Lautaro Martínez: Inter Milan Butuh Perubahan

Merayakan - Pemain Inter Milan, Marcus Thuram dan Lautaro Martínez merayakan setelah dikonfirmasi sebagai juara Serie A Italia 2025/2026, setelah kemenangan 2-0 dalam pertandingan pekan ke-35 melawan Parma Calcio 1913, di Stadion Giuseppe Meazza, San Siro, Senin (4/5/2026) dini hari WIB. “El Toro” menilai kehadiran pelatih baru, Cristian Chivu, membawa energi berbeda dalam perjalanan menuju Scudetto. (Sumber foto: Marco Luzzani/Getty Images)

Mataredaksi.com, BOGOR – Kapten Inter Milan, Lautaro Martínez, mengakui timnya memang membutuhkan perubahan setelah musim lalu yang berakhir tanpa gelar. Ia menilai kehadiran pelatih baru, Cristian Chivu, membawa energi berbeda dalam perjalanan menuju Scudetto Serie A Italia 2025/2026.

Inter memastikan gelar setelah menang 2-0 atas Parma Calcio 1913 di Stadion Giuseppe Meazza, San Siro, Senin (4/5/2026) dini hari WIB. Gol kemenangan dicetak Marcus Thuram (45+1’) dan Henrikh Mkhitaryan (80‘), dengan kontribusi assist dari Lautaro.

Meski meraih sukses, Lautaro mengakui perjalanan menuju gelar tidak mudah. Ia bahkan sempat melontarkan kritik keras kepada rekan setimnya pada awal musim, termasuk kepada Hakan Çalhanoğlu. Namun, ia tidak menyesali pernyataannya tersebut.

“Apa yang saya katakan saat itu adalah apa yang saya rasakan. Saya melihat beberapa hal yang tidak saya sukai, jadi saya mengungkapkannya”, ujar Lautaro.

Menurutnya, kegagalan musim lalu justru menjadi titik balik bagi tim. Inter mampu bangkit dan menunjukkan konsistensi, baik di dalam maupun luar lapangan.

“Kami sangat bahagia sekarang. Tidak mudah memulai lagi setelah kehilangan semua gelar, tetapi kami bekerja keras dan akhirnya mencapai tujuan ini”, tambahnya.

Keberhasilan ini terasa spesial karena Inter mengunci gelar di kandang sendiri. Selain itu, produktivitas tim juga menonjol setelah mencetak lebih dari 100 gol musim ini di semua kompetisi, sebuah pencapaian langka di sepak bola Italia.

Lautaro menilai kekuatan utama Inter terletak pada soliditas tim. Ia menegaskan bahwa kesatuan skuad menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi di kompetisi yang ketat seperti Serie A.

“Kami tetap fokus sebagai satu kelompok. Itu adalah hal paling penting dan paling saya banggakan dari tim ini”, katanya.

Ia juga memberikan pujian kepada Chivu yang mampu membawa suasana baru di ruang ganti. Meski bukan pilihan utama, pelatih asal Rumania itu dinilai berhasil meningkatkan motivasi dan kebersamaan tim.

“Dia membawa energi segar dan membuat semua pemain merasa terlibat. Kami bahkan bisa berlatih dengan senyuman, dan itu sangat membantu”, jelas Lautaro.

Era Baru dan Target Ganda

Perubahan ini menjadi momen krusial setelah era Simone Inzaghi berakhir. Lautaro Martínez menilai tim memang membutuhkan sudut pandang baru agar bisa kembali bersaing di level tertinggi.

Meski sudah meraih Scudetto, Inter Milan tidak ingin berhenti. Mereka kini memburu gelar ganda saat menghadapi Lazio di final Coppa Italia di Stadio Olimpico, Roma, pada 13 Mei.

Selain itu, Lautaro juga terus menjaga peluang meraih gelar top skor liga musim ini. Ia tampil konsisten sebagai ujung tombak utama sepanjang kompetisi.

Bomber yang dijuluki “El Toro” (Sang Banteng) menegaskan ambisinya tetap tinggi. Ia ingin menambah trofi dan membawa Inter meraih kesuksesan lebih besar di masa depan.

Mentalitas Jadi Pembeda

Selain kolektivitas, Lautaro juga menyoroti perkembangan mentalitas tim sepanjang musim. Ia melihat Inter mampu belajar dari tekanan, terutama setelah hasil kurang maksimal di awal kompetisi.

Menurutnya, respons tim terhadap situasi sulit menjadi pembeda utama. Para pemain tetap fokus dan percaya pada proses bersama pelatih baru. “Kami tumbuh sebagai tim. Setiap pertandingan memberi pelajaran dan membuat kami semakin kuat”, ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan ini bukan hanya soal kualitas individu, melainkan hasil kerja bersama seluruh elemen tim, termasuk staf pelatih dan dukungan suporter. “Selalu ada ruang untuk trofi baru. Itulah mentalitas saya dan Inter”, tegasnya. (MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *