Mataredaksi.com, JAKARTA – Pemerintah akan menyalurkan paket stimulus pada kuartal IV 2025 untuk memperkuat daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
Airlangga: Anggaran Masih Dihitung
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa pemerintah sedang menghitung total anggaran stimulus bersama kementerian terkait. “Terkait anggaran, kita sedang menghitung”, ujar Airlangga dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (1/10/2025).
Selain itu, ia menjelaskan pemerintah akan menyalurkan stimulus tambahan pada kuartal IV. Arahan Presiden Prabowo Subianto mendorong pemerintah memperluas perlindungan ekonomi, terutama bagi masyarakat desil keempat. Airlangga menambahkan, pemerintah akan mengumumkan mekanisme bantuan dalam satu minggu.
Tidak Ada Anggaran Baru
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa pemerintah tidak menambah anggaran baru. Pemerintah hanya memindahkan anggaran dari pos yang tidak bisa digunakan ke paket stimulus. “Kalau tempat yang tidak bisa belanja, akan digeser ke paket ekonomi”, jelasnya.
Program Akselerasi Ekonomi Hingga Akhir 2025
Pemerintah menyiapkan beberapa program utama, antara lain:
-
Magang Fresh Graduate mulai 15 Oktober 2025.
-
Pariwisata: Pemerintah menanggung PPh Pasal 21 bagi pekerja bergaji <Rp10 juta, mencakup 552.000 tenaga kerja hotel, restoran, dan kafe.
-
Bantuan pangan: Pemerintah memberikan beras 20 kg dan minyak goreng 4 liter untuk 18,3 juta keluarga penerima manfaat.
-
Diskon iuran JKK & JKM: Pemerintah mengurangi 50% iuran bagi 731.000 pekerja sektor transportasi.
-
Perumahan BPJS Ketenagakerjaan: Pemerintah memberikan dukungan bunga KPR untuk 100.050 unit rumah.
-
Insentif PPN DTP rumah: Pemerintah memperpanjang hingga Rp2 miliar sampai 2026, dan mengalokasikan KUR perumahan Rp130 triliun.
-
Program padat karya: Pemerintah menyerap 215.000 tenaga kerja di sektor pekerjaan umum dan perhubungan.
-
Deregulasi PP28/2025: Pemerintah melaksanakan implementasi mulai 5 Oktober.
Program Lanjutan hingga 2026
-
Pemerintah memperpanjang PPh 21 untuk sektor pariwisata dan padat karya.
-
Pemerintah memperpanjang insentif PPN DTP rumah hingga Rp2 miliar dan KUR perumahan Rp130 triliun.
-
Pemerintah memperpanjang tarif PPh final 0,5% untuk UMKM dengan omzet hingga Rp4,8 miliar sampai 2029.
-
Pemerintah menjalankan program unggulan: Operasional KDKMP, Replanting Perkebunan Rakyat, Kampung Nelayan Merah Putih, Revitalisasi Tambak Pantura, Modernisasi Kapal Nelayan.
Stimulus Tambahan & Diskon Akhir Tahun
Pemerintah menyiapkan paket tambahan untuk lebih dari 30 juta keluarga dan kelompok pekerja. Selain itu, pemerintah mendukung belanja masyarakat akhir tahun melalui beberapa program:
-
Harbolnas 10–16 Desember: Pemerintah memperkirakan permintaan Rp35 triliun.
-
Belanja Diskon Indonesia & Retail Epic Sale untuk Natal dan Tahun Baru.
-
Diskon transportasi publik:
-
PT KAI memberikan diskon 30% untuk 1,5 juta penumpang (22 Des–10 Jan 2026).
-
Pelni memberikan diskon 20% untuk 405.000 penumpang kapal laut (17 Des–10 Jan 2026).
-
ASDP memberikan keringanan tarif bagi 227.000 penumpang dan 491.000 kendaraan (22 Des–10 Jan 2026).
-
Maskapai penerbangan memberikan diskon 12–14% bagi 36 juta penumpang (pembelian 22 Okt–10 Jan, penerbangan 22 Des–10 Jan).
-
(MR-03)






