Mataredaksi.com, BOGOR – Manajer Arsenal Mikel Arteta menyebut penampilan timnya “tidak dapat diterima” meski berhasil meraih kemenangan 2-1 atas Wolverhampton Wanderers pada matchday ke-16 Liga Primer Inggris 2025/2026 di Stadion Emirates, Holloway, London, Minggu (14/12/2025) dini hari WIB.
Dua Gol Bunuh Diri Antar Arsenal Raih Tiga Poin
Arsenal membutuhkan dua gol bunuh diri untuk mengamankan tiga poin dari Wolves yang berada di papan bawah klasemen. Gol penentu kemenangan The Gunners baru tercipta pada menit ke-94 melalui gol bunuh diri Yerson Mosquera.
Arsenal membuka keunggulan lewat gol bunuh diri Sam Johnstone. Sepak pojok Bukayo Saka membentur tiang jauh sebelum mengenai kiper Wolves tersebut dan masuk ke gawang. Namun, Wolves menyamakan kedudukan pada menit ke-90 lewat Tolu Arokodare yang menaklukkan David Raya.
Saat laga tampak akan berakhir imbang, Arsenal kembali mendapat keberuntungan. Umpan silang Saka berujung gol bunuh diri Mosquera yang memastikan kemenangan tuan rumah.
Arsenal Tumpul di Babak Pertama
Meski menang, Arteta tidak menutupi kekecewaannya terhadap performa tim. Arsenal gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran di babak pertama untuk pertama kalinya musim ini. Catatan tersebut juga menjadi yang pertama di Emirates sejak Desember 2024 saat menghadapi Manchester United.
Peluang tepat sasaran pertama Arsenal baru datang pada menit ke-67 melalui Declan Rice. Sementara itu, Hwang Hee-chan menjadi satu-satunya pemain yang mencatatkan tembakan tepat sasaran sebelum jeda.
Arteta Soroti Disiplin dan Pengambilan Keputusan
Dalam wawancara dengan TNT Sports dan BBC Match of the Day, Arteta menilai timnya kehilangan disiplin pada momen krusial.
“Kami tahu ini akan menjadi pertandingan sulit. Kami memiliki beberapa situasi bagus di babak pertama, tetapi tidak menciptakan banyak peluang bersih di babak kedua”, ujar Arteta.
Arteta menilai Arsenal sempat kehilangan kendali pada momen krusial pertandingan. Ia menyebut timnya bermain terlalu pasif dan terlalu dalam dalam rentang waktu singkat yang berujung bahaya.
“Kami memiliki periode sekitar tiga menit di mana tim bermain terlalu dalam dan terlalu pasif. Kebiasaan bertahan seperti itu tidak dapat diterima untuk level kami”, kata Arteta.
Ia mengakui Arsenal pada akhirnya harus bergantung pada aksi individu untuk memenangi laga tersebut. “Pada akhirnya, kami bergantung pada aksi individu untuk mencetak gol dan memenangkan pertandingan”, tambahnya.
Arteta juga menyoroti masalah pengambilan keputusan di sepertiga akhir lapangan. Menurutnya, Arsenal sering menciptakan situasi berbahaya, tetapi gagal memaksimalkannya.
“Terlepas dari bagaimana jalannya pertandingan, selalu ada solusi untuk memenangkannya. Sekarang kami memiliki satu pekan penuh sebelum masuk periode Natal, dan kami harus terus melanjutkan”, ujarnya.
Catatan Gol Bunuh Diri Wolves Kian Panjang
Dari sisi statistik, Wolves kembali mencatatkan rekor negatif. Tim asal Molineux itu telah mencetak dua gol bunuh diri dalam satu pertandingan Liga Primer Inggris pada tiga kesempatan berbeda.
Dua di antaranya terjadi saat menghadapi Arsenal, termasuk laga di Emirates Stadium kali ini. Situasi serupa juga pernah dialami Wolves pada November 2009.
Gol bunuh diri Yerson Mosquera tercatat sebagai gol bunuh diri ke-18 yang terjadi setelah menit ke-80 dalam sejarah Liga Primer Inggris. Dari jumlah tersebut, enam gol berujung kemenangan Arsenal, termasuk dua saat melawan Wolves di Emirates.
Rob Edwards Tetap Puji Perjuangan Tim
Terlepas dari hasil pahit tersebut, manajer Wolves Rob Edwards tetap memberi apresiasi kepada para pemainnya. Ia juga menyampaikan empati kepada suporter tim tamu yang hadir langsung di stadion.
“Para pemain memberikan segalanya malam ini. Rencana berjalan dengan baik dan kami bermain disiplin”, kata Edwards kepada BBC Match of the Day dilansir Mataredaksi.
“Saya merasa untuk para pendukung yang datang langsung. Ini periode yang sulit, tetapi para pemain menunjukkan keberanian dan komitmen”, ujarnya. (MR-01)






