Mataredaksi.com, BOGOR – Pelatih tim nasional Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, memuji perjuangan para pemainnya setelah menundukkan Bosnia dan Herzegovina 2-0 pada babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026. Kemenangan, di Stadion San Francisco Bay Area, Santa Clara, California, Kamis (2/7/2026) pagi WIB, membawa tuan rumah bersama melaju ke babak 16 besar.
Amerika Serikat mengamankan kemenangan melalui gol Folarin Balogun pada menit ke-45 dan Malik Tillman pada menit ke-82. The Stars and Stripes harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-64 setelah wasit mengusir Balogun.
Meski kehilangan satu pemain, AS tetap mampu menjaga ritme permainan. Mereka bahkan menambah gol melalui tendangan bebas Tillman untuk mengunci kemenangan atas Bosnia-Herzegovia.
Pulisic Soroti Kerja Keras Tim
Christian Pulisic menilai kemenangan tersebut lahir dari kerja keras seluruh pemain. Ia mengakui The Yanks julukan lain timnas Amerika Serikat menghadapi pertandingan sulit, terutama setelah Folarin Balogun meninggalkan lapangan pada pertengahan babak kedua.
“Kami harus berjuang keras untuk gol itu. Saya merasa kami menampilkan performa yang sangat bagus dan tidak pantas mendapat kartu merah. Saya tidak melihatnya, tetapi itu sangat disayangkan”, kata Pulisic.
Pulisic menegaskan para pemain tidak kehilangan semangat setelah kartu merah tersebut. Mereka justru memperlihatkan kerja sama yang kuat untuk mempertahankan keunggulan dan mencetak gol kedua.
Merayakan – Kapten Amerika Tim Ream (kanan) merayakan kemenangan atas Bosnia-Herzegovina pada babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026, Kamis (2/7/2026) pagi. (Sumber foto: @USMNT/X)
“Kami berjuang sangat keras, lalu bisa mencetak gol lagi dan bertahan seperti yang kami lakukan. Itu membutuhkan kerja sama tim yang nyata. Kami bangga akan hal itu”, ujarnya.
Pochettino Akhiri Rekor Buruk Lawan Eropa
Pochettino juga mengapresiasi karakter timnya. Kemenangan atas Bosnia mengakhiri catatan buruk Amerika Serikat saat menghadapi wakil Eropa.
Sebelum laga ini, Amerika Serikat melewati 12 pertandingan beruntun melawan tim Eropa tanpa kemenangan. Hasil di Santa Clara memberi bukti bahwa timnya mampu menghadapi tekanan pada panggung besar.
“Para pemain pantas mendapatkan semua pujian atas cara mereka berjuang. Bosnia adalah tim bagus dan lawan yang sangat sulit. Ada banyak hal yang bisa kami banggakan”, kata Pochettino.
Kemenangan ini membawa Amerika Serikat menghadapi Belgia pada babak 16 besar. Duel tersebut akan menjadi ujian berikutnya bagi skuad Pochettino setelah mereka menunjukkan ketangguhan saat bermain dengan 10 pemain.
Barbarez Tetap Bangga pada Bosnia
Apresiasi Suporter – Pelatih Bosnia dan Herzegovina, Sergej Barbarez, memberikan tepuk tangan kepada para pendukung usai laga melawan Amerika Serikat pada babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026, di Stadion San Francisco Bay Area, Santa Clara, California, Kamis (2/7/2026) pagi WIB. (Sumber foto: Phal Noble/REUTERS)
Pelatih Bosnia dan Herzegovina, Sergej Barbarez, meminta para pemainnya tetap mengangkat kepala setelah kalah 0-2 dari Amerika Serikat. Ia menilai perjalanan Bosnia pada Piala Dunia 2026 tetap memberi kebanggaan, meski langkah mereka berhenti pada babak 32 besar.
The Dragons mencapai Piala Dunia melalui jalur playoff setelah menyingkirkan Italia. Pada fase grup, Bosnia bermain imbang melawan Kanada, menang atas Qatar, dan kalah dari Swiss.
“Saya benar-benar bangga kepada mereka. Kami harus merayakan hasil ini. Kami tidak perlu larut dalam kesedihan karena ini bagian dari kehidupan dan sepak bola, terutama pada kompetisi besar seperti ini”, ujar Barbarez.
Perjalanan Bosnia Tetap Bernilai
Barbarez mengakui Bosnia membuat beberapa kesalahan yang menguntungkan Amerika Serikat. Timnya juga belum mampu memaksimalkan penguasaan bola serta peluang yang muncul sepanjang pertandingan.
Meski demikian, ia melihat banyak sisi positif dari perjuangan para pemain. Barbarez ingin skuad Bosnia segera pulang untuk bertemu masyarakat dan merasakan dukungan langsung dari publik.
“Meski kami tertinggal dua gol, hati saya penuh ketika melihat mereka bermain. Itu hal yang indah. Saya merasa menjadi pelatih paling bangga di dunia saat ini”, kata pelatih berusia 54 tahun itu. (MR-02)
Sumber: REUTERS






