Mataredaksi.com, BOGOR – Tim nasional Mesir melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026 setelah menyingkirkan Australia melalui drama adu penalti. The Pharaohs menang 4-2, setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit, di Stadion Dallas, Arlington, Texas, Amerika Serikat, Sabtu (4/7/2026) dini hari WIB.
Wasit asal Uruguay, Gustavo Adrián Tejera asal Uruguya, memimpin duel sengit tersebut. Mesir akhirnya mengakhiri penantian panjang untuk memenangi laga fase gugur Piala Dunia.
Hossam Abdelmaguid menjadi penentu kemenangan Mesir. Bek tersebut menuntaskan penalti keempat timnya dengan tendangan keras ke sisi kiri gawang Australia.
Mesir pun menjaga peluang untuk melangkah lebih jauh di turnamen. Pada babak berikutnya, pasukan Hossam Hassan akan menghadapi pemenang laga Argentina melawan Tanjung Verde.
Mesir Unggul Lebih Dulu
Mesir membuka pertandingan dengan tekanan agresif. Namun, Australia hampir mencuri gol lebih dulu ketika Cristian Volpato melepaskan tembakan yang membentur mistar.
The Pharaohs kemudian merespons ancaman itu melalui Emam Ashour. Gelandang Mesir tersebut membawa timnya unggul dan membuat Australia harus mengejar ketertinggalan.
Mesir sebenarnya mendapat peluang besar untuk memperlebar jarak. Omar Marmoush memperoleh kesempatan emas, tetapi ia gagal mengonversinya menjadi gol kedua.
Kegagalan itu memberi Australia kesempatan untuk kembali bangkit. Socceroos akhirnya menyamakan kedudukan setelah Mohamed Hany mencetak gol bunuh diri, yang menjadi gol bunuh diri keduanya pada Piala Dunia 2026.
Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal. Kedua tim lalu melanjutkan pertandingan ke babak perpanjangan waktu.
Peluang Salah Belum Berbuah Gol
Australia tampil lebih percaya diri setelah menyamakan skor. Kiper Patrick Beach juga membuat beberapa penyelamatan penting yang menjaga peluang Socceroos tetap terbuka.
Mesir kembali menciptakan peluang pada masa tambahan waktu. Mohamed Salah mendapat kesempatan bagus untuk mengakhiri pertandingan tanpa adu penalti, tetapi ia belum mampu menaklukkan pertahanan Australia.
Popovic Andalkan Ryan dalam Adu Penalti
Tony Popovic kemudian membuat keputusan penting menjelang adu penalti. Pelatih Australia itu memasukkan kapten Mathew Ryan untuk menggantikan Beach.
Pergantian tersebut belum mampu mengubah hasil akhir. Para penendang Mesir tampil sempurna dan mencetak empat gol dari empat kesempatan.
Salah Panenka, Herrington Gagal
Australia justru membuka adu penalti dengan kegagalan. Harry Souttar melepaskan tendangan yang melambung di atas mistar gawang.
Mahmoud Saber membawa Mesir unggul 1-0 melalui tendangan keras ke sisi kiri gawang. Jackson Irvine lalu menyamakan skor menjadi 1-1 setelah menunggu Mostafa Shobeir bergerak.
Ramy Rabia mengembalikan keunggulan Mesir lewat sepakan ke sudut kiri bawah. Awer Mabil kemudian menjaga Australia tetap dalam persaingan dengan tendangan rendah ke tengah gawang.
Mohamed Salah tampil pada momen krusial. Kapten Mesir itu mengecoh Mathew Ryan lewat tendangan Panenka yang mengarah tepat ke tengah gawang untuk membawa timnya unggul 3-2.
Lucas Herrington, pemain berusia 18 tahun, gagal menjalankan tugas sebagai penendang keempat Australia. Tembakannya menghantam mistar gawang dan membuat Mesir berada di ambang kemenangan.
Abdelmaguid Antar Mesir ke Babak 16 Besar
Abdelmaguid lalu maju sebagai penendang terakhir. Ia menuntaskan tugasnya dengan tenang dan memastikan Mesir menang 4-2 dalam adu penalti.
Mesir mencatatkan expected goals atau xG sebesar 1,36, lebih tinggi daripada Australia yang hanya membukukan 0,87. Statistik itu memperlihatkan Mesir lebih efektif menciptakan ancaman sepanjang laga.
Australia harus mengakhiri perjuangan dengan kekecewaan. Sementara itu, Mesir merayakan kemenangan besar yang membuka jalan mereka menuju babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026. (MR-02)







