Mataredaksi.com, BOGOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, terus mempercepat penanganan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Bahkan Pemkab Bogor, mentargetkan 8.000 unit rumah harus selesai direnovasi dalam waktu satu tahun kedepan.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan, upaya penuntasan 24 Ribu RTLH di Kabupaten Bogor, jadi fokus utama Pemkab Bogor.
“Saat ini ada sekitar 24.000 RTLH di Kabupaten Bogor yang harus dibenahi. Namun untuk mencapai target tersebut, pihaknya mengandalkan kolaborasi lintas sektor agar perbaikan berjalan lebih optimal”, kata Bupati Rudy Susmanto.
“Kita akan tuntaskan dalam waktu satu tahun. Maka skala prioritas beberapa wilayah kita akan prioritaskan”, kata Rudy.
Dalam pelaksanaannya, Pemkab Bogor menggunakan skema pendanaan gotong royong yang melibatkan pemerintah pusat, daerah, hingga sektor swasta. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut:
1. Kementerian Perumahan: Bantuan untuk kurang lebih 4.000 rumah.
2. APBD Kabupaten Bogor: Anggaran untuk 2.570 rumah, dengan nilai bantuan per rumah sebesar Rp20 juta.
3. Corporate Social Responsibility (CSR): Bantuan dari PT Astra untuk 1.000 rumah, serta dukungan dari berbagai pihak swasta lainnya.
Peran Tim Reaksi Cepat (TRC)
Guna memastikan efektivitas di lapangan, Rudy menegaskan bahwa Pemkab Bogor selalu menyiapkan tim khusus setiap tahunnya, yaitu Tim Reaksi Cepat (TRC). Tim ini terdiri dari unsur Pemerintah, TNI, dan Polri yang bertugas berkolaborasi untuk mempercepat proses perbaikan.
“Kami akan gabungkan, maka di tahun ini mudah-mudahan ada kurang lebih hampir 8.000 rumah tidak layak huni yang akan kita perbaiki di Kabupaten Bogor”, pungkasnya. (MR-06)






