Udinese Calcio 0-1 Juventus FC: Jérémie Boga Bawa Wanita Tua Bangkit

Selebrasi – Penyerang sayap Juventus FC, Jérémie Boga melakukan selebrasi setelah mencetak gol penentu kemenangan timnya pada pekan ke-29 Serie A Italia 2025/2026 melawan Udinese Calcio, di Bluenergy Stadium, Minggu (15/3/2026) dini hari WIB. Gol tunggal itu memastikan tiga poin penting sekaligus mengembalikan Bianconeri kembali ke jalur kemenangan. (Sumber foto: @juventusfcen/X)

Mataredaksi.com, BOGOR – Juventus Football Club kembali ke jalur kemenangan setelah menundukkan Udinese Calcio 1-0 pada pekan ke-29 Serie A Italia 2025/2026, di Bluenergy Stadium, Minggu (15/3/2026) dini hari WIB.

Gol tunggal Jérémie Boga memastikan tiga poin penting bagi Juventus sekaligus menjaga peluang mereka bersaing di papan atas klasemen. Hasil tersebut mengakhiri periode sulit The Old Lady (Si Nyonya Tua) untuk tetap bersaing di papan atas klasemen.

Yıldız Jadi Motor Serangan

Juventus datang ke laga ini tanpa beberapa pemain penting, termasuk Dušan Vlahović dan Emil Holm. Kondisi tersebut membuat pelatih memberi kepercayaan kepada Kenan Yıldız sebagai ujung tombak dengan dukungan Boga di lini serang.

Sementara itu, Udinese tampil percaya diri setelah meraih hasil positif dalam beberapa pertandingan terakhir, termasuk kemenangan 3-0 atas ACF Fiorentina serta hasil imbang 2-2 melawan Atalanta BC.

Boga Pecah Kebuntuan

Sejak awal laga, kedua tim langsung bermain terbuka dan saling menciptakan peluang. Boga lebih dulu memberi ancaman lewat pergerakan dari sisi kiri yang memaksa kiper Maduka Okoye melakukan penyelamatan penting di tiang dekat.

‘Si Nyonya Tua’ akhirnya memecah kebuntuan ketika Kenan Yıldız memanfaatkan umpan panjang dan lolos dari jebakan offside di sisi kiri.

Penyerang muda Turki itu menahan bola sebelum mengirim umpan tarik ke depan gawang yang diselesaikan Boga dari jarak dekat. Gol tersebut menjadi gol ketiga Boga secara beruntun dalam tiga pertandingan Serie A musim ini.

Udinese sempat mencoba merespons sebelum turun minum. Arthur Atta mendapatkan peluang emas dari jarak dekat setelah bola liar jatuh di hadapannya, tetapi tembakannya masih melebar.

Juventus juga hampir menggandakan keunggulan lewat sundulan Teun Koopmeiners yang menerima umpan silang Boga. Namun bola melayang tipis di atas mistar gawang.

VAR Batalkan Gol Juventus

Memasuki babak kedua, pertandingan berlangsung semakin intens. Juventus kehilangan Khéphren Thuram karena cedera. Udinese hampir menyamakan kedudukan melalui peluang emas dari Jürgen Ekkelenkamp, tetapi penyelesaian akhirnya tidak sempurna.

Juventus sempat mencetak gol kedua pada menit ke-70. Yıldız memberi umpan matang kepada Francisco Conceição yang kemudian menaklukkan Okoye. Namun wasit menganulir gol tersebut setelah meninjau tayangan VAR. Dalam prosesnya, Koopmeiners berada dalam posisi offside saat bola melintas di dekatnya.

Juventus Amankan Tiga Poin

Menjelang akhir laga, Juventus tetap menekan. Yıldız kembali menciptakan peluang melalui kerja sama dengan pemain pengganti Fabio Miretti, tetapi Okoye masih mampu menggagalkan peluang tersebut.

Meski demikian, Juventus berhasil mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir berbunyi. Kemenangan ini membawa Bianconeri kembali ke posisi empat besar klasemen Serie A sekaligus memperkuat peluang mereka untuk mengamankan tiket Liga Champions musim depan.

Boga Puji Yıldız

Boga mengaku puas dengan performa timnya dalam pertandingan tersebut. Ia juga merasa semakin nyaman bermain bersama rekan-rekan barunya di Juventus. “Saya bekerja keras setiap hari dan rekan tim menyambut saya dengan sangat baik. Saya ingin memberikan yang terbaik dalam setiap pertandingan”, ujar Boga.

Ia juga memuji performa Yıldız di lini serang. “Sangat menyenangkan bermain dengan pemain seperti dia. Pemain dengan kualitas seperti itu membuat saya semakin mencintai sepak bola”.

Yıldız memilih tetap rendah hati meski tampil konsisten sepanjang musim ini. “Semua ini untuk tim. Saya hanya ingin terus membantu skuad dan berkembang sebagai pemain”, kata penyerang muda tersebut.

Tiga poin di Udine menjadi sinyal kebangkitan skuad asuhan Luciano Spalletti sekaligus modal penting dalam perburuan posisi empat besar Serie A musim ini. (MR-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *