Mataredaksi.com, BOGOR – Southampton membuat kejutan besar dengan menyingkirkan Arsenal lewat kemenangan 2-1 pada perempat final Piala FA (FA Cup) 2025/2026. Gol penentu Shea Charles pada menit ke-85 memastikan langkah tim Championship itu ke semifinal, Minggu (5/4/2026) dini hari WIB, di St. Mary’s Stadium.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi tim asuhan Mikel Arteta. Dua pekan lalu mereka masih memburu empat gelar, tetapi kini peluang itu menyusut drastis.
Southampton Tampil Berani
Sejak awal laga, Southampton langsung menunjukkan keberanian. Léo Scienza menjadi ancaman utama dengan pergerakan agresif di sisi kiri.
Ia sempat mengklaim penalti, namun wasit mengabaikan protes tersebut. Scienza juga nyaris mencetak gol setelah memanfaatkan kesalahan lini belakang Arsenal, meski gagal menuntaskan peluang satu lawan satu.
Arsenal mencoba merespons melalui Martin Ødegaard, tetapi upayanya dari luar kotak penalti mampu diamankan Daniel Peretz.
Stewart Buka Keunggulan
Southampton akhirnya membuka skor di babak pertama. Kesalahan Ben White dalam mengantisipasi umpan silang James Bree memberi ruang bagi Ross Stewart.
Stewart dengan tenang mengontrol bola sebelum menaklukkan Kepa Arrizabalaga. Gol tersebut membuat tuan rumah semakin percaya diri.
Arsenal mencoba bangkit, tetapi lini pertahanan mereka justru terlihat rapuh saat menghadapi serangan cepat Southampton.
Arsenal Bangkit di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Southampton hampir menggandakan keunggulan. Tom Fellows melepaskan tembakan yang masih melambung, sementara Scienza kembali mengancam lewat sepakan melengkung yang membentur mistar.
Tekanan tersebut sempat membuat Arsenal kesulitan mengembangkan permainan. Namun, perubahan strategi dari bangku cadangan mulai memberi dampak.
Pada menit ke-68, Viktor Gyökeres menyamakan kedudukan. Ia memanfaatkan umpan matang Kai Havertz dan dengan mudah menceploskan bola ke gawang kosong. Gol ini menghidupkan kembali harapan Arsenal untuk membalikkan keadaan.
Charles Jadi Penentu
Alih-alih mengendalikan permainan, Arsenal justru kembali kehilangan fokus. Southampton tetap berani menekan dan menciptakan peluang.
Gol Penentu di Menit Akhir
Pada menit ke-85, serangan cepat kembali membuahkan hasil. Umpan dari Tom Fellows disambut dengan baik oleh Shea Charles yang menyelesaikannya lewat tembakan akurat ke dalam gawang.
Gol itu langsung memicu euforia publik Southampton dan menjadi penentu kemenangan. Di sisa waktu pertandingan, Gabriel Martinelli dan Noni Madueke sempat mendapat peluang, tetapi gagal mengubah keadaan.
Statistik dan Catatan Penting
Arsenal sebenarnya mendominasi jumlah peluang dengan 23 tembakan, jauh di atas delapan milik Southampton. Namun, efektivitas menjadi pembeda utama dalam laga ini.
The Gunners hanya unggul tipis dalam expected goals (xG) dengan 1,77 berbanding 1,21, yang menunjukkan kurangnya ketajaman di lini depan.
Tim asuhan Mikel Arteta juga kehilangan Gabriel Magalhães akibat cedera lutut, yang semakin memperburuk organisasi lini belakang.
Sejarah Berulang untuk Southampton
Kemenangan ini menjadi pencapaian bersejarah bagi Southampton. Skuad asuhan Tonda Eckert sukses menyingkirkan dua tim papan atas dalam satu edisi FA Cup setelah sebelumnya mengalahkan Fulham.
Prestasi ini mengingatkan pada musim 1975/1976, saat Southampton terakhir kali mengangkat trofi tersebut.
Dengan semangat yang sama, The Saints kini membuka peluang untuk kembali menciptakan kejutan di Wembley dan melanjutkan kisah dongeng mereka musim ini.
Evaluasi untuk Arsenal
Keberhasilan Southampton menegaskan efektivitas permainan mereka dalam memaksimalkan peluang di momen krusial. Meski kalah penguasaan bola, mereka tetap disiplin dan tajam saat melakukan transisi.
Sebaliknya, Arsenal kembali menunjukkan masalah konsistensi di laga penting. Dominasi statistik tidak diiringi ketenangan dalam penyelesaian akhir maupun organisasi lini belakang.
Situasi ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Arteta. Dengan dua kompetisi tersisa, Arsenal harus segera bangkit jika tidak ingin menutup musim tanpa trofi besar. (MR-02)






