Pemain Jerman Mendapatkan ‘Mandi Es Per Mertesacker’ Setelah Menang 6-5 (1-1) di Perempat Final Atas Prancis

Euro Wanita 2025

Para pemain Jerman merayakan keberhasilan Ann-Katrin Berger (tidak terlihat) menyelamatkan penalti ketujuh dari Alice Sombath (tidak terlihat) dalam adu penalti pada pertandingan perempat final Piala Eropa Wanita UEFA 2025 antara Prancis dan Jerman, di Stadion St Jacobs Park, di Basel, Swiss, Minggu (20/7/2025) dini hari WIB. (Sumber Foto: X/@WEURO2025)

Mataredaksi.com, SWISS – Kemenangan gemilang Tim Nasional wanita Jerman atas Prancis di babak perempat final Kejuaraan Wanita Eropa UEFA 2025, pada Minggu (20/7/2025) dini hari WIB, sungguh mustahil.

Bertahan dengan sepuluh pemain, menyusul kartu merah Kathrin Hendrich di menit ke-13, DFB-Frauen harus berjuang sekuat tenaga dalam pertandingan yang digelar, di Stadion St Jacobs-Park, di Basel, Swiss, Minggu (20/7/2025) dini hari WIB.

Pada akhirnya, tim asuhan Christian Wück berhasil mengatasi 117 menit pertandingan dengan bermain dengan 10 pemain dan adu penalti yang menegangkan untuk melaju ke semifinal.

Alice Sombath gagal mengeksekusi penalti penentu bagi ‘Les Bleues’ (The Blues) sebutan Prancis, untuk memastikan Jerman melaju ke babak empat besar Euro 2025 melawan Timnas Spanyol, di Stadion Letzigrund di Zürich, Kamis (24/7/2025) dini hari WIB, tulat.

Tanpa diduga, Búndestrainer (Pelatih nasional- red), Christian Wück mengungkapkan, kelelahannya dengan cara yang paling khas Jerman.

Soalnya untuk kali keduanya dalam satu musim panas, pemain sepak bola profesional Timnas Jerman untuk ‘Mandi Es Per Mertesacker’ setelah kemenangan 120 menit yang melelahkan di perempat final turnamen.

‘Ritual’ itu merujuk pada kalimat terkenal Per Mertesacker mantan bek Timnas Jerman tahun 2014. “Saya rasa kami butuh tiga hari mandi es dan istirahat”, ujar Wück kepada ZDF dilansir Getfootbalnewsgermany.com yang diteruskan Mataredaksi.com, setelah pertandingan.

“Lalu pertanyaannya, kita lihat apakah kami bisa menurunkan sebelas pemain melawan Spanyol (di semifinal hari Rabu – malam – nanti). Saya kelelahan”, lanjut Christian Wück.

Wück menolak berkomentar langsung mengenai insiden Hendrich, karena tidak ada yang membutuhkan kutipan aneh tentang tindakan bek Jerman tersebut yang menarik kuncir kuda kapten Prancis, Griedge Mbock Bathy di kotak penalti pada menit ke-12.

Wück justru mengungkapkan kebanggaannya karena timnya tidak kebobolan lagi dan Sjoeke Nüsken mampu menyamakan kedudukan melalui tendangan sudut yang telah dipersiapkan dengan baik sepuluh menit setelah Prancis unggul melalui titik penalti.

“Itu berjalan sesuai rencana. Itulah varian yang ingin kami laksanakan”, kata teknisi berumur 52 tahun ini, mengenai gol penyeimbang Sjoeke Nüsken di menit ke-25.

Wück tidak hanya kehilangan Kathrin Hendrich karena kartu merah di menit ke-13, tetapi juga bek kanan Sarai Linder (yang telah absen dari lapangan untuk mendapatkan perawatan selama hampir seperempat jam pertama) mengalami cedera tak lama setelahnya.

Bahkan, cedera tersebut membuatnya tidak sempat mempertimbangkan untuk memasukkan pemain pengganti hingga babak perpanjangan waktu pertama.

“Kami tidak akan berhasil jika hanya satu pemain yang cedera. Syukurlah, tidak ada satupun yang cedera. Itulah mengapa saya sangat bangga dengan tim ini”, tegas Christian Wück.

‘Die Nationalelf’ sebutan Jerman mempertahankan rekor tidak pernah kalah dari Prancis di turnamen besar musim panas, setelah bangkit dari ketertinggalan satu gol dan satu pemain di 15 menit pertama untuk memenangkan pertandingan sengit, di Basel.

Stadion St Jacobs Park didominasi oleh pendukung Jerman yang berbondong-bondong ke perbatasan Swiss untuk menyemangati tim asuhan Christian Wück.

Bahkan, setelah Kathrin Hendrich diusir keluar lapangan yang juga menghasilkan hadiah penalti yang sukses dimanfaatkan Grace Geyoro untuk membuka skor.

Sjoeke Nüsken – yang juga gagal mengeksekusi penalti di babak kedua – menyamakan kedudukan 10 menit kemudian dan, setelah perjuangan panjang untuk menahan Prancis, kesalahan Sombath membuat mayoritas penonton bersorak.

‘Die Nationalmannschaft’ masih sebutan Jerman memasuki pertandingan tanpa diperkuat bek kunci Giulia Gwinn dan Carlotta Wamser, yang masing-masing cedera dan terkena sanksi larangan bertanding, sementara striker bintang Lea Schüller juga secara mengejutkan dicadangkan.

Tugas Janina Minge dan kawan-kawan semakin berat di menit ke-13 ketika Kathrin Hendrich secara tak terduga menarik rambut Griedge Mbock Bathy saat menahan tendangan bebas.

Namun, tiba-tiba Sjoeke Nüsken membuat sorak-sorai para penggemar ketika ia melompat, tanpa terkawal sama sekali, untuk menyundul bola hasil tendangan sudut Klara Bühl.

Sejak saat itu, Jerman hanya bisa bertahan dan menahan Prancis, dan Janina Minge dkk. diselamatkan dari ketertinggalan saat jeda oleh Delphine Cascarino yang terjebak offside sebelum menyundul umpan silang mendatar Kadidiatou Diani.

Itu adalah salah satu dari sedikit serangan apik yang berhasil dilancarkan ‘The Blues’ (Si Biru) dengan tambahan pemain, dan Griedge Mbock dkk. terus kesulitan setelah jeda.

Bahkan, ketika Grace Geyoro mencetak gol untuk kedua kalinya, menyambar bola muntah setelah penyelamatan gemilang Ann-Katrin Berger, gol tersebut dianulir karena Maëlle Lakrar menghalangi kiper Jerman dalam posisi offside.

Pauline Peyraud-Magnin menyelamatkan ‘Si Biru’ ketika ia menepis penalti buruk Sjoeke Nüsken di menit ke-69, yang diberikan karena pelanggaran ringan terhadap Jule Brand.

Namun, Ann-Katrin Berger-lah yang mungkin melakukan penyelamatan terbaik turnamen ini 12 menit memasuki babak perpanjangan waktu ketika ia berhasil menepis sundulan Janina Minge yang tidak disengaja dan mencegah Jerman mencetak gol bunuh diri.

Berger hanya bisa menyaksikan tendangan Melvine Malard yang membentur mistar gawang hampir di menit terakhir pertandingan sebelum adu penalti, di mana tendangan Amel Majri dan Sombath keduanya ditepis dengan lemah dan memungkinkan Jerman menang melawan segala rintangan. (MR-1)

Sumber: getfootbalnewsgermany

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *