Mataredaksi.com, BOGOR – Tim nasional Argentina memperlihatkan mental juara saat membalikkan keadaan untuk mengalahkan Mesir 3-2 pada babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026.
La Albiceleste sempat tertinggal dua gol sebelum mencetak tiga gol dalam 13 menit terakhir laga, di Stadion Mercedes-Benz di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, Selasa (7/7/2026) malam WIB.
Wasit asal Prancis, François Letexier, memimpin pertandingan dramatis tersebut. Kemenangan ini mengantar Argentina ke perempat final untuk menghadapi pemenang duel Swiss melawan Kolombia.
Mesir Sempat Membuat Argentina Tertekan
Mesir membuka keunggulan pada babak pertama melalui sundulan Yasser Ibrahim. Gol itu membuat Argentina berada dalam tekanan, meski tim asuhan Lionel Scaloni sebenarnya lebih dominan dalam penguasaan permainan dan penciptaan peluang.
Lionel Messi memiliki kesempatan menyamakan skor dari titik putih. Namun, kiper Mesir Mostafa Shobeir tampil gemilang dengan menggagalkan eksekusi kapten Argentina tersebut.
Shobeir juga membuat penyelamatan penting dari peluang Alexis Mac Allister dan Julián Álvarez. Mesir pun mempertahankan keunggulan 1-0 hingga jeda.
Argentina sebenarnya mencatatkan xG 1,51 berbanding 0,21 pada babak pertama. Mereka juga menciptakan tiga peluang besar menurut catatan Opta. Akan tetapi, penyelesaian akhir yang buruk membuat La Selección gagal mengubah dominasi menjadi gol.
Gol Kedua Mesir dan Remontada Tim Tango
Mesir sempat mengira telah menggandakan keunggulan lewat serangan balik Mostafa Zaki Abdelraouf, yang dikenal sebagai Zico. Namun, Video Assistant Referee atau VAR membatalkan gol tersebut karena sebelumnya terjadi pelanggaran terhadap Lisandro Martínez.
Zico akhirnya benar-benar mencetak gol pada menit ke-67. Ia menuntaskan kerja sama apik bersama Haissem Hassan dari sisi kanan. Gol itu membawa Mesir unggul 2-0 dan mendekatkan mereka pada kejutan besar.
Namun, Argentina tidak menyerah. Kebangkitan “Tim Tango” dimulai pada menit ke-79 ketika Cristian Romero menyundul umpan silang Lionel Messi untuk memperkecil kedudukan.
Messi dan Enzo Lengkapi Kebangkitan Argentina
Empat menit kemudian, Messi mencetak gol penyama kedudukan. Tembakan langsungnya membuat skor berubah menjadi 2-2 dan menghidupkan kembali harapan Argentina.
Puncak drama terjadi pada menit ke-92. Enzo Fernández menyambut bola dengan sundulan ke sudut jauh gawang Mesir. Gol tersebut memastikan kemenangan 3-2 bagi Argentina.
Secara statistik, Argentina memang pantas menang. Mereka menghasilkan xG 2,8 berbanding 0,98 serta melepaskan 19 tembakan, sedangkan Mesir hanya mencatatkan lima percobaan.
Meski begitu, Mesir nyaris menciptakan salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026. Sebaliknya, Argentina menegaskan kembali karakter mereka sebagai juara bertahan melalui salah satu remontada paling luar biasa di turnamen ini. (MR-02)






