Mataredaksi.com, BOGOR, – Paris Saint-Germain dan Bayern München menyuguhkan laga semifinal Liga Champions UEFA 2025/2026 yang luar biasa dramatis.
Dalam leg pertama di Stade Parc des Princes, Rabu (29/4/2026) dini hari WIB, PSG menang tipis 5-4 atas wakil Bundesliga Jerman itu dalam pertandingan penuh intensitas.
Duel dua raksasa Eropa ini langsung mencatat sejarah sebagai salah satu semifinal paling spektakuler di Liga Champions UEFA.
Kedua tim saling berbalas gol dalam tempo tinggi, menghadirkan sembilan gol sekaligus memecahkan rekor jumlah gol terbanyak dalam satu laga semifinal kompetisi tersebut.
Bayern Membuka Keunggulan, PSG Membalas Cepat
Bayern München membuka keunggulan lewat penalti Harry Kane setelah Luis Fernando Díaz dijatuhkan Willian Pacho di kotak terlarang. Wasit utama Sandro Schärer menunjuk titik putih.
Kane yang maju sebagai algojo sukses menaklukkan Matvey Safonov dan menyamai rekor Robert Lewandowski sebagai pemain München yang mencetak gol dalam lima laga beruntun fase gugur Liga Champions.
Namun, tuan rumah segera memberi respons. Pada menit ke-24, Khvicha Kvaratskhelia menusuk dari sisi kiri dan melepaskan tembakan akurat ke sudut kanan bawah gawang Manuel Neuer. Gol itu membuat skor berubah menjadi 1-1.
Keunggulan kemudian berbalik ke kubu PSG lewat João Neves. Gelandang muda itu menyundul bola hasil sepak pojok dan membawa timnya memimpin 2-1.
Die Bayern kembali menyamakan skor pada menit ke-41. Michael Olise melewati kawalan lawan dan melepaskan tembakan akurat yang mengubah skor menjadi 2-2.
Namun, PSG kembali unggul sebelum turun minum. Ousmane Dembélé mencetak gol penalti setelah wasit menilai Alphonso Davies melakukan handball usai tinjauan Video Assistant Referee atau VAR. PSG pun menutup babak pertama dengan keunggulan 3-2.
PSG Menjauh, Bayern Mengejar
Memasuki babak kedua, tim tuan rumah langsung tampil tajam. Dalam waktu dua menit, Marcos Aoás Corrêa, yang lebih dikenal sebagai Marquinhos dan kolega mencetak dua gol tambahan.
Kvaratskhelia mencetak gol keduanya setelah menerima umpan silang rendah dari Achraf Hakimi. Tak lama berselang, Dembélé memperbesar keunggulan menjadi 5-2 lewat penyelesaian klinis yang sempat mengenai tiang.
Bayern München tidak menyerah. Dayot Upamecano memperkecil ketertinggalan melalui sundulan hasil tendangan bebas Joshua Kimmich.
Tekanan Bayern München berlanjut dan menghasilkan gol keempat melalui Luis Díaz. VAR sempat meninjau gol itu sebelum akhirnya mengesahkannya. Skor berubah menjadi 5-4 dan membuat pertandingan kembali menegangkan.
Peluang emas kembali didapat PSG lewat Senny Mayulu, tetapi tembakannya membentur mistar. Di sisi lain, sundulan Joshua Kimmich nyaris menyamakan kedudukan, namun pemain PSG berhasil menyapu bola di garis gawang.
Rekor Baru di Liga Champions
Kemenangan ini menjadi modal penting bagi PSG menjelang leg kedua di Stadion Allianz Arena pekan depan. Meski unggul agregat sementara, Les Parisiens tetap harus waspada karena Bayern München menunjukkan daya juang yang besar.
Laga ini juga menghadirkan catatan bersejarah. Bayern München kebobolan lima gol di kompetisi Eropa untuk pertama kalinya sejak semifinal Liga Champions musim 1994/1995 saat kalah 2-5 dari Ajax.
Di sisi lain, PSG kini sudah mencetak sedikitnya lima gol dalam empat pertandingan Liga Champions musim ini. Catatan itu menyamai rekor Liverpool pada musim 2017/2018.
Sebelumnya, rekor gol terbanyak dalam satu laga semifinal Liga Champions adalah tujuh gol. Pertemuan PSG kontra Bayern München memecahkan rekor itu dengan total sembilan gol.
Secara statistik, Bayern München unggul dalam peluang dengan catatan expected goals (xG) sebesar 2,51. PSG mencatat xG sebesar 1,91. Namun efektivitas penyelesaian akhir menjadi pembeda dalam pertandingan ini.
Trio penyerang Bayern München, Harry Kane, Michael Olise, dan Luis Díaz, juga tampil impresif. Ketiganya sudah mengoleksi total 100 gol musim ini dan masing-masing berkontribusi lebih dari 10 gol di Liga Champions 2025/2026.
Dengan selisih satu gol, duel PSG dan Bayern masih terbuka lebar. Leg kedua di Jerman dipastikan kembali menghadirkan pertarungan sengit antara dua kandidat kuat juara Eropa musim ini. (MR-02)






