Mataredaksi.com, BOGOR – Pelatih kepala Persib Bandung Bojan Hodak menegaskan timnya wajib meningkatkan performa pada putaran kedua BRI Super League 2025/2026 jika ingin menjaga posisi puncak klasemen hingga akhir musim. Meski keluar sebagai juara paruh musim, Hodak mengaku belum sepenuhnya puas dengan penampilan anak asuhnya sepanjang putaran pertama.
Hodak menyoroti sejumlah catatan yang masih mengganjal. Persib beberapa kali gagal memaksimalkan peluang dari titik penalti, kerap kehilangan konsentrasi pada menit-menit akhir pertandingan, serta menelan tiga kekalahan sepanjang putaran pertama. Menurut dia, perbaikan pada aspek-aspek tersebut akan membantu Persib tampil lebih konsisten pada paruh musim kedua.
LINI BELAKANG SOLID – Penampilan kiper Persib Bandung, Teja Pakualam saat mengawal gawang pada laga BRI Super League 2025/2026, Minggu (11/1/2026) sore, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). (Sumber foto: persib.co.id)
“Saya tidak bisa komplain karena sejauh ini kami bermain cukup baik dan berada di posisi nomor satu, baik di liga domestik maupun di grup ACL 2. Ini pertanda bagus, tetapi kami masih bisa tampil lebih baik,” ujar Hodak, dikutip Mataredaksi dari laman resmi klub, Kamis (15/1/2026).
Persib akan mengawali putaran kedua dengan menjamu PSBS Biak di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu (25/1/2026). Tim pelatih menilai waktu persiapan cukup ideal karena para pemain baru menyelesaikan masa libur singkat setelah laga kontra Persija Jakarta pada Minggu (11/1/2026). Skuad Pangeran Biru dijadwalkan kembali menjalani latihan bersama pada Jumat (16/1/2026).
SAPA BOBOTOH – Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak memberikan keterangan kepada media usai putaran pertama pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026 melawan Persija Jakarta, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (11/1/2026) sore. (Sumber foto: persib.co.id)
Lini Pertahanan Jadi Modal Utama Persib
Persib membawa modal penting menuju putaran kedua lewat solidnya lini pertahanan. Sepanjang putaran pertama BRI Super League 2025/2026, Persib tampil sebagai tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit. Dari 17 pertandingan, Pangeran Biru hanya kemasukan 11 gol.
Rekor kandang Persib juga mencolok. Dari delapan laga di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Persib hanya kebobolan satu gol, yakni saat menghadapi Borneo Samarinda FC. Catatan tersebut membuat Persib unggul dari Persija Jakarta dan Persita Tangerang yang sama-sama kebobolan 14 gol. Borneo Samarinda FC dan Persebaya Surabaya menyusul dengan 16 kali kebobolan.
MERAYAKAN JUARA – Para pemain Persib merayakan juara paruh musim BRI Super League 2025/2026, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (11/1/2026) sore. (Sumber foto: persib.co.id)
Konsistensi lini belakang memberi Persib keunggulan dalam mengelola tempo pertandingan. Pertahanan yang disiplin membantu tim menjaga stabilitas permainan sekaligus mengurangi tekanan pada lini tengah dan penjaga gawang.
Hodak menilai pertahanan yang kokoh menjadi fondasi utama dalam perburuan gelar juara. “Jika melihat hasil dan klasemen, yang paling penting adalah pertahanan berjalan dengan baik. Sejauh ini pertahanan kami yang terbaik di liga dan itu menjadi kunci,” tegasnya.
SELEBRASI – Para pemain, pelatih dan ofisial Persib melakukan selebrasi usai juara paruh musim setelah mengalahkan Persija Jakarta, 1-0 BRI Super League 2025/2026, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (11/1/2026) sore. (Sumber foto: persib.co.id)
Lini Serang Masih Jadi Pekerjaan Rumah
Meski tampil solid di belakang, Hodak tetap memberi perhatian khusus pada sektor penyerangan. Hingga akhir putaran pertama, Persib mencetak 27 gol. Jumlah tersebut masih berada di bawah Malut United (33 gol), Persija Jakarta (32), dan Borneo FC (31).
Hodak menegaskan keseimbangan antara pertahanan dan serangan akan menentukan langkah Persib pada putaran kedua. “Serangan bisa memenangkan pertandingan, tetapi pertahanan juga bisa memenangkan gelar juara,” pungkasnya. (MR-05)






