Giráldez Akui Ketajaman Barcelona Jadi Pembeda Kekalahan Lyon di Final UEFA Women’s Champions League

Melewati Trofi – Pelatih Olympique Lyonnais Féminin, Jonatan Giráldez, melewati podium tempat trofi dipajang usai kekalahan 0-4 dari FC Barcelona Femení pada final UEFA Women’s Champions League 2025/2026 di Ullevaal Stadion, Oslo, Norwegia, Sabtu (23/5/2026) malam WIB. Giráldez menilai efektivitas Blaugranes di area penalti menjadi pembeda utama pada laga final tersebut. (Sumber foto: @BarcaFem/X)

Mataredaksi.com, BOGOR – Pelatih Olympique Lyonnais Féminin, Jonatan Giráldez, menilai efektivitas lini serang Futbol Club Barcelona Femení menjadi faktor utama kekalahan 0-4 timnya pada final UEFA Women’s Champions League (UWCL) 2025/2026, di Ullevaal Stadion, Oslo, Norwegia, Sabtu (23/5/2026) malam WIB.

Lyonnais sebenarnya mampu memberikan perlawanan ketat pada babak pertama. Namun, ketajaman Ewa Pajor dan Salma Paralluelo membuat Blaugranes tampil dominan setelah jeda.

“Perbedaan utamanya terletak pada kualitas yang mereka tunjukkan di area penalti. Mereka adalah yang terbaik di dunia di posisi mereka, dan Pajor maupun Paralluelo membuat perbedaan besar”, ujar Giráldez, dikutip Mataredaksi dari Mundo Deportivo.

Mantan pelatih Barcelona Femení itu menilai timnya sempat berhasil mengontrol permainan pada 45 menit pertama. Lyon bahkan mampu menekan penguasaan bola Barça Femení hingga hanya sekitar 42 persen dan menciptakan beberapa peluang berbahaya. “Di babak pertama kami cukup mengendalikan permainan. Mereka terlihat tidak nyaman dan kami menciptakan peluang untuk mencetak gol”, katanya.

Menurut Giráldez, momentum pertandingan berubah total setelah Barcelona mencetak gol pembuka pada babak kedua. Kesalahan di area permainan sendiri membuat Lyon kehilangan kendali dan harus mengambil risiko lebih besar.

Ia menyebut gol kedua Barcelona lahir dari serangan balik sempurna yang semakin menyulitkan Les Fenottes untuk bangkit. “Setelah gol pertama, pertandingan berubah. Kami harus mengambil lebih banyak risiko dan mereka mampu memanfaatkan situasi itu dengan sangat baik”, ujarnya.

Meski kecewa dengan hasil final, Giráldez tetap memberikan apresiasi kepada para pemainnya yang menjalani musim penuh perubahan besar di dalam tim. “Ini musim dengan sembilan pemain baru dan banyak perubahan di staf pelatih. Saya tetap bangga dengan perjuangan tim”, tegas pelatih asal Spanyol tersebut.

Lyon kini hanya memiliki waktu singkat untuk memulihkan kondisi fisik dan mental sebelum menghadapi final Division 1 Féminine atau Arkema Première Ligue pekan depan di Groupama Stadium, Sabtu (30/5/2026) pukul 02.00 WIB.

Pertandingan tersebut menjadi kesempatan terakhir Lyon untuk menutup musim dengan trofi tambahan setelah gagal mempertahankan supremasi Eropa mereka musim ini. Tekanan besar kini berada di pundak Les Fenottes menjelang partai penentuan domestik tersebut.

Giráldez berharap timnya mampu bangkit dan menutup musim dengan gelar domestik demi menghapus kekecewaan di Oslo. “Kami masih memiliki kesempatan memenangkan final liga dan itu penting agar kami bisa menutup musim dengan perasaan yang lebih baik”, pungkasnya. (MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *