Mataredaksi.com, BOGOR – Fútbol Club Barcelona harus menghentikan laju sembilan kemenangan beruntun mereka di La Liga EA Sports 2025/2026. Blaugrana takluk 1-2 dari Real Sociedad de Fútbol pada pekan ke-20 di Stadion Reale Arena, San Sebastián, Senin (19/1/2026) dini hari WIB, meski tuan rumah menuntaskan laga dengan 10 pemain.
Kekalahan ini menggagalkan upaya Barcelona memperlebar jarak menjadi empat poin di puncak klasemen. Sebaliknya, Txuri-urdin (Putih-Biru) – julukan Real Sociedad – meraih kemenangan krusial dalam laga yang sarat keputusan Video Assistant Referee atau VAR dan momen keberuntungan.
MERAYAKAN GOL – Para pemain Real Sociedad merayakan gol kedua timnya pada laga pekan ke-20 La Liga EA Sports 2025/2026 melawan Barcelona, di Stadion Reale Arena, San Sebastián, Senin (19/1/2026) dini hari WIB. (Sumber foto: X@RealSociedad)
Gol Dianulir dan Awal Frustrasi Barcelona
Real Sociedad hampir unggul cepat lewat Carlos Soler pada menit pertama. Namun, VAR menganulir gol tersebut karena offside. Barcelona kemudian mengalami nasib serupa. Gol Fermín López dan Lamine Yamal juga dianulir, sementara Frenkie de Jong gagal mencetak gol setelah hakim garis mengangkat bendera.
Barcelona menguasai permainan dan terus menekan pertahanan tuan rumah. Akan tetapi, penyelesaian akhir menjadi masalah utama. Sepanjang laga, Blaugrana lima kali membentur tiang gawang.
Tiang Gawang Jadi Musuh Utama
Dani Olmo dan Robert Lewandowski nyaris membawa Barcelona unggul, tetapi Álex Remiro menggagalkan peluang mereka sebelum bola membentur mistar. Situasi ini menggambarkan malam apes bagi tim asuhan Hansi Flick, meski dominasi mutlak terlihat jelas.
SELEBRASI – Gelandang Real Sociedad Gonçalo Guedes melakukan selebrasi ala pesawat tempur usai mencetak gol kemenangan 2-1 timnya pada laga pekan ke-20 La Liga EA Sports 2025/2026 melawan Barcelona, di Stadion Reale Arena, San Sebastián, Senin (19/1/2026) dini hari WIB. (Sumber foto: X@RealSociedad)
Oyarzabal Pecah Kebuntuan
Di tengah tekanan Barcelona, Real Sociedad justru mencuri gol lebih dulu. Pada menit ke-32, Mikel Oyarzabal mencetak gol pembuka lewat tendangan voli spektakuler setelah memanfaatkan umpan silang Gonçalo Guedes. Gol tersebut mengubah jalannya laga dan memaksa Barcelona meningkatkan intensitas serangan hingga turun minum.
Rashford Menjawab, Guedes Menghukum
Barcelona akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-70. Marcus Rashford menanduk bola hasil umpan silang Lamine Yamal untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Namun, kegembiraan itu hanya bertahan singkat. Kurang dari satu menit berselang, Gonçalo Guedes kembali membawa Real Sociedad unggul lewat tendangan voli setelah kemelut di depan gawang.
Kartu Merah Tak Mengubah Nasib
Situasi semakin sulit bagi tuan rumah ketika Carlos Soler menerima kartu kuning kedua akibat melanggar Pedri. Meski bermain dengan 10 pemain di sisa laga, Real Sociedad tetap mampu meredam tekanan Barcelona hingga peluit akhir.
Sundulan Jules Koundé kembali membentur tiang gawang di menit-menit akhir, menegaskan frustrasi Barcelona sepanjang pertandingan.
GAGAL GOL – Gelandang bertahan Real Sociedad, Igor Zubeldia nyaris mencetak gol jika saja tendangan chipnya berhasil ditepis kiper Barcelona Joan García pada laga pekan ke-20 La Liga EA Sports 2025/2026, di Stadion Reale Arena, San Sebastián, Senin (19/1/2026) dini hari WIB. (Sumber foto: X@RealSociedad)
Analisis Data: Dominasi Tanpa Hasil
Statistik menempatkan Barcelona jauh di atas lawannya. Blaugrana mencatat 3,69 expected goals (xG), sementara Real Sociedad hanya menghasilkan 1,01 xG dengan penguasaan bola 27,3 persen.
Kemenangan ini juga mengukuhkan catatan positif pelatih Real Sociedad, Pellegrino Matarazzo. Ia menjadi pelatih keempat abad ini yang tak terkalahkan dalam tiga laga La Liga pertamanya, menyusul Roberto Olabe, Raynald Denoueix, dan Imanol Alguacil.
Barcelona pun masuk catatan sejarah yang pahit. Mereka menjadi tim kedua di lima liga top Eropa yang lima kali membentur tiang gawang dalam satu pertandingan dan tetap kalah, setelah Brighton saat menghadapi Manchester United pada September 2020.
Flick: Kami Layak Menang
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, mengaku kecewa berat usai pertandingan. Ia menilai hasil akhir tidak mencerminkan performa timnya. “Hasil ini tidak mencerminkan performa kami”, ujar Flick seperti dikutip Mataredaksi dari laman resmi klub.
Pelatih asal Jerman itu menegaskan Barcelona pantas meraih kemenangan. “Kami memainkan pertandingan yang sangat bagus. Ada hari-hari ketika Anda mengerahkan banyak energi, tetapi keberuntungan tidak berpihak. Kami layak menang, tetapi inilah sepak bola”, kata Hansi Flick.
EKSPRESI Mikel Oyarzabal usai mencetak gol pembuka Real Sociedad pada pekan ke-20 La Liga EA Sports 2025/2026 melawan Barcelona, di Stadion Reale Arena, San Sebastián, Senin (19/1/2026) dini hari WIB. (Sumber foto: X@RealSociedad)
Evaluasi Pertahanan dan Fokus ke Depan
Meski kecewa, Flick tetap menyoroti aspek yang harus dibenahi. Ia menilai lini pertahanan Barcelona perlu bereaksi lebih cepat, terutama setelah gol penyeimbang. “Kami harus bertahan lebih baik, terutama setelah kebobolan gol kedua yang terjadi segera setelah kami mencetak gol”, lanjutnya.
Flick juga menolak memperpanjang polemik soal kepemimpinan wasit. “Saya tidak ingin membuang energi untuk wasit. Semua orang sudah melihat apa yang terjadi. Kami harus fokus pada hal-hal yang bisa kami kendalikan”, tegasnya.
Persaingan Juara Kian Ketat
Kekalahan ini menjadi peringatan serius bagi Barcelona. Meski gagal membawa pulang poin, performa Blaugrana menunjukkan mereka tetap berbahaya jika mampu meningkatkan efektivitas di momen krusial.
Persaingan juara La Liga 2025/2026 pun semakin ketat. Barcelona kini hanya unggul satu poin dari Real Madrid yang menguntit di posisi kedua dengan 48 poin dari 20 pertandingan. (MR-02)






