Ralf Rangnick Sulit Percaya Austria Tahan Imbang Aljazair Lewat Laga Dramatis

Penyelamat Tim – Penyerang pengganti Timnas Austria, Saša Kalajdžić, merayakan gol dramatis penyama skor menjadi 3-3 pada laga pamungkas Grup J Piala Dunia FIFA 2026, di Stadion Kansas City, Missouri, Amerika Serikat, Minggu (28/6/2026) pagi WIB. Pelatih Ralf Rangnick mengaku nyaris tidak percaya dengan akhir pertandingan yang penuh kejutan tersebut. (Sumber foto: @oefb1904/X)

Mataredaksi.com, BOGOR – Tim nasional Austria dan Aljazair memastikan tempat di babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026. Kepastian itu mereka raih setelah menyajikan salah satu pertandingan paling dramatis sepanjang turnamen.

Kedua tim bermain imbang 3-3 pada laga terakhir Grup J di Stadion Kansas City, Missouri, Amerika Serikat, Minggu (28/6/2026) pagi WIB. Hasil ini sekaligus mengakhiri harapan Iran untuk melaju sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik.

Saling Balas Gol Hingga Menit Akhir

Sejak sebelum wasit memulai pertandingan, publik memang menganggap hasil imbang cukup menguntungkan bagi kedua tim. Namun, apa yang tersaji di lapangan justru jauh dari sekadar permainan aman.

Austria dan Aljazair saling menyerang hingga menit-menit terakhir. Laga ini menghadirkan enam gol dan penutup dramatis yang membuat puluhan ribu penonton berdiri dari tempat duduk mereka.

Puncak drama hadir pada masa injury time. Kapten Aljazair, Riyad Mahrez, sempat membawa timnya berbalik unggul 3-2 pada menit ke-93 dan memicu selebrasi besar para pendukung Les Fennecs (“The Desert Foxes”). Akan tetapi, keunggulan itu hanya bertahan beberapa saat.

Austria tidak menyerah. Serangan terakhir mereka berbuah manis ketika Saša Kalajdžić, yang baru masuk dari bangku cadangan, menyundul bola ke gawang pada menit ke-96. Gol tersebut mengubah skor menjadi 3-3 sekaligus memastikan kedua tim sama-sama lolos ke fase gugur.

Setelah wasit meniup peluit panjang, lagu Don’t Stop Believin’ menggema di Stadion Kansas City. Lagu itu mengiringi selebrasi pemain Austria maupun Aljazair yang sama-sama merayakan keberhasilan melangkah ke babak 32 besar.

Ralf Rangnick Sulit Percaya

Pelatih Austria, Ralf Rangnick, mengaku nyaris tidak percaya dengan akhir pertandingan yang penuh kejutan tersebut. Menurutnya, ia belum pernah mengalami laga dengan perubahan situasi sedrastis itu.

“Sejujurnya saya sulit berkata-kata mengenai apa yang terjadi dalam 90 detik terakhir. Kami tertinggal 2-3 ketika waktu normal hampir habis, tetapi kemudian berhasil mencetak gol penyeimbang. Rasanya luar biasa”, ujar Rangnick.

Austria menutup fase grup di posisi kedua setelah Argentina memastikan status juara Grup J lewat kemenangan 3-1 atas Yordania. Pada babak 32 besar, panitia menjadwalkan Das Team untuk menghadapi juara Eropa, Spanyol.

Sementara itu, The Desert Foxes (“Rubah Gurun”) juga tetap melangkah ke fase gugur sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik dan akan berhadapan dengan Swiss.

Bukan Lagi Aib Gijon 1982

Pertandingan ini juga mengingatkan publik pada “Aib Gijon” di Piala Dunia 1982. Saat itu, kemenangan 1-0 Austria atas Jerman Barat membuat Aljazair tersingkir secara kontroversial dari turnamen.

Namun, berbeda dengan peristiwa 44 tahun lalu, duel di Kansas City berlangsung terbuka hingga detik terakhir. Kedua tim sama-sama memburu gol dan memastikan tiket ke babak gugur melalui permainan menyerang yang menghibur.

Aksi Saling Balas Enam Gol

Austria membuka keunggulan pada menit ke-28 melalui Marko Arnautović. Penyerang veteran berusia 37 tahun itu memanfaatkan umpan panjang akurat dari David Alaba sebelum menaklukkan Oussama Benbot.

Aljazair sempat mengancam lewat tembakan Farès Chaïbi yang membentur tiang gawang. Upaya pasukan “Rubah Gurun” akhirnya membuahkan hasil menjelang turun minum melalui aksi individu Rafik Belghali.

Bek muda kanan untuk klub Serie B, Hellas Verona itu melewati beberapa pemain bertahan sebelum melepaskan tembakan keras ke sudut atas gawang untuk menyamakan kedudukan.

Austria kembali unggul pada awal babak kedua. Marcel Sabitzer mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan Konrad Laimer. Ia melepaskan tembakan pertama yang gagal Benbot jangkau.

Namun, keunggulan tersebut hanya bertahan lima menit. Houssem Aouar melakukan penetrasi dari sisi kiri sebelum mengirim umpan matang kepada Mahrez yang menyelesaikannya dengan sepakan akurat ke pojok gawang.

Memasuki masa tambahan waktu, Mahrez kembali menjadi pembeda lewat gol keduanya yang membuat Aljazair berbalik unggul 3-2. Akan tetapi, Kalajdžić muncul sebagai penyelamat Austria lewat sundulan jarak dekat pada detik-detik terakhir pertandingan.

Hasil Imbang yang Mengeliminasi Iran

Hasil imbang tersebut sekaligus memastikan Iran tersingkir dari Piala Dunia 2026. Mereka harus mengubur mimpi tampil di fase gugur setelah kalah bersaing dalam perebutan tiket tim peringkat ketiga terbaik.

Gelandang Austria, Marcel Sabitzer, mengaku timnya tidak pernah kehilangan keyakinan meski sempat tertinggal pada penghujung pertandingan.

“Saat tertinggal 2-3 pada menit-menit akhir, kami tetap percaya peluang itu masih ada. Kami mengirim bola panjang ke depan dan akhirnya berhasil mencetak gol penyeimbang. Rasanya benar-benar sulit dipercaya”, katanya.

Komentar Positif dari Riyad Mahrez

Di kubu Aljazair, Mahrez tetap menyambut positif hasil tersebut. Menurut kapten Desert Foxes itu, target utama tim adalah memastikan tiket ke babak gugur, dan tujuan tersebut berhasil mereka capai.

“Kami senang karena berhasil lolos. Tenu kami sempat berharap menang, tetapi yang paling penting adalah kami tetap melanjutkan perjalanan di turnamen ini”, ujar Mahrez.

Mahrez menilai Aljazair tampil disiplin dan mampu menjaga organisasi permainan sepanjang laga. Meski kemenangan sempat berada di depan mata, mereka tetap menyyukuri hasil imbang karena mengantarkan tim melangkah ke babak 32 besar.

Pertandingan penuh drama di Kansas City pun resmi menjadi salah satu laga paling menghibur pada fase grup Piala Dunia 2026. Hasil ini sukses mengantar Austria dan Aljazair melangkah bersama menuju babak 32 besar. (MR-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *