Mataredaksi.com, BOGOR – Manchester City menutup musim Premier League 2025/2026 dengan hasil pahit setelah kalah 1-2 dari Aston Villa pada pekan ke-38, di Etihad Stadium, Minggu (24/5/2026) malam WIB.
Laga ini sekaligus menjadi penutup era panjang Pep Guardiola di Manchester City, namun perpisahan tersebut tidak berjalan manis karena timnya gagal mempertahankan keunggulan di hadapan publik sendiri.
City Sempat Unggul Lebih Dulu
Antoine Semenyo membawa Manchester City memimpin lebih dulu pada menit ke-23. Ia memanfaatkan kelengahan lini belakang Villa untuk menuntaskan peluang di dalam kotak penalti.
Gol tersebut membuat Etihad bergemuruh dan sempat memberi kesan bahwa City akan menutup musim dengan kemenangan sebagai hadiah perpisahan untuk Guardiola.
Namun Aston Villa tidak tinggal diam. Skuad asuhan Unai Emery mulai meningkatkan intensitas permainan dan perlahan mengambil alih kontrol di lini tengah.
Watkins Jadi Pembeda, Villa Balikkan Situasi
Memasuki babak kedua, Ollie Watkins menjadi aktor utama perubahan jalannya laga. Penyerang Villa itu mencetak dua gol cepat dalam kurun waktu 16 menit, masing-masing memanfaatkan kelengahan pertahanan City.
Gol pertama menyamakan kedudukan, sementara gol keduanya membuat Villa berbalik unggul 2-1. City yang mencoba merespons justru kesulitan menembus blok pertahanan rapat tim tamu.
VAR Tambah Drama di Menit Akhir
Manchester City sempat merasa mendapatkan momentum ketika Phil Foden mencetak gol penyeimbang di menit ke-90. Namun, setelah tinjauan Video Assistant Referee (VAR), gol tersebut dianulir karena posisi offside tipis dalam proses build-up.
Keputusan itu membuat frustrasi pemain City dan memupus harapan untuk menghindari kekalahan di laga terakhir musim. Aston Villa bahkan hampir menambah gol ketiga melalui Leon Bailey yang melepaskan tembakan keras, tetapi bola hanya membentur tiang gawang di menit-menit akhir.
Perpisahan Emosional di Etihad
Setelah peluit panjang dibunyikan, suasana berubah emosional. Selain Pep Guardiola, dua sosok penting klub yakni Bernardo Silva dan John Stones juga mendapat penghormatan terakhir dari para pendukung.
Guardiola menutup kiprahnya dengan catatan luar biasa, termasuk 593 pertandingan bersama City serta empat gelar liga beruntun yang menjadi sejarah tersendiri di Premier League.
Namun laga ini juga memperlihatkan sisi lain: bahwa dominasi panjang pun pada akhirnya mencapai titik akhir dengan hasil yang tidak selalu sempurna.
Villa Tampil Solid, Akhiri Musim dengan Manis
Di sisi lain, Aston Villa kembali menunjukkan konsistensi mereka sepanjang musim. Pasukan Unai Emery tampil disiplin dan efektif, terutama di babak kedua saat membalikkan keadaan.
Kemenangan ini memperkuat posisi Villa di papan atas klasemen dan menegaskan perkembangan mereka sebagai salah satu kekuatan baru di Premier League.
Ollie Watkins pun menutup laga dengan status sebagai pembeda, melanjutkan performa impresifnya menjelang agenda internasional musim panas. (MR-01)






