Mataredaksi.com, BOGOR – Pelatih Bayern München, Vincent Kompany, menilai timnya sebenarnya bisa mencetak lebih banyak gol saat kalah 4-5 dari Paris Saint-Germain pada leg pertama semifinal Liga Champions UEFA 2025/2026.
Dalam laga yang berlangsung di Stade Parc des Princes, Rabu (29/4/2026) dini hari WIB, Bayern harus pulang dengan kekalahan tipis setelah terlibat duel sengit sembilan gol melawan tuan rumah PSG.
Meski kalah, Kompany tetap memuji penampilan menyerang anak asuhnya. Menurut dia, Bayern memiliki cukup peluang untuk menambah dua hingga tiga gol lagi dalam pertandingan tersebut.
Kompany Soroti Penyelesaian dan Pertahanan Bayern
Kompany menyebut laga antara Bayern dan PSG berjalan terbuka karena kedua tim sama-sama bermain menyerang. Situasi itu membuat banyak peluang tercipta sepanjang pertandingan.
“Ketika dua tim dengan pendekatan seperti itu bertemu, sesuatu seperti hari ini bisa terjadi. Saya pikir kami bisa mencetak dua atau tiga gol lagi”, ujar Kompany melalui iMiaSanMia dilansir Mataredaksi.
Ia mengatakan Bayern berkali-kali mampu menembus pertahanan PSG, namun penyelesaian akhir belum maksimal. Di sisi lain, ia menilai pertahanan timnya masih terlalu mudah ditembus saat kehilangan bola.
“Kami sering berada di depan gawang PSG, tetapi yang perlu kami tingkatkan adalah organisasi pertahanan kami ketika kami kehilangan bola. Kami tidak selalu terlihat bagus di sana dan membiarkan lawan menyerang terlalu mudah”, lanjutnya.
Menurut pelatih asal Belgia itu, kelemahan saat transisi bertahan menjadi salah satu penyebab Bayern kebobolan lima gol dalam laga tersebut.
Optimistis Balikkan Keadaan di Allianz Arena
Meski tertinggal agregat 4-5, Kompany tetap optimistis Bayern bisa membalikkan keadaan pada leg kedua di Allianz Arena pekan depan.
Ia menegaskan timnya punya pengalaman bangkit di kandang. Selain itu, ia berharap dukungan penuh dari para suporter bisa memberi energi tambahan bagi tim.
“Sekarang kami harus menang di kandang, tetapi kami sering melakukannya sebelumnya. Kami membutuhkan 75.000 penggemar minggu depan dan suasana seperti melawan Real Madrid, bahkan mungkin lebih”, kata Kompany.
Kompany juga mengaku tidak nyaman harus menyaksikan pertandingan dari tribun akibat hukuman skorsing.
Ia lebih memilih mendampingi langsung tim dari pinggir lapangan, terutama dalam laga penting seperti semifinal Liga Champions. “Itu bukan posisi yang saya inginkan untuk menonton pertandingan”, ujar Kompany.
Pelatih asal Belgia itu bahkan sempat bercanda dengan Luis Enrique soal pengalaman menyaksikan pertandingan dari tribun.
“Saya memberi tahu Luis Enrique bahwa saya tidak mengerti bagaimana dia suka menonton pertandingan dari sini. Saya menyukai mentalitas tim hari ini. Itu adalah permainan bagi orang-orang yang mencintai sepak bola”, katanya.
Bayern Masih Punya Peluang
Walau kalah di Paris, Bayern masih memiliki peluang besar untuk lolos ke final. Selisih satu gol membuat leg kedua di Allianz Arena dipastikan berlangsung sengit. Bayern hanya perlu memperbaiki organisasi pertahanan agar bisa membalikkan agregat.
Dengan produktivitas lini serang yang tetap tajam, peluang Bayern untuk bangkit masih terbuka lebar. Pertemuan kedua semifinal Liga Champions diprediksi kembali menghadirkan duel terbuka antara dua tim dengan kekuatan menyerang terbaik di Eropa musim ini. (MR-02)






