Mesir Ukir Sejarah usai Singkirkan Australia lewat Adu Penalti Piala Dunia 2026

Meluapkan Kegembiraan – Hossam Abdelmaguid meluapkan kegembiraan usai mencetak penalti penentu kemenangan Mesir atas Australia pada babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026, di Stadion Dallas, Arlington, Texas, Amerika Serikat, Sabtu (4/7/2026) dini hari WIB. The Pharaohs menang 4-2 atas Socceroos dalam adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit dan melaju ke 16 besar. (Sumber foto: @world_watch20/X)

Mataredaksi.com, BOGOR – Tim nasional Mesir mencatat sejarah baru di Piala Dunia FIFA 2026, setelah menundukkan Australia melalui adu penalti. The Pharaohs menang 4-2 setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit pada babak 32 besar, di Stadion Dallas, Arlington, Texas, Amerika Serikat, Sabtu (4/7/2026) dini hari WIB.

Wasit asal Uruguay, Gustavo Adrian Tejera, memimpin pertandingan yang berjalan ketat tersebut. Hossam Abdelmaguid menjadi penentu kemenangan Mesir setelah mengeksekusi penalti terakhir ke sudut kiri bawah gawang.

Kedua tim datang ke laga ini tanpa pengalaman memenangi pertandingan fase gugur Piala Dunia. Australia dan Mesir juga belum pernah menjalani adu penalti di turnamen tersebut.

Namun, Mesir mampu menjaga ketenangan saat tekanan mencapai puncaknya. Seluruh penendang The Pharaohs sukses menjalankan tugas di depan Mathew Ryan, yang masuk menggantikan Patrick Beach khusus untuk menghadapi adu penalti.

Volpato Ancam, Ashour Buka Keunggulan

Australia hampir membuka skor lebih dahulu pada awal pertandingan. Cristian Volpato memanfaatkan ruang kosong di depan pertahanan Mesir sebelum melepaskan tembakan dari luar kotak penalti.

Usahanya membuat kiper Mesir Mostafa Shobier waspada, tetapi bola hanya menghantam mistar gawang. Mesir kemudian membalas ancaman itu dan mengambil kendali permainan.

Emam Ashour membawa Mesir unggul delapan menit kemudian. Awalnya, Australia memblokir tembakan melengkung Ashour dari skema tendangan bebas.

Karim Hafez lalu mengambil bola liar dan mengirimkan umpan kembali ke area berbahaya. Ashour menyambutnya dengan sundulan menukik yang gagal dihentikan Patrick Beach.

Mesir hampir menggandakan keunggulan hanya beberapa detik setelah babak kedua dimulai. Omar Marmoush lolos dari pengawalan dan berlari di belakang lini pertahanan Australia.

Namun, penyerang Mesir itu mengarahkan tendangannya tipis di sisi gawang. Peluang tersebut kemudian menjadi titik penting dalam jalannya pertandingan.

Gol Bunuh Diri Hany Hidupkan Australia

Australia menyamakan kedudukan pada menit ke-55. Aiden O’Neill mengirim tendangan bebas dari sisi kiri dan Mohamed Hany mencoba menghalau bola di depan gawang.

Hany justru menyundul bola ke gawang sendiri. Gol itu menjadi gol bunuh diri keduanya di Piala Dunia FIFA 2026.

Catatan tersebut membuat Hany menjadi pemain kedua yang mencetak dua gol bunuh diri dalam satu edisi Piala Dunia. Sebelumnya, Ivan Kolev Vutsov mencatat rekor serupa pada 1966.

Rekor Gol Bunuh Diri Piala Dunia

Gol Hany juga menjadi gol bunuh diri ke-13 sepanjang Piala Dunia 2026. Jumlah itu menciptakan rekor baru untuk satu edisi turnamen.

Australia kembali menemukan energi setelah gol tersebut. Socceroos berusaha memanfaatkan duel fisik dan bola-bola mati untuk mengancam pertahanan Mesir.

Mesir tetap memberi tekanan hingga akhir waktu normal. Namun, Australia mampu menjaga skor 1-1 dan memaksa pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu.

Australia Diuntungkan Gol Bunuh Diri

Gol bunuh diri Mohamed Hany kembali memberi keuntungan bagi Australia di fase gugur Piala Dunia. Sebelumnya, Australia juga mendapat gol serupa saat menghadapi Argentina pada babak 16 besar Piala Dunia 2022.

Ketika itu, Enzo Fernandez mencetak gol ke gawang sendiri. Dua gol bunuh diri tersebut menjadi satu-satunya gol yang Australia cetak dalam pertandingan fase gugur Piala Dunia.

Salah Lewatkan Kesempatan Emas

Mesir tampil lebih dominan pada fase akhir pertandingan. Ramy Rabia hampir membawa The Pharaohs kembali unggul, tetapi Patrick Beach menggagalkan sundulannya dengan penyelamatan gemilang.

Haissem Hassan juga mendapat peluang setelah menerima bola di area berbahaya. Harry Souttar segera menutup ruang dan memblokir tembakannya.

Mohamed Salah memperoleh peluang terbaik Mesir pada awal babak perpanjangan waktu. Kapten Mesir itu menerima bola di sisi kanan kotak penalti dalam posisi sempit.

Salah mencoba menyelesaikan peluang melalui tendangan voli. Namun, bola melambung melewati mistar dan membuat laga tetap berlanjut hingga adu penalti.

Salah Jadi Motor Serangan Mesir

Salah tetap memberi pengaruh besar sepanjang pertandingan. Ia menciptakan lima peluang dan membawa total catatan peluang ciptaannya menjadi 16 di Piala Dunia 2026.

Jumlah tersebut menyamai catatan Leandro Trossard dari Belgia. Catatan itu juga menunjukkan peran besar Salah dalam perjalanan Mesir di turnamen.

Abdelmaguid Jadi Penentu

Tony Popovic memasukkan Mathew Ryan untuk menghadapi adu penalti. Namun, keputusan itu belum mampu menyelamatkan Australia dari kekalahan.

Harry Souttar menjadi penendang pertama Australia dan mengirim bola melambung di atas mistar. Mesir kemudian membuka keunggulan lewat Mahmoud Saber.

Jackson Irvine dan Awer Mabil menjaga Australia tetap bersaing. Namun, Ramy Rabia dan Mohamed Salah juga berhasil menjalankan tugas untuk Mesir.

Herrington Gagal, Mesir Menang

Salah mencetak gol melalui eksekusi Panenka yang tenang. Tendangan itu membawa Mesir unggul 3-2 sebelum Lucas Herrington maju sebagai penendang keempat Australia.

Herrington, yang sebelumnya mencatat sejarah sebagai starter termuda Australia pada laga gugur Piala Dunia, gagal mencetak gol. Tendangannya menghantam mistar gawang.

Abdelmaguid lalu mengambil tanggung jawab sebagai penendang terakhir Mesir. Ia mengarahkan bola ke sudut kiri bawah dan memastikan kemenangan 4-2.

Mesir Ukir Sejarah Baru

Mesir menjadi negara Afrika kedua yang memenangi adu penalti Piala Dunia. Mereka mengikuti jejak Maroko yang sebelumnya menang atas Spanyol pada 2022 dan Belanda pada 2026.

Kemenangan itu membawa Mesir ke babak 16 besar. The Pharaohs kini menunggu pemenang pertandingan Argentina melawan Tanjung Verde untuk menentukan lawan berikutnya. (MR-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *