Hansi Flick Akui Barcelona Kehilangan Kesegaran Fisik Usai Takluk dari Real Madrid

Soroti Kondisi Fisik – Pelatih Barcelona, Hansi Flick, menyimak pertanyaan awak media dalam konferensi pers seusai timnya kalah 1-2 dari Real Madrid pada laga El Clásico pekan ke-10 La Liga EA Sports 2026/2027, di Stadion Spotify Camp Nou, Catalunya, Spanyol, Senin (26/10/2026) dini hari WIB. Pelatih asal Jerman tersebut menyoroti kondisi fisik dan kurangnya kesegaran para pemain Blaugrana setelah kekalahan itu. (Sumber foto: @BarcaTimes/X)

Mataredaksi.com, BOGOR – Fútbol Club Barcelona harus mengakui keunggulan Real Madrid Club de Fútbol, setelah kalah 1-2 dalam pertandingan bertajuk El Clásico pekan ke-10 La Liga EA Sports 2026/2027, di Stadion Spotify Camp Nou, Catalunya, Spanyol, Senin (26/10/2026) dini hari WIB.

Kekalahan tersebut sekaligus mengakhiri catatan sempurna Blaugrana di kompetisi domestik setelah meraih sembilan kemenangan beruntun sejak awal musim. Kylian Mbappé menjadi penentu kemenangan Real Madrid melalui dua golnya.

Barcelona sempat memberikan perlawanan dan menyamakan kedudukan melalui Raphael Dias Belloli alias Raphinha, tetapi gol kedua Kylian Mbappé pada menit-menit akhir menggagalkan upaya tuan rumah untuk mengamankan poin.

Hasil ini terasa semakin menyakitkan bagi Barcelona karena mereka baru saja menelan kekalahan 2-4 dari Paris Saint-Germain di Liga Champions UEFA pada pertengahan pekan. Dua hasil negatif secara beruntun pun menjadi pekerjaan rumah bagi pelatih Hans-Dieter “Hansi” Flick untuk segera membangkitkan kembali performa timnya.

Hansi Flick Soroti Kondisi Fisik Barcelona

Seusai pertandingan, Hansi Flick mengakui bahwa kondisi fisik para pemain Barcelona belum mencapai tingkat terbaik. Menurutnya, kurangnya kesegaran membuat tim kesulitan mengalirkan bola secara lancar, terutama pada babak pertama.

“Saya tidak puas. Kami tidak berada dalam kondisi 100 persen segar, itulah kenyataannya”, kata Flick, sebagaimana dikutip dari Sport.es, surat kabar olahraga harian berbahasa Spanyol yang berbasis di Barcelona, Catalonia, Spanyol.

Flick menilai Real Madrid mampu memanfaatkan peluang yang mereka peroleh dengan efektif. Sebaliknya, Barcelona sempat menguasai permainan, tetapi tidak cukup lancar dalam membangun serangan pada paruh pertama.

“Real Madrid memiliki peluang dan mencetak dua gol. Kami mengendalikan permainan, tetapi tidak memiliki kelancaran pada babak pertama”, ujarnya.

Barcelona Sempat Bangkit Sebelum Mbappé Menentukan Hasil

Barcelona menunjukkan perbaikan setelah turun minum. Tim asuhan Hansi Flick mampu memberikan tekanan lebih besar dan sempat menyamakan kedudukan sehingga pertandingan kembali terbuka.

Namun, Real Madrid tetap memperlihatkan ketajaman dalam memanfaatkan ruang. Serangan balik pada penghujung laga yang melibatkan Jude Bellingham, Arda Güler, dan Eduardo Camavinga berujung pada gol kedua Kylian Mbappé yang memastikan kemenangan tim tamu.

Hansi Flick mengakui Barcelona sempat memberikan ancaman, tetapi gol penentu tersebut mengubah hasil akhir pertandingan.

“Pada babak kedua, kami mulai memberikan ancaman. Namun, gol pada akhir pertandingan membuat skor menjadi 1-2. Ini sulit, tetapi kami harus menerimanya”, kata pelatih asal Jerman tersebut.

Statistik Tembakan Barcelona Tak Berbuah Kemenangan

Dari sisi jumlah percobaan, Barcelona mencatatkan 18 tembakan, sedangkan Real Madrid melepaskan 10 tembakan. Sebanyak 11 upaya Barcelona berasal dari dalam kotak penalti, tetapi jumlah tersebut belum cukup untuk menghasilkan kemenangan.

Real Madrid justru unggul dalam statistik expected goals (xG), yakni perkiraan kualitas peluang berdasarkan kemungkinan sebuah tembakan menghasilkan gol. Los Blancos membukukan xG 1,95, sementara Barcelona mencatatkan 1,19.

Angka tersebut memperlihatkan bahwa jumlah tembakan tidak selalu mencerminkan efektivitas serangan. Real Madrid mampu menciptakan peluang dengan nilai lebih tinggi dan memaksimalkannya menjadi dua gol.

João Cancelo Akui Barcelona Harus Memperbaiki Kesalahan

Bek sayap Barcelona, João Cancelo, juga mengakui bahwa timnya harus mengevaluasi sejumlah kesalahan setelah kekalahan tersebut. Ia menilai Barcelona sempat mengendalikan pertandingan, tetapi Real Madrid memiliki kemampuan untuk menghukum lawan meski tidak mendapatkan banyak peluang.

“Tidak banyak yang bisa dikatakan. Menurut saya, kami lebih unggul, tetapi inilah Real Madrid. Mereka bisa memiliki sedikit peluang dan tetap mencetak gol ke gawang Anda”, ujar Cancelo.

Ia menambahkan bahwa Barcelona perlu meninjau kembali keputusan dan kesalahan yang muncul selama pertandingan. Menurutnya, keinginan tim untuk melakukan tekanan tinggi harus diimbangi kemampuan mengendalikan penguasaan bola pada situasi tertentu.

“Kami akan melihat kesalahan yang kami buat dan harus bereaksi. Kami selalu ingin menekan tinggi, tetapi ada saat-saat ketika kami perlu lebih mengontrol bola. Hari ini, kami tidak melakukannya”, kata Cancelo.

Meski kecewa, Cancelo menegaskan bahwa Barcelona harus segera mengalihkan perhatian ke pertandingan berikutnya. Ia meminta rekan-rekannya tetap bekerja keras dan tidak larut dalam hasil buruk di El Clásico.

Kekalahan Beruntun Jadi Peringatan bagi Barcelona

Kekalahan dari Real Madrid menjadi hasil negatif kedua bagi Barcelona dalam rentang waktu singkat. Sebelumnya, mereka menyerah 2-4 kepada Paris Saint-Germain pada pertandingan Liga Champions UEFA. Hasil tersebut mengakhiri rangkaian 11 kemenangan Barcelona di seluruh kompetisi sejak awal musim.

Di La Liga, kekalahan dari Madrid sekaligus memutus sembilan kemenangan beruntun Barcelona. Catatan tersebut sebelumnya menempatkan Blaugrana dalam jalur untuk menyamai atau melampaui rekor awal musim sejumlah klub elite Eropa.

Real Madrid Pangkas Jarak di Papan Atas

Real Madrid kini semakin mendekati Barcelona dalam persaingan papan atas. Kemenangan di Stadion Spotify Camp Nou membawa Los Blancos memangkas jarak menjadi tiga poin dari pemuncak klasemen.

Bagi Flick, tantangan berikutnya adalah memulihkan kondisi fisik dan mental pemain sebelum kembali bertanding. Ia menilai Barcelona membutuhkan waktu untuk beristirahat, mengevaluasi kekurangan, dan menemukan kembali kelancaran permainan yang menjadi kekuatan mereka pada awal musim.

Barcelona dan Madrid Bersiap Menghadapi Laga Berikutnya

Barcelona dijadwalkan menjamu Deportivo Alavés pada pertandingan La Liga berikutnya, Sabtu (31/10/2026). Sementara itu, Real Madrid akan bertandang ke markas Real Racing Club de Santander pada Minggu (1/11/2026).

Dua pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi kedua tim untuk melanjutkan persaingan di liga. Barcelona, khususnya, harus segera merespons dua kekalahan beruntun agar tidak kehilangan momentum dalam perebutan posisi teratas klasemen. (MR-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *