Mataredaksi.com, BOGOR – Superstar Kylian Mbappé menjadi mimpi buruk Fútbol Club Barcelona setelah mencetak dua gol yang mengantarkan Real Madrid Club de Fútbol meraih kemenangan dramatis 2-1 dalam duel bertajuk El Clásico pekan ke-10 La Liga EA Sports 2026/2027.
Gol penentu pada menit ke-87 memastikan Los Blancos pulang dengan tiga poin dari Stadion Spotify Camp Nou, Catalunya, Spanyol, Minggu malam waktu setempat, atau Senin (26/10/2026) dini hari WIB.
Pertandingan yang berlangsung sengit ini mempertemukan dua rival abadi sepak bola Spanyol dalam duel penuh tekanan. Barcelona sempat menyamakan kedudukan melalui Raphael Dias Belloli alias Raphinha, tetapi Mbappé kembali menghukum pertahanan tuan rumah menjelang pertandingan berakhir.
Kemenangan tersebut sekaligus memberikan panggung istimewa bagi Mbappé menjelang upacara Ballon d’Or 2026 yang dijadwalkan berlangsung, di London pada Senin waktu setempat. Penyerang asal Prancis itu mengirimkan pesan kuat kepada para pesaingnya, termasuk bintang muda Barcelona, Lamine Yamal.
Di sisi lain, pelatih Real Madrid, José Mourinho, merayakan keberhasilan timnya dengan meluncur menggunakan lutut di pinggir lapangan. Selebrasi itu menggambarkan besarnya arti kemenangan dalam pertandingan yang mempertaruhkan gengsi sekaligus posisi kedua klub di papan klasemen.
El Clásico Memanas, Mbappé Buru Kemenangan Madrid
Real Madrid langsung mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan. Tim tamu berusaha meredam tekanan publik Spotify Camp Nou sekaligus mencari celah di pertahanan Barcelona.
Peluang awal Real Madrid lahir melalui Arda Güler. Tembakannya memaksa Joan García melakukan penyelamatan, tetapi bola muntah tidak berhasil dimanfaatkan pemain Los Blancos untuk membuka keunggulan.
Barcelona kemudian memberikan respons melalui Raphinha. Pemain asal Brasil tersebut melepaskan tiga percobaan, termasuk tembakan keras yang melayang tipis di atas mistar setelah Pedro González López, lebih dikenal sebagai Pedri, bekerja keras membangun serangan.
Sementara itu, Andriy Lunin tampil sebagai penjaga gawang Real Madrid asal Ukraina menggantikan Thibaut Courtois yang harus menepi karena mengalami flu. Lunin juga menggagalkan peluang Anthony Gordon ketika Barcelona berusaha meningkatkan tekanan.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-41. Kylian Mbappé memanfaatkan situasi di dalam kotak penalti ketika upaya sapuan Gerard Martín justru membentur tubuh penyerang Real Madrid tersebut dan membuat bola masuk ke gawang Barcelona.
Gol itu membawa Real Madrid unggul 1-0 sekaligus mengubah suasana stadion. Mbappé kembali memperlihatkan ketajamannya dalam memanfaatkan peluang, meskipun gol pembuka tersebut turut terbantu oleh pantulan bola yang tidak menguntungkan bagi Barcelona.
Lamine Yamal Gagal Memanfaatkan Peluang Emas
Barcelona tidak tinggal diam setelah kebobolan. Tim asuhan Hans-Dieter “Hansi” Flick berusaha merespons dengan meningkatkan intensitas serangan dan mencari gol penyeimbang sebelum turun minum.
Lamine Yamal memperoleh kesempatan emas, tetapi penyelesaiannya justru melenceng dari sasaran. Kegagalan tersebut menjadi salah satu momen penting pada babak pertama karena Barcelona membutuhkan gol untuk menjaga momentum pertandingan.
Real Madrid bahkan hampir menggandakan keunggulan sebelum jeda. Mbappé sempat melepaskan tembakan yang membentur bagian dalam tiang gawang, tetapi wasit menganulir peluang tersebut karena posisi offside.
Tidak lama kemudian, Yan Diomandé kembali mengancam pertahanan Barcelona. Ia berhasil menemukan ruang tembak dan melepaskan sepakan yang hanya mengenai sisi luar jaring.
Rangkaian peluang itu memperlihatkan betapa rentannya Barcelona menghadapi serangan balik Madrid. Meski menguasai sejumlah fase permainan, tuan rumah kesulitan menjaga keseimbangan ketika kehilangan bola.
Raphinha Bangkitkan Harapan Blaugrana
Memasuki babak kedua, Real Madrid kembali memperoleh peluang melalui serangan balik. Jude Bellingham memiliki kesempatan untuk mengirimkan umpan kepada Mbappé, tetapi gagal melepaskan bola dengan tepat ketika rekannya berada dalam posisi menjanjikan.
Barcelona kemudian memanfaatkan kegagalan tersebut untuk bangkit. Pedri mengirimkan umpan cerdas kepada Raphinha yang bergerak di sisi kanan kotak penalti.
Raphinha menyelesaikan peluang itu dengan tembakan keras yang gagal diamankan Lunin. Bola meluncur ke gawang Madrid dan mengubah skor menjadi 1-1.
Gol tersebut menghidupkan kembali harapan publik tuan rumah. Barcelona bukan hanya berhasil menyamakan kedudukan, tetapi juga mendapatkan dorongan kepercayaan diri untuk mengejar kemenangan.
Setelah gol penyeimbang, Lunin harus bekerja lebih keras. Ia melakukan penyelamatan satu tangan untuk menggagalkan sundulan Gerard Martín, sedangkan Yamal kembali mengancam melalui dua peluang berbeda.
Salah satu tembakan Yamal melayang melebar, sementara percobaan lainnya mengenai wajah Dean Huijsen. Meski terus menekan, Barcelona gagal mengubah peluang-peluang tersebut menjadi gol tambahan.
Umpan Bellingham-Camavinga Mengunci Kemenangan Madrid
Ketika pertandingan tampak mengarah pada hasil imbang, Real Madrid justru menemukan celah untuk melancarkan pukulan terakhir.
Bellingham memainkan peran penting dalam membangun serangan yang berujung gol kemenangan. Gelandang milik tim nasional Inggris itu memperlihatkan ketenangan dan kualitas distribusi bola untuk membuka ruang di pertahanan Barcelona.
Pemain pengganti Eduardo Camavinga kemudian merangsek ke kotak penalti dan mengirimkan umpan matang kepada Mbappé. Kali ini, mantan penyerang Paris Saint-Germain tersebut tidak menyia-nyiakan kesempatan.
Mbappé menuntaskan peluang pada menit ke-87 dan mengubah skor menjadi 2-1 untuk keunggulan Real Madrid. Gol itu membungkam publik Spotify Camp Nou. Barcelona yang sebelumnya berjuang mengejar kemenangan harus menerima kenyataan pahit ketika waktu pertandingan semakin menipis.
Tak pelak, José Mourinho langsung merayakan gol tersebut dengan selebrasi meluncur menggunakan lutut di pinggir lapangan. Real Madrid pun mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir dan membawa pulang kemenangan penting dari markas rival abadinya.
Mbappé Kirim Pesan Menjelang Ballon d’Or 2026
El Clásico kali ini juga menjadi panggung persaingan dua nama yang mendapat sorotan menjelang upacara Ballon d’Or 2026, yakni Kylian Mbappé dan Lamine Yamal.
Meski proses pemungutan suara telah berakhir, penampilan Mbappé memberikan pengingat mengenai kualitasnya sebagai salah satu penyerang paling berbahaya di dunia. Dua gol ke gawang Barcelona semakin memperkuat catatan impresifnya dalam pertandingan besar.
Mbappé kini telah mengoleksi lima gol dalam dua kunjungan ke markas Barcelona sebagai pemain Real Madrid. Catatan tersebut menjadi yang terbanyak bagi pemain Los Blancos dalam rentang yang disebut sumber sejak musim 2013/2014, melampaui Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema yang masing-masing mencetak empat gol.
Sebaliknya, Yamal menjalani malam yang kurang menggembirakan. Ia melepaskan lima tembakan dengan nilai expected goals (xG) sebesar 0,51, tetapi tidak satu pun berbuah gol.
Yamal juga tidak menciptakan peluang bagi rekan setimnya. Catatan distribusi bolanya dalam pertandingan ini tercatat sebanyak 47 umpan sukses dari 76 percobaan. Statistik tersebut memperlihatkan bahwa kontribusinya belum mampu membantu Barcelona membalikkan keadaan.
Hasil akhir pun memberikan keuntungan bagi Mbappé dalam duel performa di panggung terbesar sepak bola Spanyol. Namun, penghargaan Ballon d’Or tetap ditentukan melalui hasil pemungutan suara, bukan semata-mata penampilan dalam satu pertandingan.
Mourinho Pertahankan Rekor El Clásico, Flick Masih Menunggu
Kemenangan ini memiliki arti penting bagi José Mourinho. Rekor tak terkalahkannya dalam pertandingan El Clásico kini mencapai enam laga, dengan empat kemenangan dan dua hasil imbang. Catatan tersebut berlanjut dari periode sebelumnya ketika ia menangani Real Madrid.
Mourinho Masuk Jajaran Pelatih Bersejarah Madrid
Mourinho menjadi pelatih ketiga Real Madrid yang mencatatkan rangkaian enam pertandingan El Clásico tanpa kekalahan. Dua nama sebelumnya adalah Miguel Muñoz, yang mencatatkan tujuh laga beruntun pada periode 1962–1965, dan Vicente del Bosque, yang meraih catatan serupa pada 2001–2003.
Flick Masih Memburu Kemenangan Ke-100
Sementara itu, Hansi Flick masih harus menunggu kemenangan ke-100 bersama Barcelona. Kekalahan dari Real Madrid menjadi pukulan tambahan bagi Blaugrana setelah mereka juga tumbang dari Paris Saint-Germain pada pertengahan pekan dalam ajang Liga Champions UEFA.
Barcelona Kehilangan Kesempatan Membuat Sejarah
Barcelona sebelumnya berpeluang memperlebar jarak menjadi sembilan poin dari Madrid sekaligus memburu catatan bersejarah berupa sepuluh kemenangan beruntun sejak awal musim di salah satu dari lima liga top Eropa. Namun, kekalahan ini menggagalkan ambisi tersebut.
Mbappé Menjadi Pembeda dalam Persaingan La Liga
Bagi Real Madrid, kemenangan 2-1 di Spotify Camp Nou menjadi pernyataan penting dalam persaingan La Liga EA Sports 2026/2027. Mbappé tampil sebagai penentu, Bellingham dan Camavinga berperan dalam terciptanya gol kemenangan, sedangkan Mourinho membawa pulang hak membual dari duel klasik sepak bola Spanyol.
El Clásico kembali membuktikan bahwa pertandingan belum berakhir sebelum peluit panjang berbunyi. Barcelona sempat menyamakan kedudukan dan menumbuhkan harapan, tetapi satu serangan pada menit ke-87 mengubah segalanya. Kali ini, panggung menjadi milik Kylian Mbappé Lottin dan Real Madrid. (MR-02)






