Mataredaksi.com, BALI – Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, mengaku kecewa setelah timnya harus mengakui keunggulan Persib Bandung pada semifinal Piala Presiden 2026. Macan Kemayoran kalah tipis 1-2 dalam laga yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (4/8/2026) sore WIB.
Kekalahan tersebut menjadi pengalaman pertama bagi pelatih asal Korea Selatan itu untuk merasakan langsung atmosfer duel klasik Persija kontra Persib. Publik sepak bola nasional menyapa duel bertajuk El Clásico Indonesia tersebut sebagai salah satu pertandingan paling bergengsi di Indonesia.
Apresiasi untuk Perjuangan Kedua Tim
Meskipun gagal membawa Persija melangkah ke partai final, Shin tetap memberikan apresiasi tinggi kepada lawannya. Menurut pandangannya, kedua tim sama-sama menunjukkan semangat juang tinggi meskipun belum bisa menurunkan komposisi skuad terbaik.
“Pertama saya mengucapkan selamat kepada Persib Bandung. Kedua tim sudah bekerja keras. Banyak pemain muda yang mendapat kesempatan dan mereka memperlihatkan semangat yang luar biasa”, ujar Tae-yong dalam konferensi pers usai pertandingan.
Evaluasi Performa dan Kebugaran Pemain
Shin tidak menutupi rasa kecewanya terhadap hasil akhir pertandingan. Ia menegaskan bahwa kekalahan bukan target utama tim, terlebih Persija sempat memberikan perlawanan sengit hingga mampu memperkecil ketertinggalan pada babak kedua.
Meskipun demikian, mantan pelatih Timnas Indonesia itu tetap menghormati seluruh jalannya pertandingan, termasuk kepemimpinan wasit di lapangan.
“Tentu saya tidak puas dengan hasil ini karena kami kalah. Namun saya menghormati keputusan wasit dan semua yang terjadi di pertandingan”, kata pelatih berusia 57 tahun tersebut.
Menurut analisis Shin, kondisi kebugaran para pemain Persija memang belum mencapai level ideal. Ia mengungkapkan sebagian besar pemain baru menyentuh kisaran 30 hingga 40 persen dari kondisi fisik terbaik. Oleh karena itu, tim masih membutuhkan waktu untuk meningkatkan performa sebelum kompetisi resmi bergulir.
Fokus Menatap Persiapan Liga 1
Pelatih berpengalaman tersebut memastikan tim pelatih akan memanfaatkan waktu yang tersisa untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Selain itu, mereka berfokus meningkatkan kondisi fisik para pemain sebelum Liga Super atau Liga 1 Indonesia musim 2026/2027 bergulir.
Shin merasa optimistis Persija mampu tampil jauh lebih kompetitif apabila seluruh pemain telah mencapai kebugaran maksimal. “Saat kompetisi dimulai nanti kami akan berusaha menampilkan permainan yang jauh lebih baik. Masih banyak hal yang harus kami benahi dan evaluasi”, ungkapnya.
Soroti Atmosfer Laga Tanpa Kehadiran Suporter
Selain membahas jalannya laga, Tae-yong juga menyoroti suasana semifinal yang berlangsung tanpa kehadiran suporter di tribun stadion. Menurutnya, pertandingan sebesar Persija melawan Persib akan terasa jauh lebih istimewa apabila para pendukung kedua tim menyaksikan laga ini secara langsung.
Ia menilai dukungan suporter di tribun bakal menghidupkan atmosfer pertandingan. Meskipun begitu, ia tetap memahami kebijakan panitia penyelenggara yang menggelar laga tanpa penonton.
“Pertandingannya berjalan sangat baik. Hanya saja, sangat disayangkan panitia harus menggelar laga sebesar ini tanpa penonton”, tutup mantan pelatih tim nasional Indonesia tersebut.
Kendati gagal melangkah ke final Piala Presiden 2026, Shin menegaskan Persija memosisikan hasil ini sebagai bahan evaluasi penting untuk mempersiapkan tim menghadapi persaingan ketat di Liga 1 musim 2026/2027. (MR-01)







