ISEF 2025 Gelar Fashion Muslim Terbesar di Dunia

Bank Indonesia hadirkan 150 desainer dari dalam dan luar negeri serta perkenalkan empat agenda besar penguatan ekonomi syariah nasional

GUBERNUR Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan sambutan pembukaan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2025, di Jakarta, Rabu (8/10/2025). Dalam kesempatan itu, BI mengumumkan penyelenggaraan fashion show muslim terbesar di dunia selama lima hari berturut-turut. (Sumber foto: X/@isefindonesia)

Mataredaksi.com, JAKARTA — Bank Indonesia (BI) siap menghadirkan pertunjukan busana muslim terbesar di dunia dalam ajang Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2025. Acara ini akan berlangsung selama lima hari berturut-turut dan menampilkan ratusan karya desainer dari dalam maupun luar negeri.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyebutkan, festival tahun ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan potensi Indonesia sebagai pusat industri modest fashion dunia.

“Selama lima hari, kita akan menyelenggarakan the biggest modest fashion show sebagai bentuk dukungan karena Indonesia adalah pusat modest fashion terbesar di dunia,” ujar Perry dalam pembukaan ISEF 2025 di Jakarta, Rabu (8/10/2025).

150 Desainer, 1.175 Karya Busana

Dalam perhelatan tersebut, BI mengundang 150 desainer lokal dan 11 desainer internasional. Mereka akan memamerkan total 1.175 karya busana muslim yang mencerminkan keberagaman gaya, budaya, dan nilai-nilai syariah. Perry berharap, masyarakat terutama kalangan perempuan dapat hadir langsung dan menikmati suguhan tersebut.

“Para hajjah kami undang hadir, dan para haji nyangoni memberi uang saku”, ucapnya berseloroh.

Empat Agenda Besar Penguatan Ekonomi Syariah

ISEF 2025 menjadi penyelenggaraan ke-12 sejak pertama kali digelar pada 2014. Tahun ini, BI juga memperkenalkan empat program utama untuk memperkuat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, baik di tingkat nasional maupun global.

“Kami akan mengangkat empat komitmen utama sebagai capaian tahun ini sekaligus arah pengembangan ke depan”, jelas Perry.

Empat agenda tersebut meliputi:

  1. Peluncuran Masterplan Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia 2025–2029, sebagai bagian dari implementasi RPJMN.

  2. Penguatan sinergi pusat dan daerah dalam mendorong ekonomi syariah secara kolaboratif.

  3. Pengembangan kebijakan operasi moneter syariah, termasuk instrumen suku BI Syariah untuk memperluas investasi berbasis syariah.

  4. Peluncuran database terintegrasi Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (Ziswaf) sebagai infrastruktur utama ekonomi syariah nasional.

Indonesia Pertahankan Peringkat Ketiga Dunia

Dalam laporan State of the Global Islamic Economy Report 2024–2025, Indonesia kembali menempati peringkat ketiga dunia dalam Global Islamic Economy Indicator (GIEI). Capaian ini memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam ekonomi syariah global.

“Peringkat tersebut menjadi bukti nyata bahwa Indonesia berada di jalur yang tepat menuju pusat ekonomi syariah dunia”, tutup Perry. (MR-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *