Mataredaksi.com, BOGOR – Antonio Conte menegaskan kemenangan 3-2 Società Sportiva Calcio Napoli atas Pisa Sporting Club menjadi tanda awal dari tantangan besar timnya, kini mereka juga bermain di Liga Champions UEFA.
“Tidak seperti klub lain, kami tidak terbiasa dengan ini”, kata Conte kepada Sky Sport Italia, menyoroti tekanan dan intensitas yang harus dihadapi Partenopei.
Kemenangan Penuh Drama
Napoli unggul 3-1 berkat gol Billy Gilmour, Leonardo Spinazzola, dan Lorenzo Lucca, namun Pisa SC sempat memperkecil ketertinggalan melalui penalti M’Bala Nzola. Kartu merah Giovanni Di Lorenzo di Liga Champions menambah ketegangan, namun tim tetap mampu menjaga kemenangan tipis 3-2.
“Tidak pernah mudah untuk menang dan kami bermain melawan tim yang sangat fisik, dengan banyak intensitas dan perubahan kecepatan,” lanjut Conte.
“Ini adalah pertandingan yang sulit. Jika pers tinggi gagal, mereka bisa merusak ritme kita. Kami puas memulai dengan empat kemenangan, menyiapkan bahan bakar untuk musim yang sangat seimbang”.
Lucca dan Pelajaran Penting
Gol Lorenzo Lucca menjadi simbol kerja keras, yang membuat Conte berlari ke lapangan untuk merayakannya bersama pemainnya. “Saya senang karena Lucca bekerja sangat keras. Ketika saya menekankan ketenangan dan kehati-hatian, itu bukan untuk melindungi diri saya sendiri, tapi memperingatkan bahwa kami tidak memiliki skuad yang dibangun seperti klub lain”, ujar Conte.
Conte menegaskan, integrasi pemain baru dari berbagai latar belakang menjadi tantangan tersendiri. “Ketika Anda memiliki simbol scudetto di dada, itu membawa harapan besar. Kami harus belajar bersama, meningkatkan standar pemain, dan memperoleh pengalaman dengan bermain”, tambahnya.
Tantangan Ganda Liga Domestik dan Eropa
Meskipun kini Napoli satu-satunya tim dengan rekor sempurna di Serie A, kelelahan tak terhindarkan setelah kekalahan 2-0 dari Manchester City di Liga Champions, di mana tim bermain dengan 10 orang lebih dari satu jam.
“Klub lain sudah terbiasa bermain dua pertandingan besar per minggu, kami tidak. Bermain setiap tiga atau empat hari membawa stres fisik dan mental, dan beberapa pemain belum terbiasa dengan itu”, jelas Conte.
Strategi dan Adaptasi
Conte juga memuji adaptasi taktik timnya dalam menghadapi tekanan. “Ada berbagai fase dalam pertandingan: menekan tinggi, bertahan di blok menengah, dan membangun dari belakang. Sebelum kartu merah Giovanni, rencana kami berjalan, tapi setelahnya kami harus bertahan dan berharap membawa pulang sesuatu”, kata Conte.
Conte menyoroti perbedaan pengalaman antara Napoli dan klub-klub top Eropa lainnya. “Manchester City, misalnya, tidak lagi hanya menunggu peluang kontra. Semua tim menekan agresif. Bahkan pelatih seperti Guardiola tahu kapan harus bertahan untuk hasil maksimal”, tutupnya. (MR-02)






