Mataredaksi.com, BOGOR – Tim nasional Ghana memulai perjalanan mereka di Grup L Piala Dunia FIFA 2026 dengan cara dramatis. Gol telat Caleb Yirenkyi pada masa injury time memastikan kemenangan 1-0 atas Panama, di Stadion BMO Field Toronto, Ontario, Kanada, Kamis (18/6/2026) pagi WIB.
Kemenangan itu disambut penuh emosi oleh pelatih Ghana, Carlos Queiroz. Menurutnya, tiga poin pertama di ajang sebesar Piala Dunia selalu membutuhkan pengorbanan besar dari para pemain.
Gol penentu kemenangan lahir pada menit ke-95 melalui aksi Yirenkyi. Momen tersebut sekaligus menjadi gol paling telat yang pernah dicetak Ghana dalam waktu normal pertandingan Piala Dunia.
Selain itu, pemain berusia 20 tahun 153 hari tersebut juga mencatat sejarah pribadi. Ia kini menjadi pencetak gol termuda kedua Ghana di putaran final Piala Dunia. Rekor itu masih dipegang Draman Haminu yang mencetak gol ke gawang Amerika Serikat pada edisi 2006.
Queiroz Puji Mental Bertarung Pemain Ghana
Usai pertandingan, Queiroz mengaku lega setelah timnya berhasil melewati laga yang berlangsung ketat sejak menit awal. “Saya lelah. Pertandingan ini sangat berat dan intens”, kata Queiroz.
“Kemenangan di Piala Dunia selalu mahal. Namun para pemain menunjukkan bahwa mereka siap membayar harga yang tinggi demi meraihnya”, lanjutnya.
Pelatih asal Portugal itu menilai Panama memberikan perlawanan yang sangat menyulitkan. Kecepatan transisi dan kedisiplinan lawan membuat Ghana harus bekerja keras sepanjang pertandingan.
Menurut Queiroz, kemenangan tersebut lahir dari kesabaran dan konsentrasi yang tetap terjaga hingga peluit akhir. “Panama bermain cerdas dan cepat. Kami harus terus berjuang serta menjaga fokus. Pada akhirnya kami menemukan cara untuk memenangkan pertandingan”, ujarnya.
Ia juga melihat perkembangan positif dalam permainan timnya. Queiroz menilai para pemain semakin memahami tuntutan pertandingan di level tertinggi.
“Kami tumbuh menjadi tim yang lebih matang. Ketika lawan bermain lebih baik, para pemain tidak menyerah dan terus bertarung. Itulah karakter yang kami inginkan”, tambahnya.
Clean Sheet yang Lama Dinanti Ghana
Selain mengamankan tiga poin, Ghana juga mengakhiri catatan buruk mereka di ajang Piala Dunia. Kemenangan atas Panama sekaligus menghadirkan clean sheet (tidak kebobolan) yang sudah lama Black Stars nanti.
Sebelum laga ini, gawang Ghana selalu kebobolan dalam 10 pertandingan beruntun di putaran final Piala Dunia. Mereka terakhir kali mencatat clean sheet saat mengalahkan Serbia pada edisi 2010.
Empat tahun sebelumnya, Ghana juga sukses menorehkan catatan serupa ketika menundukkan Republik Ceko. Karena itu, kemenangan atas Panama menjadi momen penting bagi tim besutan Carlos Queiroz ini.
Thomas Christiansen Minta Panama Segera Bangkit
Di kubu Panama, pelatih Thomas Christiansen mengaku kecewa dengan hasil akhir pertandingan. Ia menilai timnya layak mendapatkan hasil yang lebih baik setelah tampil kompetitif sepanjang laga.
Menurut Christiansen, Panama mampu mengontrol permainan pada babak pertama. Namun, setelah jeda, timnya mulai mengikuti ritme permainan Ghana sehingga kehilangan kendali pertandingan. “Hasil ini menyakitkan karena saya merasa kami pantas mendapatkan lebih banyak”, kata Christiansen.
Meski kecewa, ia meminta para pemain segera mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya. Panama masih memiliki dua laga tersisa untuk menjaga peluang lolos ke fase gugur. “Kami harus belajar dari kesalahan. Di Piala Dunia, satu kesalahan kecil bisa berakibat fatal”, ujarnya.
Panama akan menghadapi Kroasia pada laga berikutnya. Christiansen menegaskan timnya tidak akan gentar menghadapi lawan yang lebih unggul. “Kami tidak akan takut menghadapi Kroasia. Kami ingin menunjukkan bahwa Panama adalah tim yang sulit kalah dan akan berjuang sampai akhir”, pungkasnya. (MR-01)






