Sektor Hulu Migas Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

PHE ONWJ resmi menuntaskan pemasangan Anjungan OOA di utara Jawa Barat, bagian dari pengembangan Lapangan OO-OX yang ditargetkan berproduksi pada 2026. (Sumber foto: Dok. PHE ONWJ)

Mataredaksi.com, JAKARTA – Sektor hulu minyak dan gas (migas) menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan ekonomi nasional bisa tumbuh hingga 6% dalam dua tahun ke depan. Untuk mendukung target ini, pemerintah merilis Program Paket Ekonomi 2025.

Hulu Migas Tingkatkan TKDN dan Industri Lokal
Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, menyatakan sektor hulu migas mendukung ketahanan energi sekaligus memberdayakan industri lokal. “Hulu migas mendorong industri nasional agar lebih aktif dalam rantai pasok,” ujarnya, Kamis (18/9/2025).

Hingga Juni 2025, SKK Migas mencatat realisasi TKDN di proyek hulu migas melampaui target. Proyek strategis nasional (PSN) mencapai 58%, jauh di atas target 18%. Sedangkan proyek non-PSN menembus 59%, melebihi target 57%.

Nilai Kontrak dan Dampak Ekonomi Daerah
Nilai kontrak barang dan jasa sektor hulu migas semester I-2025 mencapai US$3,57 miliar (Rp58,7 triliun). Dari jumlah itu, belanja dalam negeri tercatat US$1,83 miliar (Rp30,1 triliun). Industri ini memberi manfaat nyata bagi daerah.

Sekretaris Daerah Riau, Syahrial Abdi, menekankan kontribusi langsung dan tidak langsung bagi masyarakat setempat. Dana Bagi Hasil (DBH) migas menjadi penopang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). DBH Riau tercatat Rp3,2 triliun pada 2023, turun menjadi Rp2,3 triliun pada 2024, dan diperkirakan naik menjadi Rp2,6 triliun pada 2025, dengan asumsi harga minyak US$82 per barel.

Sinergi Pemerintah dan Kontraktor untuk Ketahanan Energi
Syahrial menekankan pentingnya menjaga produktivitas hulu migas untuk mendukung target nasional menuju Visi Indonesia Emas 2045. Pemerintah daerah, SKK Migas, dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) harus bersinergi agar produksi tetap stabil.

Selain itu, antisipasi terhadap penemuan baru, termasuk skema unconventional drilling, perlu dipersiapkan agar manfaat bagi Riau dan ketahanan energi nasional maksimal.

Pemberdayaan Industri dan Peluang Usaha Lokal
Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas, Eka Bhayu Setta, menegaskan bahwa TKDN mendorong efisiensi biaya. Sistem ini juga menyerap tenaga kerja dan membuka peluang usaha baru. Industri lokal kini ikut aktif dalam rantai pasok migas.

Setta menekankan, TKDN harus terus meningkat supaya setiap dolar investasi memberi manfaat maksimal bagi Indonesia. Selain itu, kebijakan pengadaan baru memberi kesempatan perusahaan lokal mengakses kontrak hingga Rp50 miliar. Langkah ini memastikan masyarakat sekitar merasakan manfaat industri hulu migas secara langsung. (MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *