Trump Klaim Iran Setuju Tak Akan Kembangkan Senjata Nuklir, Negosiasi Damai Masih Alot

Penjelasan - Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat memberi penjelasan terkait jaminan bahwa Iran tidak akan mengembangkan senjata nuklir, menyusul laporan adanya proposal perdamaian baru yang ia kirim ke Teheran dengan syarat yang lebih ketat. (Sumber foto: Istimewa)

Mataredaksi.com, BOGOR – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan dirinya telah menerima jaminan dari Iran bahwa negara tersebut tidak akan mengembangkan senjata nuklir. Pernyataan itu ia sampaikan di tengah laporan adanya proposal perdamaian baru yang ia kirim ke Teheran dengan syarat yang lebih ketat.

Klaim tersebut muncul saat proses negosiasi antara Washington dan Teheran masih berjalan alot. Kedua pihak disebut masih berbeda pandangan mengenai prasyarat utama untuk mengakhiri ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Proposal Perdamaian Baru dan Ketegangan Regional

Sejumlah laporan media internasional, termasuk The New York Times dan Axios, menyebut Trump telah mengirimkan kerangka kesepakatan terbaru kepada Iran. Dokumen itu dikabarkan memuat persyaratan yang lebih keras, meski detail isinya belum sepenuhnya terungkap.

Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa prioritas utama kesepakatan apa pun tetap sama, yakni mencegah Iran memiliki senjata nuklir serta membuka kembali jalur strategis Selat Hormuz yang selama ini menjadi titik krusial perdagangan energi global.

“Yang harus saya pastikan adalah tidak ada senjata nuklir. Mereka sudah menyetujuinya, dan itu sangat menarik”, kata Trump dalam wawancara bersama menantunya, Lara Trump, yang tayang di Fox News pada Sabtu (30/5/2026) malam waktu Indonesia Barat.

Iran Masih Bersikap Kritis

Di sisi lain, Teheran belum mengonfirmasi klaim kesepakatan tersebut. Pemerintah Iran sebelumnya justru mempertanyakan sejumlah pernyataan Trump dan menilai posisi Washington masih berubah-ubah.

Iran juga disebut meminta pencairan aset beku senilai sekitar 12 miliar dolar AS sebagai salah satu syarat sebelum masuk ke pembahasan substantif terkait program nuklir. Media lokal Iran menilai pernyataan Trump tentang penghancuran uranium yang diperkaya tidak memiliki dasar yang kuat.

Ketegangan juga meluas ke isu kawasan lain. Iran menegaskan bahwa setiap kesepakatan damai harus mencakup konflik di Lebanon, sementara pemerintah Beirut menuduh Israel menerapkan “kebijakan bumi hangus” dalam operasi militernya yang menargetkan kelompok Hizbullah yang didukung Teheran.

Trump Isyaratkan Opsi Militer

Meski sempat menyatakan optimisme bahwa kesepakatan bisa tercapai, Trump kini mengubah nada komunikasinya. Ia menyebut proses tidak berjalan cepat, namun tetap menuju arah yang ia inginkan.

“Saya tidak terburu-buru. Perlahan tapi pasti kita mendapatkan apa yang kita mau. Jika tidak, kita akan mengambil jalur yang berbeda”, ujar Trump.

Pernyataan itu membuka kembali spekulasi mengenai kemungkinan opsi militer jika diplomasi gagal mencapai titik temu. Namun hingga kini, belum ada kepastian mengenai langkah lanjutan dari kedua pihak.

Negosiasi antara Washington dan Teheran diperkirakan masih akan berlanjut di tengah tekanan geopolitik yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah. (MR-01)

Sumber: The Egyptian-Gazette.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *