan terakhir Manchester United atas Manchester City di kompetisi Liga Primer (Maret 2021, Januari 2023, Desember 2024). (Sumber foto: X/@ManUtd)

Mataredaksi.com, BOGOR – Awal musim Liga Primer Inggris berjalan buruk bagi Manchester United. Tim besutan, Rúben Amorim hanya mengumpulkan empat poin dari beberapa laga pertama, menyamai rekor tak diinginkan terakhir kali terjadi pada 1992 di era Sir Alex Ferguson.

Kekalahan Telak dari Manchester City

United kalah 0-3 dari Manchester City dalam derby yang digelar Minggu (14/9/2025) malam WIB. Bruno Fernandes dan rekan-rekan kesulitan menembus pertahanan lawan, terutama saat bermain di formasi dua gelandang. “Kami harus lebih mengendalikan situasi tertentu”, keluh kapten United pascapertandingan.

Kekalahan ini menyakitkan, terutama setelah performa sempat menjanjikan pada pekan pembuka melawan Arsenal. Noussair Mazraoui menambahkan:

“Saya kecewa pada diri sendiri, pada tim, dan pada penggemar karena kami tidak bisa menampilkan performa terbaik kami. Derby membuatnya lebih emosional. Melawan City, penampilan kami memang belum cukup baik”.

Evaluasi Para Pemain

Bek tengah Matthijs de Ligt mengakui performa tim belum maksimal: “Kita harus menjadi lebih baik dan membuktikannya. Di babak pertama, mereka lebih baik. Di babak kedua, mereka mencetak dua gol dengan cepat, lalu menambah satu gol lagi karena kesalahan kami. Kami bermain lebih baik, tapi mereka jelas jauh lebih baik”.

Meski begitu, De Ligt menekankan United menciptakan banyak peluang: “Kami hanya tidak bisa memanfaatkan bola-bola terakhir dengan baik”.

Bruno Fernandes juga menyoroti masalah berulang tim: “Kami terus menciptakan peluang tapi tidak mampu mencetak gol yang cukup. Fokus kami ke depan adalah mencetak gol dan menjaga gawang. Itulah inti sepak bola”.

Statistik Menyakitkan

Mengejutkan, United mencatat lebih banyak tembakan musim ini dibanding tim Liga Primer lain. Hanya Barcelona, Real Madrid, dan Real Betis yang mencatatkan tembakan tepat sasaran lebih banyak di lima liga top Eropa.

Namun, rasio konversi gol sangat rendah. Dari 71 tembakan, hanya dua gol tercipta—salah satunya penalti Fernandes melawan Burnley. Padahal, United menghabiskan £200 juta ($272,3 juta) untuk membeli penyerang baru musim panas ini.

Sejarah menunjukkan gol akan datang jika tim terus menciptakan peluang, tapi Manchester United kini harus memutus kebiasaan buruk yang mengulang preseden historis. (MR-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *