Ronald Koeman ‘Kecewa’; Meski Belanda Raih Kemenangan 3-2 atas Lithuania

BOS Belanda Ronald Koeman menunjukkan ekspresi kecewa saat menanggapi penampilan timnya, sementara Memphis Depay merayakan gol ke-52 yang membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Belanda, Senin (8/9/2025). (Sumber foto: X/@brohooom100)

Mataredaksi.com, BOGOR – Manajer Belanda, Ronald Koeman, mengaku “sedikit marah” dengan cara timnya bermain saat mengalahkan Lithuania 3-2 pada Kualifikasi Piala Dunia 2026, di Stadion Darius dan Girėnas, Kaunas, Minggu (7/9/2025) malam WIB. Meskipun menang, penampilan De Oranje tidak meyakinkan, bahkan sempat membuat Koeman khawatir kehilangan poin.

Kemenangan Tipis, Tetapi Tidak Meyakinkan

Belanda sempat unggul 2-0 sebelum Lithuania bangkit dan menyamakan kedudukan menjadi 2-2 hanya dalam dua menit terakhir babak pertama. Kesalahan gelandang PSV Jerdy Schouten memicu gol pertama Lithuania, sementara Stefan de Vrij memberikan tendangan bebas yang menjadi penyebab gol kedua. Koeman menyoroti kurangnya tekanan dari pemainnya setelah memimpin dua gol.

“Sudah jelas bahwa kami bermain dengan api. Untungnya, itu tidak merugikan kami setiap poin. Kalau tidak, itu mungkin bencana”, kata Koeman kepada NOS.

Memphis Depay Cetak Rekor Baru

Dalam laga yang penuh kejutan ini, Memphis Depay menjadi bintang utama Belanda. Mantan striker Manchester United dan Barcelona itu mencetak dua gol, menjadikan total gol internasionalnya 52 dan menyalip Robin van Persie sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Belanda.

“Untungnya, kami memiliki Memphis”, puji Koeman, menambahkan bahwa tendangan bebas yang memicu gol Lithuania seharusnya bisa diantisipasi lebih baik.

Koeman Ingatkan Tim untuk Tidak Ceroboh

Belanda sebelumnya bermain imbang dengan Polandia di kandang pada Kamis lalu. Koeman mengingatkan timnya untuk meningkatkan konsentrasi di pertandingan mendatang, terutama saat menghadapi Malta dan Finlandia pada Oktober.

“Selama periode yang baik, kami memiliki tim yang solid, agresif dan berani bermain satu lawan satu. Kami bisa memainkan sepakbola yang layak, tetapi Anda tidak akan memenangkan apa pun yang bermain seperti ini”, tegasnya. (MR-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *