Mataredaksi.com, BOGOR – Fulham membutuhkan adu penalti untuk menghindari kekalahan memalukan dari tim Sky Bet League One, Wycombe Wanderers, sebelum akhirnya melaju ke perempat final Carabao Cup. Laga di Stadion Adams Park, Rabu (29/10/2025) dini hari WIB, berakhir 1-1 di waktu normal dan dimenangkan The Cottagers 5-4 lewat drama titik putih.
Bek Fulham, Issa Diop, menjadi pahlawan setelah mengeksekusi penalti penentu kemenangan. Ia memastikan hasil positif setelah kiper Benjamin Lecomte tampil gemilang dengan menggagalkan tiga sepakan penalti pemain Wycombe.
Gol penentu itu menutup malam menegangkan bagi pasukan Marco Silva, yang sempat tertinggal cepat di awal laga. Fulham harus bekerja keras menahan perlawanan Wycombe yang tampil berani di depan pendukungnya sendiri.
Gol Cepat Woodrow Guncang Fulham
Tuan rumah langsung menebar kejutan sejak peluit pertama berbunyi. Cauley Woodrow, mantan pemain Fulham yang kini membela Wycombe, membuka keunggulan pada menit keempat. Dari jarak sekitar 20 meter, ia melepaskan tendangan mendatar ke sisi kanan gawang yang tak mampu dijangkau Lecomte.
Gol itu terasa simbolis. Woodrow meninggalkan Fulham pada 2019 setelah delapan tahun di klub tersebut, dan malam itu ia seolah mengirim pesan bahwa dirinya belum habis.
Fulham sempat kehilangan ritme permainan. Mereka kesulitan menembus lini tengah Wycombe, yang bermain agresif dengan pressing ketat dan serangan cepat melalui sayap.
Fulham Bangkit Lewat Josh King
Babak kedua berjalan dengan tempo berbeda. Fulham keluar dari tekanan dan menunjukkan kualitas mereka sebagai tim Premier League. Tekanan mereka akhirnya berbuah hasil pada menit ke-48 lewat Joshua King, yang mencetak gol pertamanya untuk klub.
Berawal dari situasi tendangan sudut, King menyambar bola di tiang dekat dan membuat skor imbang 1-1. Gol itu mengubah arah pertandingan. The Cottagers mulai menguasai bola, sementara Wycombe lebih banyak bertahan dan mengandalkan serangan balik cepat.
King tampil menonjol sepanjang babak kedua. Bersama rekrutan anyar Kevin, keduanya menciptakan peluang berbahaya. Namun, penyelesaian akhir kembali menjadi kendala. Dari lima tembakan tepat sasaran, tak satu pun benar-benar menguji kiper Wycombe, Will Norris, secara serius.
Lecomte Jadi Pembeda di Adu Penalti
Pertandingan berlanjut ke adu penalti setelah skor tetap 1-1 hingga waktu normal usai. Dalam situasi menegangkan itu, Fulham tampil lebih tenang. Empat eksekutor pertama mereka sukses menjalankan tugas dengan baik.
Namun, drama sempat terjadi ketika sepakan Ryan Sessegnon dan Jonah Kusi-Asare digagalkan Norris. Ketegangan meningkat, dan seisi stadion menahan napas.
Untungnya, Benjamin Lecomte tampil luar biasa. Ia menepis sepakan Ewan Henderson di awal, lalu menggagalkan dua penalti berikutnya dari Fred Onyedinma dan Donnell McNeilly. Aksi itu membuka jalan bagi Issa Diop untuk mengakhiri pertandingan. Dengan langkah mantap, bek asal Prancis itu menempatkan bola ke sudut kanan bawah dan memastikan kemenangan 5-4 bagi Fulham.
Akhiri Tren Buruk dan Jaga Asa Trofi
Kemenangan ini tak hanya membawa Fulham ke perempat final, tetapi juga memutus rantai empat kekalahan beruntun di semua kompetisi. Hasil itu menjadi napas segar sekaligus peluang bagi klub asal London tersebut untuk menatap gelar mayor pertama dalam sejarah 146 tahun berdirinya.
Pelatih Marco Silva terlihat lega di pinggir lapangan. Ia sadar, tersingkir dari tim divisi bawah akan menjadi pukulan besar bagi moral tim. Kini, Fulham bisa melangkah lebih percaya diri menuju babak berikutnya.
“Kami tahu laga ini tidak akan mudah. Wycombe bermain luar biasa, tetapi para pemain saya menunjukkan karakter. Lecomte luar biasa malam ini”, ujar Silva seusai pertandingan.
Bagi para pendukung Fulham, malam di Adams Park menjadi bukti bahwa drama dan kebangkitan bisa lahir bahkan di ajang sekunder seperti Carabao Cup. Mereka kini menatap perempat final dengan keyakinan baru — bahwa mimpi mengangkat trofi bukan lagi sekadar wacana. (MR-02)






