Serie A | Lazio 2-1 Sassuolo: Gol Sundulan Marušić Bawa Le Aquile ke 10 Besar

Selebrasi - Adam Marušić melakukan selebrasi setelah mencetak gol sundulan penentu kemenangan Lazio 2-1 atas Sassuolo pada pekan ke-28 Serie A Italia 2025/2026, di Stadio Olimpico, Roma, Selasa (10/3/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini membawa tim ibu kota menembus 10 besar klasemen sementara. (Sumber foto: Marco Rosi-SS Lazio/Getty Images)

Mataredaksi.com, BOGOR – Società Sportiva Lazio berhasil memanfaatkan kesalahan pertahanan untuk menghukum Unione Sportiva Sassuolo Calcio dengan kemenangan tipis 2-1, yang sekaligus membawa Le Aquile masuk ke posisi 10 besar Serie A Italia musim 2025/2026.

Pertandingan pekan ke-28, di Stadio Olimpico, Roma, Selasa (10/3/2026) dini hari WIB ini menegaskan kemampuan Lazio untuk tetap kompetitif, meski menghadapi sejumlah tantangan.

Debut dan Tantangan Lazio

Lazio baru saja menjalani laga sengit di semifinal Coppa Italia melawan Atalanta BC yang berakhir imbang 2-2, pada Rabu lalu. Namun, tim ibu kota kehilangan kiper utama Ivan Provedel untuk sisa musim ini setelah menjalani operasi bahu.

https://pbs.twimg.com/media/HDAAOdeAMAAgsB3? format=jpg&name=mediumGol Pembuka – Daniel Maldini gelandang serang Lazio mencetak gol pembuka selama pertandingan Serie A Italia melawan Sassuolo, di Stadio Olimpico, pada Selasa (10/3/2026) dini hari WIB. (Sumber foto: Marco Rosi-SS Lazio/Getty Images)

Bersama Toma Bašić, Nicolò Rovella, dan Samuel Gigot yang cedera, Lazio menurunkan Edoardo Motta, rekrutan Januari, untuk menjalani debutnya di Serie A. Kehadiran Motta memberikan tambahan tenaga muda di lini belakang, meski berhadapan dengan penyerang berpengalaman Sassuolo.

Sassuolo sendiri datang dengan performa solid, meraih lima kemenangan dari enam laga terakhir, hanya kalah dari Inter Milan. Namun, absennya Andrea Pinamonti karena skorsing, serta Nemanja Matić yang sakit flu.

Ditambah beberapa pemain cedera seperti Alieu Fadera, Daniel Boloca, Edoardo Pieragnolo, dan Fali Candé, membuat peluang mereka sedikit terganggu. Situasi ini memaksa Fabio Grosso, pelatih Sassuolo melakukan rotasi dan menyesuaikan strategi untuk tetap menekan Lazio.

Atmosfer Stadio Olimpico

Pertandingan itu berlangsung dalam kondisi unik. Ultras Lazio basis pendukung garis keras SS Lazio, menempati tribun Curva Nord (kurva utara) di Stadio Olimpico, Roma, masih memboikot pertandingan sebagai protes terhadap Presiden Claudio Lotito, sehingga hanya sekitar 5.000 penggemar hadir menyaksikan laga.

Meskipun tribun tidak penuh, atmosfer tetap tegang, dengan sorak-sorai terbatas namun terdengar jelas di sekitar stadion.

https://icdn.football-italia.net/wp-content/uploads/2026/03/Armand-Lauriente-goal-behind.jpgCetak Gol – Armand Laurienté penyerang sayap Sassuolo mencetak gol selama pertandingan Serie A Italia melawan Lazio, di Stadio Olimpico, Roma, pada Selasa (10/3/2026) dini hari WIB. (Sumber foto: Marco Rosi-SS Lazio/Getty Images)

Gol Cepat Lazio

Laga berjalan sengit sejak menit awal. Lazio membuka skor dengan cepat hanya dalam 80 detik. Lazio membuka skor lebih dulu melalui Daniel Maldini, memanfaatkan rebound dari penyelamatan kiper Sassuolo, Arijanet Murić, umpan Gustav Isaksen.

Maldini dengan tenang mengarahkan bola ke gawang dari jarak enam meter, membawa tuan rumah unggul 1-0 dan memberi sinyal awal tekanan bagi tim tamu.

Isaksen hampir menggandakan skor dengan sundulannya yang tipis melintasi gawang, sementara Fisayo Dele-Bashiru gagal memanfaatkan peluang emas. Sassuolo mulai menguasai permainan dan M’Bala Nzola mengancam dengan tendangan yang sempat ditepis Motta, menunjukkan debutan Lazio harus bekerja keras sejak awal.

Sassuolo Bangkit

Gol penyama akhirnya datang melalui kombinasi Armand Laurienté dan Kristian Thorstvedt. Laurienté memotong dari sisi kiri dan melepaskan kaki kanan yang menakutkan ke sudut atas gawang dari jarak 14 yard.

Lazio harus melakukan pergantian lebih awal, dengan Danilo Cataldi digantikan Gil Patric karena cedera otot. Maldini sempat mengajukan banding penalti, namun ditolak wasit. Di sisi lain, Alessio Romagnoli juga harus meninggalkan lapangan karena cedera, menambah tantangan bagi lini pertahanan tuan rumah.

https://pbs.twimg.com/card_img/203125753133636032/gFxltuif? format=jpg&name=900x900(Sumber foto: @footballitalia/X)

Gol Penentu di Penghentian

Lazio menciptakan beberapa peluang emas. Isaksen nyaris mencetak gol pada menit 78 setelah lolos dari perangkap offside, namun tendangannya mengenai atap gawang. Debutan Motta tampil heroik dengan dua penyelamatan krusial dari Laurienté dan Josh Doig. Penjaga gawang ini menunjukkan ketenangan luar biasa untuk pemain yang baru pertama kali tampil di Serie A.

Gol kemenangan akhirnya lahir pada masa tambahan waktu. Mattia Cancellieri mengirim umpan silang dari kanan, Arijanet Murić terjungkal tanpa arah, dan Adam Marušić menyundul bola ke gawang kosong dari jarak 10 meter.

Sundulan Marušić memastikan kemenangan 2-1 untuk Lazio, sekaligus membawa Mattia Zaccagni dan kawan-kawan ke posisi 10 besar klasemen, mengakhiri laga dengan kegembiraan terbatas namun berarti bagi tim ibu kota. (MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *