Tuchel Belum Puas Meski Inggris Kalahkan Kroasia 4-2, Soroti Performa Babak Pertama

Diskusi Kecil - Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel berdiskusi dengan Jude Bellingham di tepi lapangan saat jeda hidrasi pada laga Grup L Piala Dunia FIFA 2026 melawan Kroasia, di Stadion Dallas di Arlington, Texas, Amerika Serikat, Kamis (18/6/2026) dini hari WIB. Sang profesor menilai performa timnya masih jauh dari kata sempurna, terutama pada babak pertama. (Sumber foto: @HQpcrt/X)

Mataredaksi.com, BOGOR – Pelatih Tim nasional Inggris, Thomas Tuchel mengaku belum sepenuhnya puas, meski timnya meraih kemenangan 4-2 atas Kroasia pada laga pembuka Grup L Piala Dunia FIFA 2026, di Stadion Dallas di Arlington, Texas, Amerika Serikat, Kamis (18/6/2026) dini hari WIB.

The Three Lions memang mengamankan tiga poin penting berkat dua gol Harry Kane, serta masing-masing satu gol dari Jude Bellingham dan Marcus Rashford. Namun, Tuchel menilai performa timnya masih jauh dari kata sempurna, terutama pada babak pertama.

Tuchel Soroti Permainan Inggris

Menurut Tuchel, para pemain Inggris tampil terlalu hati-hati sehingga kesulitan menemukan ritme permainan. Kondisi tersebut membuat Kroasia mampu dua kali menyamakan kedudukan sebelum turun minum.

“Babak pertama cukup rumit bagi kami. Kami terlihat sedikit gugup. Keputusan yang kami ambil terlalu aman dan sering mengalirkan bola ke belakang. Kami kesulitan menemukan ritme dan tidak memiliki kepercayaan diri untuk memainkan bola ke ruang yang tersedia”, kata Tuchel.

Pelatih asal Jerman berjuluk “The Professor” itu juga menyoroti buruknya performa Inggris dalam duel-duel lapangan pada paruh pertama pertandingan.

“Saya melihat statistik yang menunjukkan kami hanya memenangkan 33 persen duel di darat pada babak pertama. Angka itu meningkat menjadi 73 persen pada babak kedua. Itu menunjukkan kami tidak cukup baik dan tidak cukup berkomitmen pada awal pertandingan”, ujarnya.

Respons Positif Setelah Jeda

Meski mengkritik penampilan timnya, Tuchel mengapresiasi respons yang ditunjukkan para pemain setelah jeda. Inggris tampil jauh lebih agresif pada babak kedua dan langsung mencetak gol melalui Jude Bellingham hanya beberapa saat setelah pertandingan kembali dimulai.

“Saya menyukai reaksi para pemain pada babak kedua. Pertandingan ini penuh emosi dan membutuhkan waktu bagi kami untuk benar-benar masuk ke dalam permainan”, kata Tuchel.

Menurutnya, laga pembuka turnamen selalu menghadirkan tekanan tersendiri sehingga tim harus belajar mengelola situasi tersebut.

“Kami belajar banyak dari momen seperti ini. Para pemain kelelahan setelah pertandingan dan saya menyukai hal itu. Ini adalah tekanan dari pertandingan pertama di sebuah turnamen besar”, ujarnya.

Bellingham Menangkan Persaingan

Tuchel kembali mempercayakan peran gelandang serang kepada Jude Bellingham sejak menit pertama. Keputusan itu terbayar setelah pemain Real Madrid tersebut mencetak satu gol penting yang membantu Inggris mengamankan kemenangan.

Sebelum turnamen dimulai, banyak pihak memperdebatkan posisi nomor 10 Inggris. Morgan Rogers sempat masuk dalam perhitungan setelah menunjukkan performa yang menjanjikan. Namun, Bellingham membuktikan kualitasnya di atas lapangan.

“Dia pemain yang sangat bagus. Dia pantas menjadi starter dan harus terus menunjukkan performa seperti itu untuk mempertahankan tempatnya”, kata Tuchel.

Fokus ke Laga Ghana

Kemenangan atas Kroasia membawa Inggris mengawali Grup L dengan tiga poin penting. Meski demikian, Tuchel tidak ingin para pemainnya cepat berpuas diri.

Pelatih berumur 52 tahun itu menilai timnya masih perlu meningkatkan kualitas permainan, terutama pada babak pertama. Ia berharap Inggris tampil lebih konsisten saat menghadapi Ghana pada pertandingan berikutnya.

Komentar Tuchel menunjukkan bahwa kemenangan atas Kroasia bukan akhir dari evaluasi. Sebaliknya, hasil tersebut menjadi modal awal bagi The Three Lions untuk terus memperbaiki permainan sepanjang turnamen. (MR-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *