AS Roma Makin Solid di Puncak, Gasperini Minta Kejelasan

Serigala Ibukota memimpin puncak klasemen Serie A Italia 2025/2026 bersama SSC Napoli

SELEBRASI - Center back AS Roma, Mario Hermoso (kanan) melakukan selebrasi usai mencetak gol pembuka timnya pada pertandingan pekan ke-9 Serie A Italia musim 2025/2026 melawan Parma Calcio 1913, di Stadio Olimpico, Kamis (30/10/2025) dini hari WIB. Serigala Ibukota menang dengan skor tipis 2-1 atas Gialloblu. (Sumber foto: X/@asroma_images)

Mataredaksi.com, BOGOR — Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, menegaskan pentingnya kejelasan dari wasit usai timnya menaklukkan Parma Calcio 1913 dengan skor 2-1 dalam lanjutan Serie A Italia 2025/2026 pekan ke-9 di Stadio Olimpico, Kamis (30/10/2025) dini hari WIB.
Meski puas dengan hasil, Gasperini tetap menyoroti keputusan kontroversial yang membuat gol Matias Soulé dianulir.

“Tiga poin ini penting dan bagus. Kami berjuang, terutama dalam 30 menit pertama, karena kami selalu butuh waktu untuk menyesuaikan ritme permainan”, ujar Gasperini kepada DAZN.
“Begitu kami menemukan keseimbangan, kami bermain baik, jarang memberi ruang, dan mampu menciptakan peluang”, lanjutnya.

Kembali ke Puncak Klasemen

Gol Mario Hermoso dan Artem Dovbyk memastikan kemenangan Roma, sedangkan Adrian Bernabe hanya mampu memperkecil kedudukan untuk Parma.
Hasil itu membuat Roma kembali memimpin klasemen bersama Napoli, namun Gasperini enggan berbicara soal peluang juara.

Pelatih berusia 67 tahun itu menanggapinya dengan santai. “Ya, kami seharusnya berlatih besok sore, tapi kami ubah ke pagi hari”, ujarnya sambil tersenyum.
“Setelah itu kami latihan lagi Jumat pagi, Sabtu sore, dan Minggu kami ke Milan. Kalau menang, kami tetap di puncak; kalau tidak, kami berharap hasil lain berpihak pada kami”, imbuhnya.

Protes Soal Gol Dianulir

Meski menang, Gasperini masih kecewa dengan keputusan wasit yang membatalkan gol Soulé di akhir babak pertama.
Wasit menilai  Mehmet Zeki Çelik berada dalam posisi offside dan mengganggu pandangan kiper Parma Calcio, Zion Suzuki, sehingga gol tidak disahkan.

“Peristiwa itu jelas merugikan kami. Gol dibatalkan, dan kami butuh penjelasan tentang aturan itu”, tegas Gasperini.
“Mereka harus menjelaskannya karena situasi serupa sudah terjadi sebelumnya. Kalau ini dianggap kesalahan, baiklah, tapi tolong buat aturan yang konsisten. Tidak boleh ada interpretasi berbeda. Kami hanya meminta kejelasan”.

Hermoso dan Dovbyk Dipuji

Gasperini juga menyoroti performa Hermoso yang baru pulih dari cedera panjang.
“Hermoso sudah bekerja keras sejak pramusim dan menunjukkan profesionalisme luar biasa”, ujarnya.
“Dia punya pengalaman besar di Atletico Madrid, dan kontribusinya tidak hanya bertahan tapi juga membantu membangun serangan. Kami beruntung memilikinya”.

Sementara itu, Dovbyk kembali menunjukkan ketajamannya setelah sempat kesulitan di awal musim. “Dovbyk kini jauh lebih bugar. Kalau beberapa peluang saat melawan Inter dan Fiorentina berbuah gol, jumlah golnya pasti sudah lebih banyak”, kata Gasperini.

“Hari ini dia mencetak gol indah. Kami terus bekerja dengannya dan memberikan kepercayaan penuh. Saya bangga dengan semua pemain. Kami punya skuad besar, dan semuanya berpeluang berkembang”.

Kemenangan Keempat Beruntun

Roma kini mencatat empat kemenangan beruntun di Serie A musim ini.
Rangkaian hasil positif itu memperkuat posisi Gasperini sebagai salah satu pelatih paling berpengaruh di liga.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa target utama Roma tetap lolos ke Liga Champions, bukan semata mengejar gelar. “Kami harus tetap realistis”, ujar Gasperini menutup wawancara.

Dengan performa yang semakin stabil dan skuad yang mendalam, Roma siap menantang siapa pun — termasuk AC Milan, lawan berikutnya di San Siro akhir pekan ini. (MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *