Inggris Nyaris Tersingkir, Kane Bangkitkan The Three Lions dan Lampaui Rekor Pelé

Kejutkan Singa – Penyerang Republik Demokratik Kongo, Brian Cipenga, melakukan selebrasi setelah mencetak gol pembuka ke gawang Inggris pada babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026, di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, Rabu (1/7/2026) malam WIB. Gol cepat pemain sayap untuk klub Spanyol Almería sempat membawa Les Léopards di ambang menciptakan kejutan besar sebelum Harry Kane membalikkan keadaan lewat dua gol yang memastikan kemenangan 2-1 bagi The Three Lions. (Sumber foto: @brfootball/X)

Mataredaksi.com, BOGOR – Tim nasional Inggris nyaris menelan salah satu kekalahan paling memalukan dalam sejarah penampilan mereka di Piala Dunia oleh tim debutan.

Sempat tertinggal sejak awal laga dari Republik Demokratik (RD) Kongo, The Three Lions akhirnya bangkit lewat dua gol Harry Kane untuk mengamankan kemenangan 2-1 pada babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026, di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, Rabu (1/7/2026) malam WIB.

Kemenangan dramatis itu mengantarkan Inggris melaju ke babak 16 besar. Di saat yang sama, Kane kembali mengukir sejarah setelah mencetak dua gol yang membawanya mengoleksi 13 gol di putaran final Piala Dunia.

Catatan tersebut membuat kapten Inggris itu melampaui torehan legenda Brasil, Pelé, yang mengemas 12 gol sepanjang kariernya di ajang empat tahunan tersebut. Setelah laga ini, Inggris akan menghadapi tuan rumah Meksiko pada babak 16 besar di Stadion Azteca, Mexico City, Senin (6/7/2026) pukul 07.00 WIB.

Gol Cepat Kongo Kejutkan Inggris

Inggris datang ke pertandingan dengan modal tidak terkalahkan dalam 11 laga kompetitif di bawah asuhan Thomas Tuchel. Namun, rekor impresif tersebut hampir berakhir saat Republik Demokratik Kongo memberikan kejutan pada awal pertandingan.

Les Léopards membuka keunggulan pada menit ketujuh melalui Brian Cipenga. Berawal dari umpan silang Chancel Mbemba Mangulu, Brian Cipenga berdiri tanpa kawalan di sisi kiri kotak penalti sebelum melepaskan tembakan yang gagal dibendung Jordan Pickford di tiang dekat.

Gol tersebut membuat permainan Inggris kehilangan ritme. Bahkan hingga jeda pendinginan pertama, The Three Lions belum mampu melepaskan satu pun tembakan maupun menyentuh bola di dalam kotak penalti lawan.

Hooligan, suporter Inggris yang memenuhi Stadion Mercedes-Benz mulai menunjukkan kekecewaan. Tekanan baru muncul setelah Declan Rice mengirim bola mati yang disambut Ezri Konsa, tetapi upayanya masih melebar dari sasaran.

Peluang demi peluang kemudian tercipta. Jude Bellingham hampir menyamakan kedudukan lewat sundulan keras hasil umpan Rice, namun Lionel Mpasi-Nzau melakukan penyelamatan gemilang.

Marcus Rashford juga gagal memanfaatkan peluang emas setelah usahanya digagalkan sapuan heroik Aaron Wan-Bissaka di garis gawang.

Ketangguhan Mpasi-Nzau di Bawah Mistar

RD Kongo tidak hanya bertahan. Tim asuhan Sébastien Desabre beberapa kali mengancam melalui serangan balik cepat. Yoane Wissa hampir menggandakan keunggulan setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang Inggris. Namun, sepakannya hanya membentur tiang sehingga Inggris terhindar dari kebobolan kedua.

Di bawah mistar, Lionel Mpasi-Nzau tampil luar biasa. Kiper Le Havre Athletic Club itu berulang kali mematahkan peluang emas Inggris, termasuk menggagalkan tembakan Bellingham dan Kane.

Menjelang turun minum, Kane sempat terjatuh saat mencoba melewati Mpasi di kotak penalti. Para pemain Inggris meminta hadiah penalti, tetapi wasit asal Yordania, Adham Makhadmeh, memutuskan pertandingan tetap dilanjutkan.

Kane dan Gordon Ubah Nasib Inggris

Thomas Tuchel merespons situasi sulit itu dengan melakukan perubahan pada babak kedua. Keputusan memasukkan Anthony Gordon terbukti menjadi titik balik kebangkitan Inggris. Gordon langsung menghadirkan ancaman lewat kecepatan dan kreativitasnya di sisi sayap.

Hasilnya terlihat pada menit ke-75 ketika ia mengirim umpan silang akurat yang disambut sundulan Harry Kane. Meski sempat mengenai sarung tangan Mpasi, bola tetap bersarang di sudut kiri bawah gawang untuk mengubah skor menjadi 1-1.

Gol tersebut menghidupkan kembali kepercayaan diri skuad asuhan Thomas Tuchel. Permainan menjadi lebih terbuka dan tekanan terus mengalir ke pertahanan Kongo.

Empat menit sebelum waktu normal berakhir, Gordon kembali memainkan peran penting. Ia menjaga serangan tetap hidup sebelum mengirim umpan pendek kepada Kane di sisi kanan kotak penalti.

Tanpa banyak sentuhan, striker Bayern München itu melepaskan tendangan keras yang meluncur ke sudut atas gawang. Gol spektakuler tersebut memastikan kemenangan 2-1 sekaligus menyelamatkan Inggris dari ancaman tersingkir lebih awal.

Harry Kane Resmi Lewati Rekor Pelé

Dua gol ke gawang RD Kongo membuat Kane kini mengoleksi 13 gol di putaran final Piala Dunia. Ia resmi melampaui Edson Arantes do Nasciment yang lebih dikenal sebagai Pelé, legenda dari Brasil dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen.

Di atas mantan striker Tottenham Hotspur F.C tersebut kini hanya tersisa sejumlah nama besar, yakni Lionel Messi (Argentina), Kylian Mbappé (Prancis), Miroslav Klose (Jerman), Ronaldo Nazário (Brsil), dan Gerd Müller (Jerman).

Ketajaman Kane juga semakin menegaskan perannya sebagai tumpuan utama Inggris. Sejak tampil perdana di Piala Dunia 2018, penyerang berusia 32 tahun itu telah mencatatkan 16 keterlibatan gol di ajang ini. Hanya Messi dan Mbappé yang memiliki kontribusi lebih baik dalam periode yang sama.

Di sisi lain, Anthony Gordon juga menorehkan catatan istimewa. Winger milik Fútbol Club Barcelona yang masuk dari bangku cadangan itu menjadi pemain Inggris pertama yang mencatat.

Kemenangan atas Republik Demokratik Kongo sekaligus memutus rekor buruk Inggris yang belum pernah menang ketika tertinggal pada babak pertama di Piala Dunia. Kebangkitan tersebut menjadi modal penting bagi The Three Lions sebelum menghadapi Meksiko dalam perebutan tiket ke perempat final. (MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *