Mataredaksi.com, BOGOR – Tim nasional Meksiko mencatat sejarah baru di Piala Dunia FIFA 2026 setelah menyingkirkan Ekuador dengan skor 2-0 pada babak 32 besar. Laga krusial ini berlangsung di Stadion Azteca, Mexico City, Meksiko, Rabu (1/7/2026) pagi WIB.
Kemenangan tersebut membawa El Tricolor menjadi tim pertama dari zona CONCACAF (Confederation of North, Central American and Caribbean Association Football) yang mampu mendepak wakil Confederación Sudamericana de Fútbol (CONMEBOL) pada fase gugur Piala Dunia.
Julián Quiñones tampil sebagai bintang kemenangan Meksiko. Penyerang berusia 29 tahun itu membuka keunggulan sebelum menyumbang assist untuk gol Raúl Jiménez. Berkat kontribusinya, pasukan Javier Aguirre melaju ke babak 16 besar dan kini menunggu pemenang laga Inggris melawan Republik Demokratik Kongo.
Badai Petir Tak Surutkan Dominasi Meksiko
Pertandingan sempat tertunda sekitar satu jam karena badai petir melanda kawasan Stadion Azteca. Namun, kondisi tersebut tidak mengurangi agresivitas Meksiko menggempur La Triasuhan Sebastián Beccacece sejak peluit awal berbunyi.
Raúl Jiménez lebih dulu mengancam melalui sundulan yang masih melenceng tipis. Tidak lama kemudian, gelandang muda Gilberto Mora hampir membawa tuan rumah unggul lewat tendangan melengkung yang hanya melebar beberapa sentimeter dari tiang gawang.
Meksiko terus menguasai permainan dan menciptakan enam percobaan dalam 15 menit pertama. Ekuador sempat memberikan ancaman ketika John Yeboah lolos dari kawalan César Montes, tetapi sepakannya hanya membentur tiang.
Tekanan El Tricolor akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-22. Roberto Alvarado mengirim umpan terobosan yang disambut Julián Quiñones dengan penyelesaian keras ke tiang dekat yang gagal Hernán Galíndez bendung.
Keunggulan Meksiko bertambah sembilan menit kemudian. Quiñones kali ini berperan sebagai kreator dengan memberikan umpan matang kepada Raúl Jiménez. Sang striker melepaskan tendangan keras ke sudut kanan atas gawang untuk mengubah skor menjadi 2-0.
Pertahanan Tuan Rumah Tampil Nyaris Sempurna
Ekuador mencoba bangkit sebelum turun minum melalui John Yeboah, tetapi José Raúl Rangel tampil sigap menjaga gawang Meksiko. Selepas jeda, permainan semakin terkendali di tangan tuan rumah. César Montes hampir menambah keunggulan melalui sundulan, namun Galíndez kembali melakukan penyelamatan penting.
Drama terjadi pada masa injury time ketika bek Ekuador, Piero Hincapié, menerima kartu merah. Wasit Slavko Vinčić asal Slovenia mengubah keputusannya setelah meninjau tayangan Video Assistant Referee (VAR). Insiden itu menutup perjuangan Ekuador yang gagal membalikkan keadaan.
Julián Quiñones Samai Rekor Legenda
Selain menjadi penentu kemenangan, Quiñones juga mengukir sejumlah catatan impresif. Gol ke gawang Ekuador membuatnya selalu mencetak gol dalam tiga pertandingan Piala Dunia 2026. Ia menyamai pencapaian legenda Meksiko, Luis Hernández, pada edisi 1998 silam.
Penyerang kelahiran Kolombia tersebut juga menyamai rekor kontribusi gol terbanyak Meksiko dalam satu edisi Piala Dunia melalui koleksi empat keterlibatan gol (gol dan assist).
Pada laga ini, Quiñones menjadi pemain Meksiko kedua yang mampu mencetak satu gol sekaligus satu assist dalam pertandingan fase gugur Piala Dunia setelah Manuel Negrete pada edisi 1986.
Rekor Pertahanan Gawang Perawan El Tricolor
Keberhasilan Meksiko tidak hanya bersumber dari lini depan yang tajam, tetapi juga organisasi pertahanan yang disiplin. Tim asuhan Javier Aguirre belum sekali pun kebobolan sepanjang Piala Dunia 2026 dan kembali mencatat clean sheet pada laga ini.
El Tricolor kini mengemas empat clean sheet beruntun sejak awal turnamen. Mereka menjadi tim kedua sejak 1994 yang mampu menjaga gawang tetap perawan dalam empat pertandingan pertama putaran final, menyamai pencapaian Swiss pada edisi 2006.
Meksiko juga memperpanjang rekor impresif dengan tidak kebobolan pada babak pertama dalam 15 pertandingan Piala Dunia secara beruntun. Rekor itu menjadi yang terbaik kedua dalam sejarah turnamen, tepat di bawah Inggris yang mencatat 19 pertandingan berturut-turut antara 1982 hingga 1998.
Tatap Tantangan Besar di Babak 16 Besar
Statistik juga memperlihatkan keseimbangan permainan El Tricolor. Meskipun expected goals (xG) hanya mencapai 1,02 dibandingkan 0,73 milik Ekuador, Meksiko mampu mengendalikan jalannya pertandingan dan memanfaatkan peluang secara efektif.
Kini, kepercayaan diri Meksiko semakin meningkat. Dengan rekor bersejarah bagi CONCACAF dan performa yang terus menanjak, El Tricolor siap menghadapi Inggris atau Republik Demokratik Kongo pada babak 16 besar demi menjaga mimpi melangkah lebih jauh di hadapan pendukung sendiri. (MR-01)






