Cesc Fàbregas: Como Belum Setara Inter Milan, Tapi Semakin Dekat

Merayakan – Gelandang bertahan Como 1907, Lucas Da Cunha (kanan), merayakan gol kedua timnya bersama Nicolás Paz Martínez pada laga semifinal Coppa Italia 2025/2026 melawan Inter Milan, di Stadion Giuseppe Meazza, San Siro, Rabu (22/4/2026) dini hari WIB. I Lariani gagal melaju ke final setelah kalah dramatis 2-3 dari Nerazzurri. (Sumber foto: Marco Luzzani/Getty Images)

Mataredaksi.com, BOGOR – Pelatih Como 1907, Cesc Fàbregas, mengakui timnya belum berada di level yang sama dengan Inter Milan, meski hampir menyingkirkan raksasa Serie A tersebut di semifinal Coppa Italia 2025/2026.

Como sempat unggul dua gol lebih dulu sebelum akhirnya kalah dramatis 2-3 dari Inter Milan pada leg kedua semifinal Coppa Italia di Stadion Giuseppe Meazza, Rabu (22/4/2026) dini hari WIB.

Gol dari Martin Baturina dan Lucas Da Cunha sempat membawa Como di atas angin. Namun Inter bangkit lewat dua gol Hakan Çalhanoğlu dan satu gol penentu dari Petar Sučić untuk membalikkan keadaan.

Meski gagal melaju ke final, Fàbregas menilai penampilan anak asuhnya menunjukkan bahwa Como terus berkembang dan semakin dekat untuk bersaing dengan tim papan atas Italia.

Como Tunjukkan Perkembangan Pesat

Fàbregas mengatakan perubahan besar yang dialami Como dalam dua setengah tahun terakhir menjadi alasan dirinya tetap bangga meski timnya gagal lolos ke final.

Ia mengingat bagaimana klub tersebut pernah terpuruk hingga bangkrut pada 2017 dan masih bermain di Serie C hingga 2021. Kini, Como mampu memberikan perlawanan sengit kepada Inter Milan di ajang semifinal Coppa Italia.

“Dua setengah tahun lalu kami memulai perjalanan ini dari bawah. Sekarang kami hampir lolos ke final Coppa Italia dan nyaris mengalahkan Inter dua kali dalam beberapa pekan”, kata Fàbregas.

Menurut mantan gelandang Barcelona dan Arsenal itu, perkembangan tersebut menjadi bukti bahwa Como bergerak ke arah yang benar meski belum berada di level elite.

Ia menegaskan Inter tetap berada satu langkah di depan karena memiliki pengalaman dan kualitas skuad yang lebih matang.

Inter Lebih Berpengalaman di Laga Besar

Fàbregas mengakui Inter memiliki pengalaman lebih besar saat menghadapi pertandingan penting. Menurut dia, para pemain Inter sudah lama bermain bersama dan terbiasa menghadapi tekanan di laga besar, termasuk partai final.

“Mereka adalah tim pemenang. Mereka bermain di final Liga Champions musim lalu dan punya pemain berpengalaman. Kami belum berada di level itu, tetapi kami semakin dekat”, ujarnya. Fàbregas melihat perbedaan utama ada pada efektivitas permainan di area penalti.

Menurut dia, Como mampu mengimbangi permainan Inter, tetapi timnya belum cukup tajam saat menyerang dan belum cukup kuat saat bertahan di bawah tekanan. “Kami belum cukup kuat di dua kotak penalti. Di situlah perbedaannya”, katanya.

Fàbregas Tetap Apresiasi Perjuangan Tim

Meski Como kehilangan keunggulan dua gol, Fàbregas tetap mengapresiasi perjuangan para pemainnya. Ia menilai timnya sudah menunjukkan semangat dan kualitas permainan yang baik sepanjang pertandingan.

“Saya tidak bahagia dengan hasil ini, tetapi saya tidak bisa marah malam ini”, kata Fàbregas. Ia menegaskan para pemain telah bekerja keras, terutama setelah mengalami hasil buruk pada pertandingan sebelumnya melawan Sassuolo.

Fàbregas mengatakan ia hanya marah jika tim bermain buruk tanpa semangat juang. Namun, saat melawan Inter, para pemain tampil maksimal hingga menit akhir.

Tim Muda Como Terus Berkembang

Fàbregas menilai laga melawan Inter memberi pengalaman penting bagi skuad muda Como. Menurut dia, banyak pemain Como masih berusia muda dan masih belajar menghadapi tekanan di pertandingan besar.

“Kami termasuk salah satu tim di Eropa yang paling banyak memainkan pemain U-23. Itu tidak mudah, tetapi mereka menunjukkan perkembangan luar biasa”, ujarnya.

Sebagai mantan kapten Arsenal di usia muda, Fàbregas memahami bahwa membangun mental juara membutuhkan proses panjang.

Karena itu, ia meminta para pemain tidak larut dalam kekecewaan dan tetap fokus pada sisa pertandingan musim ini.

“Ada beberapa kekalahan yang menyakitkan, tetapi kami tidak boleh membuang semua kerja keras musim ini hanya karena hasil ini”, katanya.

Como Semakin Dekat ke Level Atas

Fàbregas melihat perkembangan Como sebagai tanda bahwa timnya semakin dekat untuk bersaing di level atas.

Dalam dua pertemuan terakhir melawan Inter, Como mampu memberi tekanan besar dan beberapa kali mengendalikan jalannya pertandingan.

Menurut dia, performa tersebut menunjukkan bahwa Como terus berkembang meski belum mencapai level klub-klub elite Italia. “Kami belum setara dengan Inter, tetapi kami semakin dekat”, tegasnya.

Fàbregas yakin skuad muda Como akan terus berkembang dan menjadi lebih kuat dalam beberapa musim ke depan.

Meski gagal melangkah ke final Coppa Italia, ia percaya timnya sedang berada di jalur yang tepat untuk bersaing lebih konsisten di level tertinggi. (MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *