Tren Mobilitas Masyarakat
Mataredakis.com, JAKARTA – Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyampaikan bahwa selama masa Angkutan Lebaran 2026 (13–29 Maret 2026), masyarakat melakukan perjalanan sebanyak 147,55 juta orang.
Jumlah ini naik 2,53% dibanding perkiraan sebelumnya sebesar 143,92 juta orang. Selain itu, lonjakan ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi untuk mudik maupun melakukan perjalanan wisata.
Peningkatan Penumpang Angkutan Umum
Total penumpang angkutan umum mencapai 23,51 juta orang, meningkat 10,87% dari tahun sebelumnya yang tercatat 21,23 juta. Semua moda transportasi mencatat kenaikan, sehingga menunjukkan kesiapan operator dan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan publik yang aman dan nyaman.
Rincian per moda transportasi:
- Angkutan Jalan: 3,89 juta penumpang (+11,64% dari 2025)
- Angkutan Laut: 2,02 juta penumpang (+9,86% dari 2025)
- Angkutan Udara: 4,77 juta penumpang (+6,97% dari 2025)
- Kereta Api: 7,31 juta penumpang (+10,13% dari 2025)
- Penyeberangan: 5,52 juta penumpang (+15,36% dari 2025)
Menhub menjelaskan bahwa kereta api dan penyeberangan mencatat pertumbuhan paling tinggi, sementara angkutan udara tetap stabil meski permintaan tiket melonjak. Dengan demikian, masyarakat semakin mengandalkan transportasi publik yang terintegrasi untuk perjalanan mudik dan balik.
Peningkatan Keselamatan Lalu Lintas
Kepolisian Republik Indonesia melaporkan 3.517 kasus kecelakaan selama Angkutan Lebaran 2026, turun 6,31% dibanding tahun sebelumnya. Jumlah korban meninggal dunia juga turun 31,19%, dari 436 jiwa menjadi 300 jiwa. Penurunan ini menandakan efektivitas kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dalam meningkatkan keselamatan berkendara.
Dudy menekankan evaluasi berkelanjutan. “Capaian ini patut disyukuri, tetapi harus menjadi bahan evaluasi agar keselamatan tetap menjadi prioritas. Selain itu, tidak boleh ada kompromi terkait kelaikan sarana, kesiapan prasarana, maupun kepatuhan terhadap standar operasional”, ujarnya.
Strategi Penguatan Keselamatan dan Pelayanan
Kemenhub terus melaksanakan ramp check, pengawasan lapangan, dan pengendalian lalu lintas terintegrasi. Sementara itu, teknologi dan sistem informasi dimanfaatkan untuk mempercepat respons terhadap situasi di lapangan, termasuk deteksi kemacetan, peringatan dini, dan koordinasi antarinstansi.
Menhub menekankan bahwa pelayanan publik menjadi prioritas utama. “Transportasi harus memindahkan orang dan barang dengan aman, nyaman, dan memberikan kepastian. Dengan demikian, setiap perjalanan dapat menghadirkan rasa aman dan nyaman sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk disiplin berkendara dan mematuhi aturan”, tegasnya.
Dengan capaian ini, pemerintah berharap masyarakat menikmati perjalanan Lebaran lebih lancar, aman, dan nyaman, serta budaya keselamatan dapat terus tertanam di seluruh moda transportasi. (MR-01)






