Purbaya Ogah Memelas, Fokus Perbaiki Ekonomi Domestik

Hadiri IES 2026 - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat menghadiri acara Indonesia Economic Summit (IES) 2026, di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026). Purbaya menegaskan pihaknya tidak akan memelas demi menarik investor asing masuk ke Indonesia. (Sumber foto: Istimewa)

Fokus Perbaiki Ekonomi

Mataredaksi.com, JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tidak akan memohon-mohon kepada investor asing. Ia yakin foreign direct investment (FDI) akan datang secara alami ke Indonesia jika ekonomi domestik tumbuh kuat dan menawarkan imbal hasil yang kompetitif.

Menurut Purbaya, kunci menarik FDI adalah memperbaiki kondisi ekonomi domestik. “Saya tidak ingin mendatangi mereka (investor asing) dan memohon-mohon, sementara kondisi ekonomi domestik sedang tidak baik”, tegasnya dalam Indonesia Economic Summit, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

https://pbs.twimg.com/media/HAOIc-wbUAA60tQ?format=jpg&name=largeBerpose – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengabadikan momen dengan foto bersama peserta usai pembukaan Indonesia Economic Summit (IES) 2026, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (3/2/2026). (Sumber foto: X/@airlangga_hrt)

Ia menekankan ekonomi domestik yang solid menjadi syarat utama untuk mengundang FDI. Dengan pertumbuhan sehat, investor menilai peluang memberikan imbal hasil yang kompetitif. “Lebih baik fokus pada peningkatan kondisi ekonomi yang otomatis mengundang mereka ke negara ini”, tambah Purbaya.

Pemulihan Ekonomi Terlihat Kuat

Menkeu menuturkan dalam dua tahun terakhir, investor menyaksikan perlambatan ekonomi Indonesia. Titik terendah terjadi pada Agustus tahun lalu akibat minimnya lapangan kerja dan memburuknya kondisi sosial-ekonomi.

Purbaya menyebut situasi itu menjadi latar penunjukannya sebagai Menteri Keuangan untuk membalikkan arah perekonomian. “Setelah empat bulan berjalan, pemulihan ekonomi terlihat kuat dan akan semakin menguat”, ujarnya.

https://pbs.twimg.com/media/HAOIbkka4AAlp0R?format=jpg&name=largePidato Pembukaan – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pidato pembukaan pada Indonesia Economic Summit (IES) 2026, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (3/2/2026). (Sumber foto: X/@airlangga_hrt)

Tantangan Transparansi Pasar

Meski pemulihan terjadi, isu transparansi masih menjadi tantangan di pasar keuangan. Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada 28 Januari 2026 menunda peningkatan bobot Indonesia dalam indeks globalnya.

Langkah itu memicu tekanan di pasar saham domestik. Purbaya menekankan, “Jika kita memperbaiki ketidaktransparanan, kita menghilangkan penyakit pasar. Orang-orang akan menilai fundamental ekonomi yang kuat”.

Investasi Berkualitas dan Peran Swasta

Selain itu, pemerintah mendorong digitalisasi sektor keuangan, memperkuat energi baru dan terbarukan, serta meningkatkan daya saing sektor manufaktur. Langkah ini meningkatkan efisiensi, menarik investasi berkualitas, dan menciptakan lapangan kerja.

https://pbs.twimg.com/media/HAOIcGubMAA7tSe?format=jpg&name=largeSerius – Para audiens terlihat serius mendengarkan pidato pembuka Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada forum Indonesia Economic Summit (IES) 2026, di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026). (Sumber foto: Istimewa)

Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu menekankan, kunci mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8% adalah peningkatan investasi sektor swasta. Ia menegaskan, bukan hanya kuantitas investasi yang penting, tetapi juga kualitasnya dalam meningkatkan produktivitas usaha.

Mari menyoroti hambatan produktivitas, antara lain: iklim investasi belum kondusif, biaya menjalankan bisnis tinggi, kebijakan persaingan lemah, kepastian hukum minim, dan regulasi inkonsisten. Selain itu, ketidakpastian global, seperti perang tarif, menambah risiko bagi pelaku usaha.

Pembangunan Berkelanjutan

Mari menegaskan, pembangunan harus memperhatikan aspek iklim, ketahanan ekonomi, pemerataan, dan penciptaan lapangan kerja yang layak. “Indonesia harus menyiapkan ekonomi yang tangguh dan memperkuat keberlanjutan sosial serta lingkungan”, katanya.

https://rm.id/images/berita/med/indonesia-economic-summit-2026-akselerasi--transformasi-ekonomi-nasional_299500.jpgMomen Pembukaan IES 2026 – CEO IBC Sofyan Djalil (kelima kiri), Datuk Patinggi Tan Sri Abang Haji Abdul Rahman Zohari bin Tun Datuk Abang Haji Openg, Premier Sarawak (keenam kiri), Airlangga Hartarto, Coordinating Minister of Economic Affairs Republic Indonesia (ketujuh kiri), ⁠Abdullah Saleh Kamel President of the Islamic Chamber of Commerce and Development (ICCD) (keenam kanan) dan Arsjad Rasjid, Chair of the Board of Trustees IBC (ketujuh kanan) dalam acara Indonesia Economic Summit, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (3/2/2026). (Sumber foto: Istimewa)

Dengan langkah transparansi, penguatan fundamental ekonomi, dan investasi berkualitas, Purbaya optimistis investor akan menilai peluang di Indonesia. Investasi asing langsung akan datang secara alami.

“Sebab itu, kami akan menerapkan transparansi di pasar, sehingga pelaku pasar akan melihat fundamental ekonomi yang kuat karena kita sedang memperbaiki kondisi ekonomi”, pungkas Mari Elka Pangestu. (MR-01/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *