Pantai Gading 1-0 Ekuador: Gol Telat Amad Diallo Antar Les Éléphants Raih Kemenangan Dramatis

Gol Penentu – Ekspresi penyerang Pantai Gading, Amad Diallo merayakan usai mencetak gol pada laga pembuka Grup E Piala Dunia FIFA 2026 melawan Ekuador, di Stadion Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat, Senin (15/6/2026) pagi WIB. Les Éléphants mengalahkan La Tri dengan skor tipis 1-0. (Sumber foto: @alimo_philip/X)

Mataredaksi.com, BOGOR – Tim nasional Pantai Gading membuka kiprahnya di Grup E Piala Dunia FIFA 2026 dengan kemenangan dramatis. Amad Diallo yang turun sebagai pemain pengganti mencetak gol pada menit-menit akhir dan membawa Les Éléphants menundukkan Ekuador 1-0 di Stadion Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat, Senin (15/6/2026) pagi WIB.

Wasit Michael Oliver memimpin pertandingan yang berlangsung ketat sejak menit awal. Kedua tim tampak akan berbagi satu poin, tetapi Amad Diallo yang masuk pada babak kedua akhirnya menjadi pembeda lewat penyelesaian klinis menjelang peluit akhir.

Ekuador tampil lebih dominan pada awal pertandingan. Meski begitu, Pantai Gading menciptakan peluang emas pertama. Bazoumana Touré mengarahkan tembakan rendah ke gawang, tetapi Hernán Galíndez menepis bola hingga mengenai tiang. Kiper Ekuador itu kemudian mengamankan bola liar hasil sepakan Elye Wahi.

Pertandingan berlangsung terbuka dan kedua tim saling melancarkan serangan. Pantai Gading juga mendapat keberuntungan ketika rangka gawang menggagalkan dua peluang Ekuador dalam rentang tujuh menit. Tendangan keras John Yeboah dan sepakan Alan Minda sama-sama mengenai rangka gawang sehingga skor tetap 0-0.

Menjelang turun minum, Alan Franco melakukan sapuan krusial untuk menghentikan peluang Nicolas Pépé. Memasuki babak kedua, Yan Diomande mengirim umpan matang lalu Elye Wahi menyambutnya dengan sundulan. Namun, bola hanya mengenai mistar gawang.

Laga Berjalan Ketat

La Tri kembali mencatat sejarah. Untuk pertama kalinya di ajang Piala Dunia, tim itu menurunkan sebelas pemain inti. Seluruh pemain tersebut berkarier di luar liga domestik Ekuador.

Ekuador baru melepaskan tembakan tepat sasaran pertama pada pertengahan babak kedua. Gonzalo Plata melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti, tetapi Yahia Fofana menepis bola dan menjaga gawang Pantai Gading tetap aman.

Saat pertandingan mendekati akhir, Pantai Gading terus mencari celah di pertahanan lawan. Pada menit ke-90, Wilfried Singo menusuk ke dalam kotak penalti lalu mengirim umpan silang akurat.

Amad Diallo bergerak tanpa kawalan sebelum menyambar bola ke sudut jauh gawang. Gol tersebut membungkam Ekuador sekaligus memutus rekor tak terkalahkan La Tri yang bertahan selama 20 pertandingan.

Pantai Gading Akhiri Rekor Ekuador

Banyak pengamat memprediksi laga ini berlangsung ketat dan minim gol. Catatan kualifikasi kedua tim mendukung prediksi tersebut. Pantai Gading melaju ke putaran final setelah menyapu kualifikasi zona Afrika tanpa kebobolan.

Ekuador juga tampil solid. Tim asal Amerika Selatan itu hanya kehilangan lima gol sepanjang kualifikasi CONMEBOL (Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan)  dan delapan kali bermain imbang tanpa gol.

La Tri kembali mencatat sejarah. Mereka memainkan sebelas pemain inti yang seluruhnya berkarier di luar liga domestik Ekuador. Ekuador untuk pertama kalinya menurunkan susunan pemain seperti itu dalam ajang Piala Dunia.

Moisés Caicedo kembali masuk daftar starter setelah otoritas pertandingan mencabut usulan sanksi satu laga. Gelandang Chelsea itu mengendalikan lini tengah sekaligus membuka tiga peluang bagi rekan-rekannya.

Ekuador menguasai permainan dalam beberapa fase dan membukukan expected goals sebesar 1,03. Namun, para pemainnya gagal mengubah sejumlah peluang menjadi gol. Tiga percobaan mereka hanya mengenai tiang dan mistar gawang.

Catatan tersebut memperpanjang tren buruk Ekuador di Piala Dunia FIFA. Sejak 1966, hanya empat tim yang tiga kali mengenai rangka gawang tetapi tetap menelan kekalahan dalam satu pertandingan.

Amad Diallo Jadi Penentu

Yan Diomande tampil menonjol sepanjang pertandingan. Ia berulang kali menekan pertahanan lawan dan menciptakan lima peluang untuk Pantai Gading.

Arthur Boka masih memegang rekor peluang terbanyak Pantai Gading dalam satu laga Piala Dunia dengan enam peluang saat menghadapi Korea Utara pada 2010. Didier Zokora berada tepat di belakangnya setelah menciptakan tujuh peluang ketika melawan Serbia pada 2006.

Amad Diallo akhirnya mencuri perhatian. Pemain Manchester United itu turun sebagai pemain pengganti dan langsung memberi dampak besar bagi permainan Pantai Gading.

Amad menyambut umpan Wilfried Singo pada menit ke-90 dan mengarahkan bola ke gawang Ekuador. Gol tersebut memastikan Pantai Gading meraih tiga poin.

Selain mencetak gol kemenangan, Amad juga membukukan lima dribel sukses. Ia mencatat jumlah dribel terbanyak dalam pertandingan itu meski hanya bermain selama 34 menit.

Pantai Gading mengawali perjalanan di Grup E dengan kemenangan dan mengamankan tiga poin penuh. Sebaliknya, Ekuador harus segera memperbaiki penyelesaian akhir sebelum menghadapi pertandingan berikutnya. (MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *