Mataredaksi.com, BOGOR – Fußball-Club Bayern München mengawali rangkaian Asia Tour 2026 dengan kemenangan setelah menundukkan klub K League 1, Jeju SK FC, dengan skor 2-1 di Jeju World Cup Stadium, Seogwipo, Pulau Jeju, Korea Selatan, Selasa (5/8/2026) malam WIB.
Laga persahabatan tersebut menjadi kesempatan bagi pelatih Bayern untuk menguji kombinasi pemain senior dan talenta muda menjelang bergulirnya musim baru. Hasilnya, Die Roten mampu mengamankan kemenangan meski mendapat perlawanan sengit dari wakil Korea Selatan.
Bayern München langsung mengambil inisiatif menyerang sejak peluit awal dibunyikan. Dominasi penguasaan bola membuat lini belakang Jeju harus bekerja keras menghalau berbagai serangan yang dibangun dari kedua sisi lapangan.
Keunggulan akhirnya datang pada menit ke-11. Felipe Chávez berhasil memecah kebuntuan setelah memanfaatkan peluang di dalam kotak penalti. Gol tersebut menjadi hadiah atas tekanan yang terus diberikan Bayern München sejak awal pertandingan.
Namun keunggulan itu tidak bertahan lama. Jeju mampu memberikan respons positif lewat permainan cepat mereka. Pada menit ke-15, Lee Chang-min berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah menerima umpan matang Matheus Aiás sebelum melepaskan penyelesaian akurat ke pojok gawang.
Gol tersebut membuat pertandingan berlangsung semakin terbuka. Jeju mulai berani menekan, sementara Bayern München tetap mengandalkan permainan kombinasi cepat untuk membongkar pertahanan lawan.
Assomo Kembali Tunjukkan Potensi
Saat pertandingan terlihat akan berakhir imbang pada babak pertama, Bayern München kembali memimpin melalui aksi pemain muda berusia 16 tahun, Bastian Assomo.
Pada menit ke-41, Assomo melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Bola meluncur deras ke sudut bawah gawang Jeju. Gol indah itu membuat Bayern München kembali unggul 2-1 sebelum turun minum.
Gol tersebut menjadi torehan kedua Assomo sepanjang pramusim. Sebelumnya, ia juga mencatatkan namanya di papan skor saat Bayern menghadapi FC Rottach-Egern. Performa pemain muda itu kembali menarik perhatian publik. Ia mampu tampil percaya diri meski bermain bersama sejumlah pemain senior.
Selain Assomo, penampilan Felipe Chávez juga cukup menjanjikan. Sang pemain muda terus aktif membuka ruang. Ia beberapa kali menciptakan peluang berbahaya sepanjang babak pertama.
Rotasi Besar München pada Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Bayern München melakukan rotasi besar-besaran. Sejumlah pemain utama mendapat kesempatan tampil. Mereka adalah Joshua Kimmich, Konrad Laimer, Luis Díaz, Josip Stanišić, Aleksandar Pavlović, hingga Arijon Ibrahimović.
Rotasi tersebut tidak mengurangi dominasi Bayern. Joshua Kimmich langsung mengatur tempo permainan dari lini tengah. Sementara itu, Aleksandar Pavlović dan Arijon Ibrahimović beberapa kali menciptakan peluang melalui kombinasi umpan pendek di sekitar kotak penalti Jeju.
Luis Díaz yang masuk sebagai pemain pengganti juga tampil agresif dari sisi kiri. Ia beberapa kali memaksa lini belakang tuan rumah bekerja ekstra menutup ruang.
Konrad Laimer dan Josip Stanišić juga menjalani menit pertama mereka pada tur pramusim ini. Sementara itu, Kim Min-jae memimpin tim dengan ban kapten sebelum pelatih mengistirahatkannya pada menit ke-36 untuk menjaga kondisi fisik.
Ketahanan Lini Depan dan Aksi Jonas Urbig
Bayern München tetap mendominasi jalannya pertandingan setelah melakukan pergantian pemain. Peluang demi peluang terus tercipta melalui Pavlović, Arijon Ibrahimović, Kimmich, hingga Luis Díaz.
Meski lebih banyak menerima tekanan, Jeju bukan tanpa peluang. Park Chang-jun sempat memaksa Jonas Urbig melakukan penyelamatan penting pada pertengahan babak kedua.
Sebelumnya, Choi Byung-wook juga menguji refleks kiper muda Bayern lewat tembakan keras dari luar kotak penalti. Penampilan Urbig di bawah mistar menjadi salah satu faktor kunci Bayern mempertahankan keunggulan hingga laga usai.
Namun, penampilan gemilang para penjaga gawang Jeju membuat skor tidak berubah hingga pertandingan memasuki menit-menit akhir. Di sisi lain, Jeju juga beberapa kali memberikan ancaman melalui skema serangan balik cepat.
Jonas Urbig tampil sigap di bawah mistar Bayern München. Ia menggagalkan sejumlah peluang tuan rumah, termasuk tembakan Park Chang-jun pada menit ke-84.
Drama Injury Time dan Akhir Laga
Pertandingan sempat beberapa kali terhenti akibat pemain Jeju mengalami cedera. Namun, situasi tersebut tidak mengurangi intensitas permainan kedua tim.
Pada masa injury time, Bayern masih terus memburu gol tambahan melalui kombinasi Luis Díaz, Pavlović, dan Arijon Ibrahimović. Meski demikian, rapatnya pertahanan Jeju membuat Bayern gagal menuntaskan peluang-peluang tersebut menjadi gol.
Pertandingan juga menghiasi beberapa kali jeda akibat pemain Jeju yang mengalami cedera. Situasi tersebut membuat tempo pertandingan sempat menurun. Namun, Bayern tetap mampu menjaga penguasaan bola dan mengontrol jalannya laga hingga wasit meniup peluit panjang.
Tim Bundesliga Jerman itu bahkan masih memperoleh beberapa peluang melalui Pavlović, Kimmich, Luis Díaz, serta Arijon Ibrahimović pada menit-menit akhir, meski belum berhasil menambah keunggulan.
Modal Positif Sambut Tur Asia Selanjutnya
Wasit akhirnya meniup peluit panjang dengan skor 2-1 untuk kemenangan Bayern. Hasil ini memastikan Die Roten mengawali tur Asia dengan hasil positif. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi skuad asuhan Vincent Kompany sebelum melanjutkan agenda Asia Tour berikutnya di Hong Kong.
Bayern München bakal menantang juara Liga Eropa UEFA musim 2025/2026, Aston Villa, pada 7 Agustus mendatang. Laga tersebut memperkirakan pertarungan yang berlangsung jauh lebih kompetitif.
Selain hasil pertandingan, tur ini menjadi ajang bagi Bayern München untuk mematangkan komposisi tim. Mereka sekaligus memberi kesempatan kepada para pemain muda untuk menunjukkan kualitas terbaik.
Penampilan impresif Assomo menjadi sinyal positif bahwa FC Bayern Campus kembali melahirkan talenta muda berbakat. Sementara itu, kehadiran Luis Díaz menambah variasi serangan Die Roten menjelang musim kompetisi 2026/2027. (MR-02)







