Como Bangkit Kalahkan AS Roma 2-1, Fabregas–Gasperini Terlibat Perang Komentar

Momen Penalti - Donyell Malen mengeksekusi penalti ke gawang Como 1907 ketika membuka gol untuk AS Roma pada pertandingan pekan ke-29 Serie A Italia 2025/2026, di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Senin (16/3/2026) dini hari WIB. I Lariani menang comeback 2-1 atas I Giallorossi dan diwarnai perang komentar antara kedua pelatih. (Sumber foto: @footballitalia/X)

Mataredaksi.com, BOGOR – Pelatih Como 1907, Cesc Fàbregas, meluapkan emosi setelah timnya menaklukkan AS Roma dengan skor 2-1 pada pertandingan pekan ke-29 Serie A Italia 2025/2026, di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Senin (16/3/2026) dini hari WIB.

Ia memuji penampilan timnya sebagai laga “epik”, tetapi juga menyindir sikap pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini. Fàbregas menilai Gasperini tidak menunjukkan sikap sportif karena tidak menjabat tangannya setelah pertandingan berakhir.

Fàbregas Sebut Kemenangan Como “Epik”

https://icdn.football-italia.net/wp-content/uploads/2026/03/Wesley-Assane-Diao-Devyne-Rensch.jpgDiapit – Assane Diao penyerang sayap Como 1907 diapit dua pemain AS Roma, Wesley França dan Devyne Rensch pada pertandingan Serie A, di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Senin (16/3/2026) dini hari WIB. (Sumber foto: Marco Luzzani/Getty Images)

Pelatih Cesc Fàbregas mengaku sangat menikmati jalannya pertandingan tersebut. Ia memuji karakter dan identitas permainan yang ditunjukkan para pemain Como 1907.

“Itu pertandingan yang indah dan saya menikmati setiap momennya”, kata Fàbregas seperti dikutip Mataredaksi dari TuttoMercatoWeb.

Menurutnya, kemenangan tersebut terasa istimewa karena Como langsung bermain intens sejak awal laga. Para pemain terus berusaha menjalankan gaya permainan yang mereka bangun sepanjang musim.

“Kemenangan ini bisa disebut epik. Pertandingan sangat intens, tetapi sejak menit pertama kami selalu mencari permainan kami sendiri. Itu menunjukkan kualitas besar dari skuad ini”, ujarnya.

Como Tampil Berani Hadapi Roma

Sepanjang pertandingan, Como menunjukkan keberanian saat menghadapi AS Roma. Tim asuhan Fàbregas tidak hanya bertahan, tetapi juga berani menguasai bola dan membangun serangan dari lini belakang.

Pendekatan tersebut membuat Roma kesulitan mengontrol ritme permainan. Como menjaga tempo permainan dan memanfaatkan momen ketika lawan mulai kehilangan konsentrasi.

Strategi itu mencerminkan filosofi permainan yang ingin dibangun Fàbregas. Sang pelatih meminta para pemain tetap percaya diri serta berani memainkan bola meski menghadapi tim dengan reputasi lebih besar.

Kemenangan ini sekaligus memperkuat posisi Como di papan atas klasemen. Hasil tersebut menunjukkan bahwa proyek yang dirancang Fàbregas mulai menghasilkan dampak nyata di kompetisi domestik.

Identitas Tim Jadi Kunci Musim Como

https://icdn.football-italia.net/wp-content/uploads/2026/03/Cesc-Fabregas-salute-fans.jpgEkspresi – Pelatih Como 1907 Cesc Fàbregas merayakan kemenangan di akhir pertandingan Serie A Italia melawan AS Roma, di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Senin (16/3/2026) dini hari WIB. (Sumber foto: Marco Luzzani/Getty Images)

Fàbregas menegaskan bahwa performa impresif Como tidak muncul secara instan. Ia membangun identitas tim melalui proses bertahap.

Pelatih asal Spanyol itu mempelajari karakter setiap pemain sebelum menentukan gaya bermain tim. Proses tersebut memerlukan waktu berbulan-bulan.

“Ketika membangun skuad, Anda harus memahami karakter pemain dan identitas mereka. Proses itu tidak terjadi dalam beberapa minggu”, kata Fàbregas.

Pertandingan melawan Roma menurutnya menunjukkan perkembangan tersebut. Como kini bermain secara alami dan tidak sekadar mengikuti instruksi taktik.

Fàbregas Soroti Jabat Tangan Usai Laga

Meski puas dengan kemenangan timnya, Fàbregas tetap menyoroti sikap Gian Piero Gasperini setelah pertandingan berakhir. Ia mengaku selalu menghampiri pelatih lawan untuk berjabat tangan, baik saat menang maupun kalah.

“Dalam dua tahun terakhir saya selalu menghampiri pelatih lawan untuk berjabat tangan, entah saya kalah, menang, atau sedang marah”, kata Fàbregas.

Menurutnya, jabat tangan merupakan bentuk penghormatan dasar dalam sepak bola. “Saya pikir itu soal rasa hormat. Setelah pertandingan selesai, Anda seharusnya berjabat tangan dengan lawan”, ujarnya.

Allenatore pemilik nama lengkap Francesc Fàbregas Soler ini mengaku sempat merasa kecewa, tetapi sosok 38 tahun ini tidak ingin memperbesar persoalan tersebut.

Gasperini Balas Komentar Fàbregas

https://icdn.football-italia.net/wp-content/uploads/2026/03/Gian-Piero-Gasperini-hmm-2-1024x695.jpgMengamati- Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini sedang mengamati pertandingan skuadnya saat menghadapi Como 1907 pada pekan ke-29 Serie A Italia 2025/2026, di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Senin (16/3/2026) dini hari WIB. (Sumber foto: Marco Luzzani/Getty Images)

Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, akhirnya memberikan tanggapan atas komentar tersebut. Ia mengakui kekuatan Como, namun sekaligus melontarkan kritik terhadap sikap tim lawan.

“Como adalah tim yang kuat, tetapi saya tidak menghormati perilaku mereka, baik di lapangan maupun di area teknis”, kata Gasperini kepada ANSA melalui Corriere dello Sport.

Gasperini Kritik Sikap Como

Komentar Gasperini menunjukkan bahwa ketegangan antara kedua tim tidak hanya berkaitan dengan jabat tangan yang terlewat. Pelatih Roma itu menyinggung perilaku pemain serta staf Como sepanjang pertandingan.

Insiden kartu kuning kedua yang diterima Wesley França diduga menjadi salah satu pemicu ketegangan tersebut. Keputusan itu memicu protes dari kubu Roma yang menilai terjadi simulasi.

Roma Alihkan Fokus ke Laga Berikutnya

Setelah kekalahan tersebut, AS Roma berusaha mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya. Tim ibu kota Italia itu masih menyimpan ambisi besar di kompetisi Eropa musim ini.

Dalam jadwal terdekat, AS Roma akan menghadapi Bologna FC 1909 pada leg kedua pertandingan penting yakni babak play-off 16 besar Liga Eropa UEFA 2025/2026 di Stadion Olimpico, Jumat (20/3/2026) dini hari pukul 03.00 WIB.

Namun, perang komentar antara Gian Piero Gasperini dan Cesc Fàbregas menambah tensi menjelang akhir musim bagi kedua klub. (MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *