Mataredaksi.com, BOGOR – Tim nasional Mesir memastikan satu tempat di perempat final Piala Afrika TotalEnergies (AFCON) 2025 setelah menaklukkan Republik Benin dengan skor 3-1 lewat perpanjangan waktu hingga Selasa (6/1/2026) dini hari WIB. Laga babak 16 besar di Grand Stade d’Agadir, Senin (5/1/2026) malam WIB, berlangsung ketat sebelum pengalaman The Pharaohs (Para Firuan) berbicara di momen krusial.

Benin Berani, Mesir Kesulitan di Babak Pertama
Timnas Benin tampil tanpa rasa takut sejak awal pertandingan. Dijuluki Les Écureuils (Tupai), tim asuhan Gernot Rohr bermain disiplin di lini belakang dan agresif saat melancarkan serangan balik. Aloko, Olaitan, dan Jodel Dossou beberapa kali merepotkan pertahanan Mesir, sementara kiper Marcel Dandjinou tampil sigap dengan sejumlah penyelamatan penting.
Meski menurunkan Mohamed Salah, Mesir kesulitan membongkar pertahanan lawan pada babak pertama. Dominasi penguasaan bola belum berbuah peluang bersih, sehingga kedua tim menutup paruh pertama laga tanpa gol.
Marwan Attia Pecah Kebuntuan
Mesir meningkatkan tempo permainan selepas jeda. Tekanan yang terus mengalir akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-69. Marwan Attia melepaskan tembakan keras dari tepi kotak penalti untuk membuka keunggulan Mesir, menyelesaikan rangkaian serangan yang berawal dari sisi kanan melalui Mohamed Salah.
Gol tersebut tidak membuat Benin mengendur. Mereka tetap menekan dan menemukan hasil pada menit ke-83. Jodel Dossou memanfaatkan kelengahan lini belakang Mesir untuk menyamakan skor dan memaksa laga berlanjut ke perpanjangan waktu.
Pengalaman Mesir Jadi Pembeda
Pada babak tambahan, pengalaman Mesir menjadi faktor penentu. Yasser Ibrahim membawa Mesir kembali unggul pada menit ke-97 lewat sundulan setelah menyambut umpan silang dari sisi kanan.
Benin mencoba merespons dengan mengerahkan sisa tenaga mereka ke depan. Namun, langkah itu justru membuka ruang di lini belakang. Situasi tersebut dimanfaatkan Mesir pada menit-menit akhir pertandingan.
Salah Kunci Kemenangan di Menit Akhir
Mohamed Salah memastikan kemenangan Mesir dengan menyelesaikan serangan balik cepat pada menit ke-120+4. Gol tersebut menutup perlawanan Benin sekaligus mengantar The Pharaohs ke babak perempat final.
Hasil ini membawa Mesir melangkah lebih jauh di turnamen, sementara Benin tersingkir dengan kepala tegak setelah memberikan perlawanan sengit terhadap salah satu favorit juara. Di perempat final, Mesir akan menghadapi pemenang laga antara Pantai Gading dan Burkina Faso.
Reaksi Pasca-Pertandingan
Yasser Ibrahim, yang terpilih sebagai TotalEnergies Man of the Match, mengakui laga berjalan sulit. “Ini bukan pertandingan yang mudah. Benin adalah tim yang bagus. Kami sempat kehilangan kendali, tetapi tim merespons dengan baik. Sekarang kami fokus ke pertandingan berikutnya”, ujarnya.
Pelatih Timnas Benin, Gernot Rohr, tetap memuji sikap para pemainnya. “Pertandingan ini benar-benar menjadi pertarungan. Mesir memiliki kualitas individu lebih baik, apalagi kami kehilangan Steve Mounié. Namun saya bangga dengan solidaritas dan semangat juang pemain saya. Ini modal penting untuk masa depan Benin”, kata Rohr.
Sementara itu, pelatih Mesir Hossam Hassan menilai kesiapan mental menjadi kunci kemenangan. “Saya selalu mengatakan tidak ada lawan yang mudah. Benin tim yang tangguh. Para pemain menunjukkan karakter kuat, terutama setelah cedera Mohamed Hamdy. Kami siap bermain 90 menit atau lebih”, ucapnya. (MR-01)







