Mataredaksi.com, BOGOR – Pelatih Maurizio Sarri menegaskan Società Sportiva Lazio menghadapi dua cedera baru, meski berhasil meraih kemenangan 2-1 atas Unione Sportiva Sassuolo Calcio, Selasa (10/3/2026) dini hari WB. Sarri juga menyoroti pentingnya inisiatif klub untuk mengakhiri boikot penggemar yang terus berlangsung di Stadio Olimpico, Roma.
Cedera dan Pergantian Pemain
Lazio baru saja bermain imbang 2-2 melawan Atalanta BC di semifinal Coppa Italia, dan mereka hanya meraih dua poin dari empat laga Serie A terakhir. Dalam laga ini, Daniel Maldini mencetak gol cepat, diikuti sundulan penentu Adam Marušić di masa tambahan waktu. Para pemain cadangan merayakan dengan sorak-sorai dan tepukan, meski tribun sebagian kosong.
Sarri menghadapi kendala cedera: Danilo Cataldi keluar pada babak pertama karena otot betis kaku, sedangkan Alessio Romagnoli diganti akibat cedera ringan yang ia alami saat laga melawan Atalanta.
“Cataldi merasa otot betisnya mengeras, sementara Romagnoli mengalami ketukan yang sama”, ujar Sarri. Tambahan cedera ini menunjukkan tim membutuhkan kedalaman skuad yang memadai untuk tetap kompetitif.
Debutan Edoardo Motta Bersinar
Kiper debutan Edoardo Motta tampil gemilang dengan dua penyelamatan krusial saat skor imbang 1-1. Sarri memuji Motta karena menambah stabilitas setelah musim Ivan Provedel berakhir akibat operasi bahu.
“Tim ini bisa menunjukkan sikap yang benar, meski ada beberapa kesalahan”, kata Sarri. Motta juga memberi dorongan moral tambahan bagi rekan-rekannya, menegaskan pentingnya kedalaman tim.
Boikot Penggemar Tetap Menjadi Tantangan
Ultras Lazio masih memboikot pertandingan sebagai protes terhadap Presiden Claudio Lotito, sehingga hanya sekitar 5.000 penonton hadir. “Bermain di stadion kosong sangat menyedihkan, tapi para pemain bereaksi baik terhadap situasi itu”, kata Sarri. Ia menekankan bahwa klub harus mengembalikan kepercayaan penggemar agar semangat tim tetap tinggi dan performa di lapangan maksimal.
Masa Depan Sarri dan Target Klub
Sarri mengatakan keputusan soal masa depannya akan dibuat setelah musim berakhir. “Tim ini harus memenuhi standar sejarah klub, jadi kami perlu memperkuat skuad”, ujarnya. “Jika saya tinggal hanya untuk penggemar, saya bahkan tidak tahu mengapa saya masih di sini karena mereka juga tidak hadir”.
Kemenangan ini membawa Lazio naik ke posisi ke-10, di depan Udinese, sejajar dengan Sassuolo di posisi kesembilan. Hasil ini menunjukkan Lazio mampu mempertahankan determinasi, kualitas permainan, dan kekompakan tim meski menghadapi cedera, absennya Provedel, dan tribun sebagian kosong. (MR-01)






