Peneliti BRIN Ingatkan Warga Waspada Potensi Gempa Sesar Lembang

Rentetan Gempa Tidak Bisa Langsung Disimpulkan Foreshock

WARGA di 15 kecamatan Bandung Raya hidup berdampingan dengan zona merah Sesar Lembang, patahan aktif yang berpotensi memicu gempa besar. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat mitigasi bencana. (Sumber Foto: Istimewa)

Mataredaksi.com, BANDUNG BARAT – Rentetan gempa di Sesar Lembang pekan lalu belum pasti foreshock. Gempa di Kabupaten Bekasi juga harus diwaspadai.

Mudrik Rahmawan Daryono, peneliti BRIN, menekankan gempa kecil bisa memberi tanda sebelum gempa besar terjadi, tetapi ia belum bisa memastikan urutannya.

“Saya setuju dengan BMKG. Mereka khawatir ini foreshock. Setelah gempa di Sesar Lembang, Bekasi juga terguncang. Gempa besar bisa terjadi di sini atau Sesar Baribis”, kata Mudrik, Senin (25/8/2025) di Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Sesar Lembang Masuki Rentang Energi Besar

Sesar Lembang sudah memasuki rentang pelepasan energi besar sejak abad ke-15. Siklus pelepasan energi sesar ini berkisar 170–560 tahun.

“Rekaman sedimentasi geologi abad ke-15 menunjukkan Sesar Lembang sudah 560 tahun sejak gempa terakhir. Rentang ini memungkinkan gempa terjadi sekarang atau seratus tahun mendatang”, jelas Mudrik.

Bukti Kedahsyatan Sesar Lembang

Gunung Batu termasuk bagian Sesar Lembang. Aktivitas sesar mengangkat Gunung Batu setelah letusan Gunung Sunda sekitar 510.000 tahun lalu.

Gempa magnitudo 6,5–7 menyebabkan Gunung Batu naik hingga 40 sentimeter.

Kesiapsiagaan Lebih Penting dari Sensor

Mudrik menekankan pemerintah Bandung Raya telah mendidik masyarakat untuk menghadapi bencana. Warga yang siap lebih efektif daripada mengandalkan Early Warning System (EWS) semata.

“Jeda waktu hanya beberapa detik. Bandung dekat sumber Sesar Lembang. Warga harus siap agar bisa bertahan dan aman”, pungkasnya. (MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *